Di tengah kemunduran kualitas sekolah negeri, sekolah nasional plus dan internasional pun naik daun. Gak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bulanan di atas rata-rata demi menjamin akses pendidikan terbaik untuk anak. Terlepas dari kualitasnya yang diakui unggul, sekolah berlabel elite tersebut memang punya kelemahan sendiri.
Salah satunya adalah kurangnya keberagaman tingkat sosial ekonomi siswa yang bisa bikin anak tak terekspos realitas di lapangan. Ini kemudian dibuktikan lewat sikap cenderung apatis dan tak peka yang ditunjukkan sejumlah figur publik dengan latar belakang sekolah elite.
Bagaimana sikap tersebut bisa terbentuk? Coba tonton film tentang sekolah elite yang pakai genre realisme berikut. Langsung melek, deh.
