Lady Gaga dalam video music "Runway" (YouTube.com/Lady Gaga)
Bahkan, jauh sebelum konser Coldplay dan Andrea Bocelli, konser Lady Gaga yang bertajuk “The Born This Way Ball” juga pernah menghadapi gelombang penolakan. Namun, pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, tersebut akhirnya dibatalkan meski 52 ribu tiket dilaporkan telah terjual.
Saat itu, penolakan terutama datang dari Front Pembela Islam (FPI). Mereka mempersoalkan gaya berpakaian, koreografi, serta penampilan Lady Gaga yang dianggap bertentangan dengan norma agama dan budaya Indonesia. FPI bahkan mengancam akan menghadang kedatangan sang penyanyi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta jika konser tetap digelar.
Situasi semakin rumit setelah Polda Metro Jaya menyatakan tidak merekomendasikan penerbitan izin konser. Pada 27 Mei 2012, konser tersebut pun akhirnya diumumkan batal digelar dengan mempertimbangkan alasan keamanan.
Itu dia tiga konser musisi internasional yang pernah diwarnai aksi demonstrasi di Jakarta. Beragam peristiwa tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan konser tidak hanya melibatkan musisi dan penonton, tetapi juga berbagai dinamika di tengah masyarakat. Respons publik, kebebasan berekspresi, hingga pertimbangan keamanan menjadi bagian dari tantangan dalam menghadirkan pertunjukan musik internasional.