5 Film tentang Cinta yang Datang saat Perempuan Berhenti Mencari

- Lima film romantis menyoroti perempuan yang menemukan peluang cinta setelah fokus pada diri sendiri, melepaskan hubungan mengecewakan, atau menjalani hidup mandiri.
- Something’s Gotta Give, The Holiday, dan Eat Pray Love menggambarkan tokoh perempuan yang menghadapi masa lalu, membangun keseimbangan hidup, lalu membuka hati pada hubungan baru.
- How to Be Single dan Last Christmas menekankan kebahagiaan tidak bergantung pada status hubungan, melainkan pengembangan diri, pertemanan, penerimaan hidup, serta perbaikan relasi sekitar.
Dalam urusan cinta, terkadang semakin keras seseorang berusaha menemukan pasangan, semakin besar pula tekanan yang ia rasakan. Ada kalanya seseorang perlu berhenti mengejar hubungan yang belum tentu tepat, lalu memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk tumbuh dan menikmati hidup. Tanpa disadari, perubahan cara pandang tersebut membawanya bertemu dengan seseorang yang menawarkan hubungan yang lebih sehat.
Kisah seperti ini cukup sering diangkat dalam film romantis, terutama melalui tokoh perempuan yang awalnya sibuk mencari cinta atau mempertahankan hubungan yang tidak membahagiakan. Seiring berjalannya cerita, mereka mulai mengenali kebutuhan diri, berdamai dengan masa lalu, dan membuka hati tanpa terlalu memaksakan hasil.
Kalau kamu menyukai kisah cinta jenis ini, berikut rekomendasi film tentang perempuan yang menemukan cinta setelah berhenti mengejarnya. Kisahnya menggugah!
1. Something’s Gotta Give (2003)

Something’s Gotta Give (dok. Columbia Pictures/Gotta Give) Something’s Gotta Give berkisah tentang Erica Barry (Diane Keaton), seorang penulis drama yang telah lama menjalani kehidupan mandiri. Hidupnya berubah ketika ia terlibat dalam situasi rumit bersama Harry Sanborn (Jack Nicholson), seorang pria yang awalnya menjalin hubungan dengan putrinya. Ketika keadaan memaksa mereka menghabiskan waktu bersama, Erica dan Harry mulai mengenal sisi lain satu sama lain.
Kisah Erica menarik karena ia tidak sedang berusaha mengejar cinta sebagai tujuan utama hidupnya. Ia memiliki karier, rutinitas, dan identitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tetapi tetap membuka kemungkinan untuk merasakan cinta kembali. Hubungannya dengan Harry tidak selalu berjalan mulus, terutama karena perbedaan pandangan dan persoalan masa lalu.
Film ini memperlihatkan bahwa menemukan cinta di usia dewasa bukan hal yang mustahil, bahkan ketika seseorang sudah terbiasa menjalani hidupnya sendiri.
2. The Holiday (2006)

The Holiday (dok. Columbia Pictures/The Holiday) The Holiday mengikuti dua perempuan yang sama-sama mengalami kekecewaan dalam kehidupan cinta. Iris Simpkins (Kate Winslet) masih menyimpan perasaan terhadap pria yang tidak membalas cintanya dengan cara yang ia harapkan. Sementara itu, Amanda Woods (Cameron Diaz) baru saja mengakhiri hubungan yang membuatnya kecewa. Keduanya kemudian memutuskan untuk bertukar rumah selama liburan Natal untuk menjauh sejenak dari persoalan masing-masing.
Di lingkungan baru, Iris mulai membangun kehidupan yang tidak lagi berpusat pada pria yang terus mengecewakannya. Ia kemudian bertemu Miles (Jack Black), seorang pria yang memperlakukannya dengan hangat dan membantunya melihat hubungan dari sudut pandang berbeda. Sementara itu, Amanda juga mengalami perubahan dalam cara memandang cinta.
Film ini menunjukkan bahwa ketika seseorang mulai melepaskan hubungan yang tidak sehat, ia dapat menemukan kesempatan untuk membangun kedekatan yang lebih tulus.
3. Eat Pray Love (2010)

