MV Part of Me - Katy Perry (youtube.com/channel/Katy Perry)
Pernyataan Katy Perry ternyata memunculkan pro dan kontra. Tak lama setelah unggahannya viral, Wakil Asisten Presiden Donald Trump, Kaelan Dorr, memberikan respons melalui media sosial. Ia membagikan cuplikan video musik "Part of Me" (2012), yang menampilkan Katy Perry menjalani pelatihan militer Amerika Serikat sebagai bagian dari alur cerita video tersebut.
"Apakah ini kamu?" tulis Dorr, menyindir kritik sang penyanyi.
Kontroversi ini muncul setelah militer AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada 23 Juli 2026, yang kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat Amerika Serikat melalui akun X.
Katy Perry bukanlah artis pertama yang memprotes penggunaan lagunya oleh pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya, Ariana Grande mengecam Gedung Putih karena menggunakan lagu "Bye" (2024) dalam video TikTok yang memperlihatkan agen ICE menangkap dan memborgol sejumlah orang.
Selain Ariana dan Katy, sejumlah musisi lain seperti Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Neil Young, hingga The Rolling Stones juga pernah menyampaikan keberatan karena lagu mereka digunakan untuk kepentingan politik atau pesan yang tidak mereka dukung.