Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Karakter yang Seharusnya Dibunuh oleh Luffy, tapi Tidak

7 Karakter yang Seharusnya Dibunuh oleh Luffy, tapi Tidak
Saint Charlos (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti kebiasaan Luffy yang tidak pernah membunuh musuhnya, melainkan menghancurkan ambisi mereka sebagai bentuk hukuman moral.
  • Tujuh karakter seperti Arlong, Enel, dan Saint Charlos disebut pantas dibunuh karena kekejaman ekstrem serta dampak buruk bagi orang lain.
  • Tulisan menegaskan filosofi Oda Sensei bahwa kehancuran impian lebih menyakitkan daripada kematian, mencerminkan nilai unik dunia One Piece.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Salah satu ciri khas Monkey D. Luffy yang paling menonjol adalah kebiasaannya untuk tidak pernah menghabisi nyawa musuh utamanya. Sang kapten Topi Jerami lebih memilih untuk sekadar menghancurkan ambisi mereka dan membiarkan mereka hidup dengan kekalahan tersebut.

Namun, tidak semua musuh pantas mendapatkan kesempatan kedua dari sang calon Raja Bajak Laut. Ada beberapa penjahat dengan tingkat kekejaman luar biasa yang membuat banyak penggemar merasa gemas. Mari kita bahas siapa saja karakter super menyebalkan yang seharusnya dilenyapkan saja oleh Luffy demi kebaikan dunia.

1. Arlong yang menindas desa Nami

Arlong
Arlong (dok. Toei Animation/One Piece)

Arlong menjajah Desa Cocoyasi selama bertahun-tahun dan membuat masa kecil Nami penuh penderitaan. Mengingat kekejaman dan sifat tiraninya, membiarkan manusia ikan ini hidup rasanya terlalu baik. Luffy memang menghancurkan markasnya, tapi Arlong sama sekali tidak menunjukkan penyesalan setelah memeras warga desa sekian lama.

2. Captain Kuro si pelayan licik

Captain Kuro
Captain Kuro (dok. Toei Animation/One Piece)

Kuro rela memalsukan kematiannya dan menyamar menjadi pelayan bertahun-tahun demi merampas harta Kaya. Ia bahkan menyusun rencana keji untuk membantai krunya sendiri tanpa ampun. Membiarkan Kuro pergi begitu saja terasa kurang sepadan dengan sifat manipulatifnya yang sangat berbahaya bagi orang di sekitarnya.

3. Wapol si raja egois dari Drum Kingdom

Wapol
Wapol (dok. Toei Animation/One Piece)

Mantan penguasa Drum Kingdom ini sangat mementingkan diri sendiri dan rela mengorbankan rakyatnya demi keselamatan pribadi. Ia juga menjadi dalang utama kematian tragis dokter Hiriluk yang berjasa bagi Chopper. Pukulan telak Luffy memang memuaskan, tapi membiarkan Wapol hidup sama saja memberi celah bagi penguasa korup ini untuk kembali berbuat jahat.

4. Enel yang mengklaim diri sebagai dewa

Enel
Enel (dok. Toei Animation/One Piece)

Enel adalah tiran kejam yang berniat menghancurkan seluruh penduduk Skypiea tanpa sisa. Beruntung tubuh karet Monkey D Luffy kebal terhadap serangan petir mematikan miliknya. Sayangnya, Enel berhasil melarikan diri ke bulan sehingga ia tetap menjadi ancaman jika suatu saat memutuskan kembali ke bumi.

5. Don Krieg sang bajak laut tak tahu diuntung

Don Krieg
Don Krieg (dok. Toei Animation/One Piece)

Bajak laut kejam ini tanpa ragu menyerang restoran Baratie meski Sanji sudah berbaik hati memberinya makan saat kelaparan. Sifat rakus akan kekuasaan membuat Krieg menghalalkan segala cara untuk menang. Mengingat sifat liciknya yang tidak tertolong, lenyapnya Krieg pasti akan membuat lautan menjadi tempat yang jauh lebih aman.

6. Bellamy yang arogan dan suka merendahkan mimpi

Bellamy
Bellamy (dok. Toei Animation/One Piece)

Bellamy awalnya sangat sombong dan menyerang Luffy secara fisik karena menganggap mimpi menemukan harta karun adalah hal konyol. Walau Oda Sensei memberinya perkembangan karakter di masa depan, banyak dari kamu mungkin merasa perubahan tersebut kurang masuk akal. Pukulan dari Luffy di Jaya sepertinya lebih pantas menjadi akhir mutlak bagi sosok arogan sepertinya.

7. Saint Charlos sang bangsawan dunia yang kejam

Charlos
Charlos (dok. Toei Animation/One Piece)

Charlos adalah simbol nyata kebusukan di dunia One Piece karena gemar menembak dan memperbudak warga sipil sesuka hatinya. Pukulan keras Luffy di Sabaody memang menjadi salah satu momen paling melegakan. Namun, membiarkan bangsawan semena-mena ini tetap bernapas rasanya sangat tidak adil bagi penderitaan para korban tak berdosa.

Prinsip kuat yang ditanamkan Oda Sensei memang unik, tetapi deretan karakter yang harusnya dibunuh oleh Luffy di atas sering kali membuat pembaca ikut emosi. Wajar banget jika kamu berharap para tiran kejam tersebut dilenyapkan secara permanen demi keamanan lautan. Namun, dunia One Piece rupanya lebih menonjolkan kehancuran impian musuh sebagai hukuman terberat, alih-alih saling bunuh-bunuhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Hype

See More