Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hindia Debut Jadi Eksekutif Produser Film: Tegang tapi Excited!

Hindia Debut Jadi Eksekutif Produser Film: Tegang tapi Excited!
potret Hindia di acara pengumuman slate film 2026 Palari Films, Kamis (2/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Hindia resmi debut sebagai eksekutif produser film Menari dengan Bayangan, mengaku tegang namun antusias menghadapi pengalaman pertamanya di industri perfilman.
  • Ia menerima proyek ini karena disutradarai oleh Edwin, sosok yang sudah lama ia kagumi lewat karya-karya seperti Kabut Berduri dan Posesif.
  • Hindia sudah lama ingin albumnya diadaptasi ke format lain, dan kini album Menari dengan Bayangan hidup kembali dalam bentuk film setelah tujuh tahun dirilis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Hindia atau Baskara Putra, kini hadir sebagai eksekutif produser film Menari dengan Bayangan. Masuk dalam slate film 2026 Palari Films, film ini diadaptasi dari album perdananya yang dirilis pada 2019 lalu.

Menurut penjelasan Hindia, film Menari dengan Bayangan merupakan cerita orisinal yang terinspirasi dari hal-hal yang dibahas di albumnya. Ia juga memberikan sedikit bocoran bahwa cerita film akan mengikuti kisah coming of age dari anak-anak SMA.

Di sisi lain, keputusan Hindia terjun ke industri film tentu juga membuat penasaran banyak orang, terutama para penggemarnya. Lalu, apa alasan di balik keterlibatannya, dan bagaimana perasaan Hindia setelah debut sebagai Eksekutif Produser film Menari dengan Bayangan?

1. Debut sebagai eksekutif produser film Menari dengan Bayangan, Hindia ngaku tegang tapi excited

potret Hindia di acara pengumuman slate film 2026 Palari Films, Kamis (2/4/2026)
potret Hindia di acara pengumuman slate film 2026 Palari Films, Kamis (2/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam sesi doorstop interview bersama awak media, Hindia menjelaskan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya menjadi eksekutif produser film. Oleh sebab itu, ia merasa tegang tapi di sisi lain juga merasa excited.

“Jadi pengalaman pertama saya jadi eksekutif producer. Jadi tegang tapi excited,” kata Hindia saat dijumpai di Museum MACAN, AKR Tower, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Meski perasaannya bercampur aduk, Hindia meyakini bahwa proses produksi film Menari dengan Bayangan akan berjalan lancar karena didukung oleh tim produksi yang suportif. Sementara itu, saat ditanya terkait penerapan pengalaman bermusiknya dalam produksi film ini, Hindia mengakui bahwa ia masih belum tahu, terutama karena ini menjadi pengalaman pertamanya di bidang film.

“Jujur saya gak tahu karena ini adalah pengalaman pertama jadi executive producer. Jadi masih buta total,” lanjutnya.

2. Hindia terima project ini karena disutradarai oleh Edwin

potret Hindia di acara pengumuman slate film 2026 Palari Films, Kamis (2/4/2026)
potret Hindia di acara pengumuman slate film 2026 Palari Films, Kamis (2/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Saat mempresentasikan film Menari dengan Bayangan di hadapan awak media dan tamu undangan, Hindia mengungkapkan bahwa salah satu alasan ia tertarik untuk terlibat dalam project film ini karena disutradarai oleh Edwin.

“Jadi pas pertama kali diajakin proyek ini, waktu itu langsung dihubungi Mbak Dede, oleh Mas Eddy, kebetulan belum ngobrol panjang lebar, cuman mereka berdua langsung bilang ini director yang pegang, yang tertarik itu Mas Edwin. Dari situ aku gak mikir panjang langsung ngabarin ke tim,” ungkapnya.

Hindia mengaku bahwa ia sudah mengagumi gaya penyutradaraan Edwin sejak lama dan menyukai karya-karyanya, seperti Kabut Berduri dan Posesif.

“Aku suka sama style-nya mas Edwin dari dulu. Dari yang paling recent, misalnya Kabut Berduri sampai Posesif gitu. Sebagai sebuah cerita coming of age drama aja menurut aku menggigit banget dibanding cerita coming of age yang lain.”

3. Sudah lama berharap agar semua albumnya bisa berubah ke format lain

potret Hindia di acara pengumuman slate film 2026 Palari Films, Kamis (2/4/2026)
potret Hindia di acara pengumuman slate film 2026 Palari Films, Kamis (2/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Hindia menceritakan bahwa ia memang sudah lama menginginkan agar semua album miliknya bisa diadaptasi ke format lain, meskipun tidak harus diwujudkan dalam bentuk film.

“Gua dari dulu emang pengin semua album gua berubah bentuk, berubah format, tapi gak harus film sebenarnya,” kata Hindia.

Oleh karena itu, Hindia pun merasa bersyukur karena meskipun hampir berusia 7 tahun, kini album Menari dengan Bayangan akhirnya akan hidup kembali dalam format lain, yaitu film.

“Dia tuh rezekinya banyak ya. Album ini udah rilis kurang lebih 7 tahun. Tiba-tiba nyawanya diperpanjang lagi napasnya dengan bentuk film.”

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More