Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Buat Soundtrack Film Lastri, Dewi Gita: Awalnya Armand yang Diminta Bikin

Buat Soundtrack Film Lastri, Dewi Gita: Awalnya Armand yang Diminta Bikin
Dewi Gita di konferensi pers film "Lastri: Arwah Kembang Desa" di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Intinya Sih
  • Rumah produksi Abelle Pictures merilis OST film horor Lastri: Arwah Kembang Desa berjudul 'Jalir Janji' yang dibawakan Dewi Gita dan akan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026.
  • Awalnya tim produksi meminta Armand Maulana membuat lagu bernuansa tradisional, namun setelah berdiskusi, Dewi Gita memutuskan untuk mengambil alih proyek tersebut.
  • Dewi Gita membutuhkan lebih dari dua bulan untuk menemukan karakter musikal yang sesuai dengan sosok Lastri sebelum akhirnya menyelesaikan lagu bersama Zevan Susanto.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Rumah produksi Abelle Pictures resmi merilis original soundtrack (OST) untuk film debut mereka, Lastri: Arwah Kembang Desa. Lagu berjudul "Jalir Janji" dibawakan oleh Dewi Gita dan menjadi pengiring utama film horor yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026.

Mengusung nuansa pop-etnik dengan sentuhan instrumen tradisional, lagu tersebut ternyata memiliki cerita menarik di balik proses pembuatannya. Dewi Gita mengungkapkan, awalnya bukan dirinya yang diminta menggarap OST film, melainkan sang suami yang juga merupakan vokalis Gigi, Armand Maulana.

1. Soundtrack Lastri: Arwah Kembang Desa nyaris dibuat Armand Maulana

Soundtrack Lastri Arwah Kembang Desa nyaris dibuat Armand Maulana.jpg
Dewi Gita di konferensi pers film "Lastri: Arwah Kembang Desa" di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Dewi Gita menceritakan, tim produksi awalnya menghubunginya untuk meminta Armand Maulana menciptakan lagu tema film tersebut.

"'Teh, boleh dong suaminya bikin lagu buat soundtrack film, ya'," tiru Dewi saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).

Mendengar permintaan tersebut, Dewi langsung menjelaskan, Armand belum pernah secara khusus membuat lagu yang ditulis dari awal untuk kebutuhan sebuah film.

"Terus aku bilang, 'Kalau dia (Armand) bikin khusus untuk film, dia belum pernah,' setahu aku. Tapi kalau diambil (lagu) dari albumnya untuk film, udah beberapa kali. Tapi oke deh, aku tanyain dulu. Aku bilang gitu," lanjutnya.

2. Diminta membuat lagu bernuansa tradisional sesuai tema film

Diminta membuat lagu bernuansa tradisional sesuai tema film.jpg
Dewi Gita di konferensi pers film "Lastri: Arwah Kembang Desa" di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Permintaan tim produksi ternyata tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga menginginkan lagu dengan nuansa tradisional yang selaras dengan atmosfer film Lastri yang diangkat dari legenda urban asal Pati, Jawa Tengah.

"'Terus, Teh, jangan lupa tapi,' pesennya lagi nih, 'Ada tradisinya.' Hah? Belum pernah, tuh Armand Maulana tradisi-tradisian, yah. Setahu gua mah Dewi Gita yang tradisian mah, gitu kan?" candanya yang langsung disambut gelak tawa.

Setelah berdiskusi dengan sang suami dan mendapat jawaban bahwa Armand tidak mengambil proyek tersebut, Dewi akhirnya menawarkan diri untuk mencoba membuat lagunya sendiri.

"Terus akhirnya aku komunikasi lagi sama Bella, 'Terus Bel gimana kalau coba gue bikinin dulu. Dengerin aja dulu. Kalau cocok pakai. Kalau gak cocok gapapa'," tawar Dewi.

3. Dewi Gita akhirnya membuat lagu, butuh waktu lebih dari dua bulan

Dewi Gita akhirnya membuat lagu, butuh waktu lebih dari dua bulan.jpg
Dewi Gita di konferensi pers film "Lastri: Arwah Kembang Desa" di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Sebelum mulai menulis lagu, Dewi terlebih dahulu membaca sinopsis dan naskah film. Dari sana, ia berusaha memahami emosi yang dirasakan karakter Lastri agar dapat menerjemahkannya ke dalam musik.

"Saya berusaha untuk membawa seorang Lastri di lagu saya gitu kan. Sebulan dia (Bella) telepon, 'Teh udah jadi belum?' Belum. Itu ngebetot rohnya Lastri ke lagu saya tuh lama banget ya, pencariannya gitu kan. Dua bulan kemudian dia telepon lagi, 'Udah belum teh?' Belum'," jelasnya.

Baru setelah lebih dari dua bulan, Dewi merasa telah menemukan karakter musikal yang tepat untuk lagu tersebut. Bersama temannya, Zevan Susanto, ia kemudian menyusun komposisi dasar hingga proses produksinya berjalan relatif cepat.

"Prosesnya sebentar, ya hanya revisi di beberapa bagian. Karena untuk ngangkat di segmen biar horornya dapet, terus udah bungkus. Cuman ya lebih proses ke narik roh Lastri-nya di lagu itu," katanya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah

Related Articles

See More