Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Digger Gagal di Box Office? Jadi Film Terburuk Tom Cruise?

3 min read
Kenapa Digger Gagal di Box Office? Jadi Film Terburuk Tom Cruise?
Digger (dok. Warner Bros. Pictures/Digger)
  • Digger hanya meraup 8 juta dolar AS pada debutnya, meski beranggaran 160–180 juta dolar AS dan dibintangi Tom Cruise; penarikannya di Hong Kong-Macau serta absennya di China mempersempit distribusi.
  • Promosi yang merahasiakan banyak elemen cerita, menonjolkan transformasi Tom Cruise, dan memakai opini terpolarisasi dinilai membingungkan penonton, terutama saat bersaing dengan Verity serta film lain.
  • Ulasan kritikus yang terbelah—antara menyebutnya malapetaka dan film ambisius—membuat calon penonton ragu, walau skor penonton Rotten Tomatoes disebut lebih baik dibanding respons kritikus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meskipun merupakan film orisinal, Digger masih mengunggulkan nama Tom Cruise, salah satu bintang film terbesar di dunia, dalam pemasarannya. Film ini bahkan disutradarai oleh Alejandro G. Iñárritu, pemenang dua kali Academy Award sebagai Sutradara Terbaik. Jadi, kenapa Digger hanya menghasilkan 8 juta dolar AS atau setara dengan Rp143 miliar pada akhir pekan pembukaannya, dan menjadi salah satu film gagal box office terbesar tahun 2026?

  1. 1. Kontroversi film Digger

    Digger
    Digger (dok. Warner Bros. Pictures/Digger)

    Jujur aja nih, Digger memang menghadapi tantangan yang berat. Pasalnya, anggaran untuk film yang mengisahkan tentang taipan minyak Digger Rockwell (diperankan Tom Cruise) yang menyebabkan bencana lingkungan ini, berkisar antara 160 hingga 180 juta dolar AS (Rp2,8 triliun hingga Rp3,2 triliun), seperti yang dikutip Variety. Anggaran sebesar ini sama seperti film-film superhero. Sayangnya, Digger gak semenarik film superhero. Di samping itu, kekuatan Digger hanya terletak pada Tom Cruise.

    Adapun, kegagalan box office-nya diperparah karena Digger ditarik dari bioskop Hong Kong dan Macau. Juga, gak didistribusikan di China daratan. Hal ini terjadi karena adanya dialog sensitif yang dinilai menyinggung negara tersebut.

  2. 2. Iklan Digger bikin bingung dan membuat pendapat orang terpecah belah

    Digger
    Digger (dok. Warner Bros. Pictures/Digger)

    Kemenangan besar untuk akhir pekan pada 2 Oktober 2026 adalah Verity, film yang dibintangi Dakota Johnson dan Anne Hathaway. Film thriller yang menggugah minat penonton ini meraup 32,6 juta dolar AS (Rp583 miliar). Ada pula film-film yang masih tayang seperti Resident Evil, Heart of the Beast, dan Primetime, yang menjadi pilihan penonton.

    Meskipun Verity juga gak mendapat ulasan yang bagus dari kritikus, tapi penonton dibuat penasaran dengan film tersebut lewat trailer-nya yang heboh itu. Nah, Digger justru sengaja merahasiakan banyak hal. Dalam trailer Digger, kita cuma dikasih tahu penampilan yang sangat berbeda dari Tom Cruise.

    Yap, kita biasanya melihat Tom Cruise melakukan aksi berbahaya, tapi dalam trailer Digger, ia justru mengenakan riasan orang tua dan memanipulasi bencana untuk keuntungannya sendiri. Kita juga dikasih tahu kalau Digger merupakan satire kerusakan lingkungan. Namun, saat diiklankan, ada sesuatu yang penting yang sengaja disembunyikan untuk memicu rasa penasaran (reverse psychology).

    Pada akhirnya, film ini dikomentari dengan berbagai perbedaan pendapat. Sebab, banyak iklan Digger yang keluar pada akhir pekan pembukaan berfokus pada opini yang terpolarisasi. Ini strategi yang berani, tapi justru gak berjalan dengan baik, terutama karena iklan-iklan itu muncul ketika film tersebut sudah diputar di bioskop.

  3. 3. Ulasan kritikus tentang Digger membuat penonton ragu menonton Digger

    Digger
    Digger (dok. Warner Bros. Pictures/Digger)

    Tentu saja, kegagalan Digger diperparah dengan ulasan kritikus yang bisa dibilang terpecah belah. Pendapat mereka sangat beragam, ada yang menganggapnya sebagai malapetaka bagi karier Tom Cruise dan Alejandro G. Iñárritu. Tapi, ada pula yang menganggapnya sebagai film yang unik, ambisius, dan berani. Jadi, siapa yang mau menonton suatu film jika kita gak yakin dengan apa yang mau kita tonton?

    Digger adalah film yang berani mengambil konsekuensi besar dan hal ini patut diapresiasi. Namun, penonton agaknya lebih menyukai Digger ketimbang kritikus jika dilihat dari skor Rotten Tomatoes. Mungkinkah promosi dari mulut ke mulut lebih membantu ketimbang apa yang kita lihat dari trailer-nya? Yap, mungkin aja.

    Tapi gak ada salahnya banget, lho, kalau kamu mau nonton Digger. Film ini juga gak kalah serunya, kok. Film ini akan ngasih kamu perspektif yang berbeda tentang kapitalisme dan kerusakan alam yang dibumbui dengan lelucon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More