Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu Ballad Era 1990-an yang Bikin Ingin Kembali ke Masa Lalu
Mariah Carey (Instagram.com/mariahcarey)
  • Ballad era 1990-an menonjol lewat emosi besar, aransemen megah, vokal sebagai pusat perhatian, serta durasi panjang yang tetap membekas hingga kini.
  • Celine Dion, Mariah Carey, dan Whitney Houston menghadirkan ballad dramatis bertema cinta, keberanian, harapan, doa, serta kekuatan diri melalui vokal yang kuat.
  • Paula Cole dan Seal menawarkan nostalgia berbeda lewat melankoli, tema serial televisi, serta perpaduan pop, soul, rock, dan orkestra yang romantis-misterius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Era 1990-an punya warna tersendiri dalam dunia musik, terutama ketika berbicara soal lagu ballad. Pada masa itu, penyanyi tidak ragu menyajikan lagu dengan emosi yang besar, aransemen megah, dan vokal yang benar-benar menjadi pusat perhatian. Tidak sedikit lagu yang durasinya panjang, penuh dramatisasi, tetapi justru itulah yang membuatnya begitu berkesan.

Menariknya, beberapa ballad dari era tersebut masih terdengar kuat sampai sekarang. Lagu-lagu ini bukan cuma mengandalkan melodi indah, tetapi juga mampu membawa pendengar kembali pada suasana ketika musik pop terasa sangat emosional dan tidak takut menjadi sentimental. Kalau punya mesin waktu, mungkin kembali ke era 1990-an untuk menyaksikan lagu-lagu ini berjaya bukanlah ide yang buruk.

1. “It’s All Coming Back to Me Now” — Celine Dion (1996)

Celine Dion memang punya banyak lagu ikonik pada era 1990-an, tetapi “It’s All Coming Back to Me Now” berada di level yang berbeda. Lagu ini benar-benar tidak malu menunjukkan emosi secara maksimal, mulai dari aransemen megah sampai vokal Celine yang terdengar penuh tenaga. Setiap bagian lagunya terasa seperti sedang membangun sebuah adegan dramatis dalam film romantis.

Lagu tersebut juga menjadi pengingat ketika penyanyi pop masih berani membawakan ballad yang panjang dan penuh perasaan tanpa khawatir dianggap terlalu berlebihan. Celine menyanyikannya seolah seluruh kisah cinta dalam hidupnya sedang dipertaruhkan dalam satu penampilan. Mendengarkannya sekarang bisa membuat pendengar membayangkan seperti apa rasanya menikmati lagu ini ketika pertama kali populer pada 1996.

2. “Hero” — Mariah Carey (1993)

“Hero” merupakan salah satu lagu Mariah Carey yang berhasil membuktikan bahwa sebuah ballad tidak harus rumit untuk terasa sangat kuat. Melodinya relatif sederhana, tetapi pesan yang dibawakan begitu menyentuh banyak orang. Ditambah kemampuan vokal Mariah yang luar biasa, lagu ini berubah menjadi sebuah anthem tentang keberanian dan menemukan kekuatan dari dalam diri sendiri.

Tidak heran jika “Hero” tetap dikenal bahkan oleh orang yang tidak tumbuh besar pada era 1990-an. Ada sesuatu yang khas dari cara lagu ini dibangun. Aransemennya perlahan berkembang, lalu memberikan ruang bagi vokal Mariah untuk menjadi pusat perhatian tanpa terdengar berlebihan. Gaya seperti ini cukup sulit ditemukan dalam musik pop modern yang sering mengandalkan produksi lebih padat dan format yang serba singkat.

3. “When You Believe” — Mariah Carey & Whitney Houston (1998)

Kalau membicarakan duet ballad terbaik sepanjang masa, “When You Believe” hampir mustahil untuk dilewatkan. Lagu yang dinyanyikan Mariah Carey dan Whitney Houston ini mempertemukan dua vokalis dengan karakter suara yang sangat kuat dalam satu karya. Keduanya membawakan lagu dengan tema tentang harapan, doa, dan keyakinan untuk terus bertahan ketika keadaan terasa sulit.

Hal paling menarik tentu saja ketika suara Mariah dan Whitney mulai berpadu di bagian-bagian penting lagu. Masing-masing sebenarnya sudah mampu membuat sebuah ballad terdengar luar biasa, tetapi ketika digabungkan, kekuatan vokal mereka terasa semakin monumental. Lagu ini juga menjadi salah satu contoh ketika musik pop 1990-an berani menghadirkan duet superstar dengan produksi yang megah dan emosional.

4. “I Don’t Want to Wait” — Paula Cole (1997)

“I Don’t Want to Wait” menawarkan jenis nostalgia berbeda. Lagu ini tidak mengandalkan dramatisasi vokal sebesar Celine Dion atau Mariah Carey, tetapi memiliki suasana melankolis yang kuat dan mudah menempel di kepala. Melodinya terdengar sederhana sekaligus emosional, sementara suara Paula Cole memberikan kesan seperti seseorang yang sedang berbicara langsung tentang berbagai pertanyaan dalam hidup.

Lagu ini kemudian semakin lekat dengan budaya pop 1990-an karena digunakan sebagai lagu tema serial Dawson’s Creek. Ada nuansa hangat sekaligus sedikit getir dalam lagu tersebut yang membuatnya terasa sangat khas. Mendengarkannya sekarang bisa mengingatkan pada era ketika lagu tema televisi mampu menjadi hit tersendiri dan ikut membentuk identitas sebuah serial.

5. “Kiss from a Rose” — Seal (1994)

“Kiss from a Rose” milik Seal adalah salah satu lagu yang punya aura misterius sekaligus romantis. Aransemen orkestranya terdengar megah, tetapi tetap menyisakan ruang bagi vokal Seal yang khas dan penuh karakter. Ada kesan dramatis yang kuat sejak awal hingga akhir, seolah pendengar sedang berada di tengah sebuah kisah cinta yang penuh teka-teki.

Keunikan lagu ini juga terletak pada atmosfernya yang sulit dikategorikan secara sederhana. Ada unsur pop, soul, rock, dan sentuhan orkestral yang berpadu menjadi sesuatu yang sangat berbeda dari lagu romantis pada umumnya.“Kiss from a Rose” menjadi bukti bahwa ballad 1990-an tidak selalu harus terdengar manis untuk bisa membekas di hati.

Lagu-lagu ballad era 1990-an menunjukkan betapa beraninya musik pada masa itu dalam mengekspresikan emosi. Kalau bisa menggunakan mesin waktu, lagu ballad 1990-an mana yang paling ingin kamu dengarkan langsung di eranya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article