Eat Pray Love (dok. Columbia Pictures/Eat Pray Love) Eat Pray Love menceritakan Elizabeth Gilbert (Julia Roberts), seorang perempuan yang memutuskan meninggalkan kehidupan lamanya setelah menyadari bahwa ia tidak merasa bahagia. Ia kemudian melakukan perjalanan ke Italia, India, dan Bali untuk menemukan kembali keseimbangan hidup, memahami dirinya sendiri, serta memulihkan kondisi emosionalnya. Perjalanan tersebut membawanya pada pengalaman baru yang mengubah cara pandangnya tentang kebahagiaan dan hubungan.
Di Bali, Elizabeth bertemu Felipe (Javier Bardem), pria yang kemudian menjalin hubungan romantis dengannya. Namun, kisah cinta ini bukan sekadar tentang menemukan pasangan baru setelah hubungan sebelumnya berakhir. Elizabeth harus menghadapi ketakutannya, belajar menerima ketidaksempurnaan, dan memahami bahwa mencintai orang lain membutuhkan keberanian untuk membuka diri.
4. How to Be Single (2016)

How to Be Single (dok. Wrigley Pictures/How to Be Single) Selanjutnya, ada How to Be Single yang mengikuti kehidupan beberapa perempuan di New York yang memiliki pandangan berbeda tentang hubungan romantis. Salah satunya adalah Alice (Dakota Johnson) yang memutuskan untuk mengambil jeda dari hubungannya dengan sang kekasih untuk mengenali dirinya sendiri. Selama menjalani kehidupan lajang, ia belajar menikmati kebebasan, membangun pertemanan, dan memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada status hubungan.
Melalui perjalanan Alice dan teman-temannya, film ini memperlihatkan bahwa masa lajang bukan sekadar waktu menunggu seseorang datang. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan diri, mengeksplorasi keinginan pribadi, dan memahami batasan dalam hubungan. Film ini cocok untuk kamu yang ingin melihat kisah perempuan yang belajar menikmati hidup tanpa menjadikan pencarian pasangan sebagai pusat segalanya.
5. Last Christmas (2019)

Last Christmas (dok. Calamity Films/Last Christmas) Terakhir, ada film Last Christmas yang mengikuti Kate (Emilia Clarke), perempuan muda yang menjalani hidup dengan cukup berantakan setelah melewati masa sulit. Ia bekerja sebagai pegawai toko perlengkapan Natal, memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan keluarganya, dan sering membuat keputusan yang tidak menguntungkan dirinya sendiri.
Kehidupannya mulai berubah setelah ia bertemu Tom Webster (Henry Golding), seorang pria yang ceria dan memiliki cara pandang berbeda terhadap kehidupan. Kehadiran Tom membuat Kate perlahan menyadari bahwa ia perlu memperbaiki hubungannya dengan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Alih-alih terus terjebak dalam kekecewaan, ia mulai belajar menghargai hal-hal sederhana serta menemukan kembali tujuan hidupnya.
Meski film ini memiliki unsur romansa dan kejutan emosional, inti ceritanya juga menekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya datang dari hubungan romantis, melainkan dari kesediaan seseorang untuk berubah dan menerima hidupnya. Ada plot twist tak terduga di akhir film ini, lho!
Daftar film di atas menghadirkan perempuan dengan perjalanan cinta yang berbeda-beda. Meski tidak semuanya menggambarkan perempuan yang sengaja berhenti mencari pasangan, cerita mereka memperlihatkan bahwa perubahan dalam diri dapat membuka ruang bagi hubungan yang lebih berarti. Karena pada akhirnya, berhenti mengejar cinta bukan berarti menutup hati atau menyerah pada kemungkinan bertemu seseorang yang tepat.












![[QUIZ] Kalau Jadi Trainee JKT48, Kamu Bakal Shonichi di Setlist Apa?](https://image.idntimes.com/post/20261101/foto-cover_f4d5d9b6-72b5-4a52-883e-56d50c271468.jpg)









