Surabaya, IDN Times - "Kak, aku sudah ada di room Zoom, ya," begitulah isi pesan singkat saya kepada manajer Gina S. Noer menjelang interview yang kami lakukan pada Selasa (27/10/2026) lalu. Saat jam sudah menunjukkan pukul 09.35 WIB, wajah ramah Gina S. Noer dengan rambut bergelombang yang diurai pun muncul di depan layar laptop berukuran 16:9 inci milik saya.
Selama 30 menit, saya berbicang dengan Gina tentang perjalanan dan pengalamannya sehingga bisa menjadi salah satu sutradara, penulis naskah, dan produser perempuan yang diperhitungkan di Indonesia. Dukungan orang terdekat dan para senior yang sudah lebih dulu terjun ke industri perfilman menjadi penguat Gina untuk terus berkarier.
Menurut Gina, alih-alih diskriminasi, para sineas perempuan justru lebih sering dihadapkan dengan ekspektasi yang berbeda. Namun, apa yang Gina rasakan mungkin saja berbeda dengan sineas perempuan lain yang berada di koridor below the line, selain sutradara, penulis naskah, produser, hingga head of department lainnya.
Perbincangan saya dengan Gina akan segera dimulai. Siapkah popcorn-mu! Simak wawancara khusus IDN Times bersama Gina S. Noer, sutradara, penulis naskah, dan produser film Indonesia di program #COD (Cerita Orang Dalam)!
