Meskipun merupakan film orisinal, Digger masih mengunggulkan nama Tom Cruise, salah satu bintang film terbesar di dunia, dalam pemasarannya. Film ini bahkan disutradarai oleh Alejandro G. Iñárritu, pemenang dua kali Academy Award sebagai Sutradara Terbaik. Jadi, kenapa Digger hanya menghasilkan 8 juta dolar AS atau setara dengan Rp143 miliar pada akhir pekan pembukaannya, dan menjadi salah satu film gagal box office terbesar tahun 2026?
Kenapa Digger Gagal di Box Office? Jadi Film Terburuk Tom Cruise?

Take a Deeper Read
1. Kontroversi film Digger
Jujur aja nih, Digger memang menghadapi tantangan yang berat. Pasalnya, anggaran untuk film yang mengisahkan tentang taipan minyak Digger Rockwell (diperankan Tom Cruise) yang menyebabkan bencana lingkungan ini, berkisar antara 160 hingga 180 juta dolar AS (Rp2,8 triliun hingga Rp3,2 triliun), seperti yang dikutip Variety. Anggaran sebesar ini sama seperti film-film superhero. Sayangnya, Digger gak semenarik film superhero. Di samping itu, kekuatan Digger hanya terletak pada Tom Cruise.
Adapun, kegagalan box office-nya diperparah karena Digger ditarik dari bioskop Hong Kong dan Macau. Juga, gak didistribusikan di China daratan. Hal ini terjadi karena adanya dialog sensitif yang dinilai menyinggung negara tersebut.
2. Iklan Digger bikin bingung dan membuat pendapat orang terpecah belah
Kemenangan besar untuk akhir pekan pada 2 Oktober 2026 adalah Verity, film yang dibintangi Dakota Johnson dan Anne Hathaway. Film thriller yang menggugah minat penonton ini meraup 32,6 juta dolar AS (Rp583 miliar). Ada pula film-film yang masih tayang seperti Resident Evil, Heart of the Beast, dan Primetime, yang menjadi pilihan penonton.
Meskipun Verity juga gak mendapat ulasan yang bagus dari kritikus, tapi penonton dibuat penasaran dengan film tersebut lewat trailer-nya yang heboh itu. Nah, Digger justru sengaja merahasiakan banyak hal. Dalam trailer Digger, kita cuma dikasih tahu penampilan yang sangat berbeda dari Tom Cruise.
Yap, kita biasanya melihat Tom Cruise melakukan aksi berbahaya, tapi dalam trailer Digger, ia justru mengenakan riasan orang tua dan memanipulasi bencana untuk keuntungannya sendiri. Kita juga dikasih tahu kalau Digger merupakan satire kerusakan lingkungan. Namun, saat diiklankan, ada sesuatu yang penting yang sengaja disembunyikan untuk memicu rasa penasaran (reverse psychology).
Pada akhirnya, film ini dikomentari dengan berbagai perbedaan pendapat. Sebab, banyak iklan Digger yang keluar pada akhir pekan pembukaan berfokus pada opini yang terpolarisasi. Ini strategi yang berani, tapi justru gak berjalan dengan baik, terutama karena iklan-iklan itu muncul ketika film tersebut sudah diputar di bioskop.
3. Ulasan kritikus tentang Digger membuat penonton ragu menonton Digger
Tentu saja, kegagalan Digger diperparah dengan ulasan kritikus yang bisa dibilang terpecah belah. Pendapat mereka sangat beragam, ada yang menganggapnya sebagai malapetaka bagi karier Tom Cruise dan Alejandro G. Iñárritu. Tapi, ada pula yang menganggapnya sebagai film yang unik, ambisius, dan berani. Jadi, siapa yang mau menonton suatu film jika kita gak yakin dengan apa yang mau kita tonton?
Digger adalah film yang berani mengambil konsekuensi besar dan hal ini patut diapresiasi. Namun, penonton agaknya lebih menyukai Digger ketimbang kritikus jika dilihat dari skor Rotten Tomatoes. Mungkinkah promosi dari mulut ke mulut lebih membantu ketimbang apa yang kita lihat dari trailer-nya? Yap, mungkin aja.
Tapi gak ada salahnya banget, lho, kalau kamu mau nonton Digger. Film ini juga gak kalah serunya, kok. Film ini akan ngasih kamu perspektif yang berbeda tentang kapitalisme dan kerusakan alam yang dibumbui dengan lelucon.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Penjelasan Ending Film Digger dan Dua Plot Twist di Dalamnya07 Oct 2026, 14:57 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- 5 Film Mirip Digger Ini Penuh Sindiran Cerdas dan Menohok, Satir Abis!07 Oct 2026, 11:19 WIB