Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Lagu Rock Klasik yang Nyaris Jatuh ke Tangan Musisi Lain
David Bowie (facebook.com/David Bowie)
  • David Bowie sempat menawarkan 'Golden Years' kepada Elvis Presley, tetapi penolakan itu membuat Bowie merekam sendiri lagu yang kemudian menembus 10 besar Inggris dan Billboard.

  • 'What’s Love Got to Do with It' ditolak Cliff Richard dan tak dilanjutkan Bucks Fizz sebelum menjadi hit nomor satu Billboard bagi Tina Turner pada 1984.

  • Simple Minds, Starship, Stevie Wonder, dan Bruce Springsteen memopulerkan lagu yang awalnya ditolak, direncanakan untuk musisi lain, atau hampir dirilis lebih dahulu oleh pihak lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebuah lagu bisa menjadi sangat ikonik karena suara khas penyanyinya, aransemen musik mudah dikenali, atau emosi yang berhasil disampaikan melalui liriknya. Namun, tidak semua lagu terkenal sejak awal memang ditujukan untuk musisi yang akhirnya membawakannya. Bahkan ada beberapa lagu rock klasik yang justru sempat ditawarkan pada penyanyi lain sebelum menemukan sosok yang tepat untuk mempopulerkannya.

Menariknya, beberapa lagu tersebut hampir saja memiliki warna musik dan perjalanan karier yang berbeda. Ada yang ditolak oleh musisi ternama, ada pula yang awalnya direncanakan sebagai proyek kolaborasi sebelum akhirnya dirilis oleh penciptanya sendiri. Berikut enam lagu rock klasik yang nyaris jatuh ke tangan musisi lain, tetapi kemudian dikenal luas lewat versi yang kita dengar sekarang.

1. David Bowie – 'Golden Years'

David Bowie merilis 'Golden Years' melalui album Station to Station pada 1976. Lagu dengan sentuhan funk yang kuat ini berhasil menarik perhatian pendengar dan mencapai posisi kedelapan di tangga lagu Inggris serta peringkat ke-10 di Billboard Hot 100. Namun, ada kisah menarik di balik proses terciptanya lagu tersebut. Bowie ternyata sempat membayangkan lagu ini dibawakan oleh salah satu idolanya, yaitu Elvis Presley.

Menurut biografi Bowie berjudul Strange Fascination karya David Buckley, Bowie bahkan pernah mengirimkan demo 'Golden Years' kepada manajer Presley, Colonel Tom Parker. Sayangnya, tawaran tersebut tidak diterima, sehingga Bowie akhirnya merekamnya sendiri. Keputusan itu terbukti tepat karena versi Bowie menjadi salah satu lagu yang dikenang dari era tersebut.

2. Tina Turner – 'What's Love Got to Do with It'

'What's Love Got to Do with It' menjadi salah satu lagu paling terkenal dalam karier Tina Turner. Dirilis pada 1984, lagu ini berhasil menduduki posisi pertama Billboard Hot 100 dan masuk jajaran 10 besar di berbagai negara. Perpaduan vokal Turner yang kuat dengan nuansa pop-rock yang emosional membuat lagu ini begitu melekat di ingatan pendengar. Akan tetapi, Turner bukanlah penyanyi pertama yang mendapat kesempatan untuk membawakannya.

Lagu ciptaan Graham Lyle dan Terry Britten tersebut awalnya ditawarkan kepada penyanyi Inggris Cliff Richard, tetapi ia menolaknya. Setelah itu, grup Bucks Fizz, yang dikenal sebagai pemenang Eurovision, sempat merekam versi demo sebelum proyeknya tidak dilanjutkan. Barulah kemudian lagu tersebut sampai ke tangan Turner dan menjadi hit besar yang mengukuhkan kebangkitannya sebagai penyanyi solo.

3. Simple Minds – 'Don't You (Forget About Me)'

'Don't You (Forget About Me)' dari Simple Minds mungkin sudah menjadi lagu yang sulit dipisahkan dari film The Breakfast Club (1985). Lagu ini ditulis oleh Keith Forsey dan Steve Schiff untuk film drama remaja garapan John Hughes tersebut. Setelah dirilis, lagu itu meraih posisi pertama Billboard Hot 100 pada Mei 1985 dan membantu memperkenalkan band asal Skotlandia tersebut kepada pendengar internasional.

Simple Minds ternyata sempat menolak tawaran untuk merekamnya. Band tersebut awalnya merasa lebih baik berfokus pada lagu-lagu ciptaan mereka sendiri. Bryan Ferry dari Roxy Music juga dikabarkan menolak tawaran tersebut karena keterbatasan waktu, sementara Billy Idol disebut-sebut turut melewatkan kesempatan itu. Simple Minds bersedia merekamnya setelah mendapat dorongan dari Chrissie Hynde, istri vokalis Jim Kerr saat itu.

4. Starship – 'We Built This City'

'We Built This City' merupakan salah satu hit terbesar Starship, meskipun reputasinya cukup unik di kalangan pencinta musik. Namun, sebagian pendengar menyukai nuansa soft rock dan melodinya yang mudah diingat, sedangkan sebagian lainnya justru menganggap lagu ini terlalu komersial. Lagu tersebut dirilis pada 1985, ketika Starship mulai membangun identitas baru setelah perubahan panjang dari Jefferson Airplane menjadi Jefferson Starship.

Namun, sebelum dikenal lewat suara Starship, lagu ini sempat ditawarkan kepada penyanyi lain. 'We Built This City' ditulis oleh Martin Page dan Bernie Taupin, yang dikenal lewat kolaborasinya dengan Elton John. Lagu tersebut awalnya dikirim kepada Martha Davis, vokalis grup new wave The Motels, dengan harapan ia akan menyelesaikan versi lagu yang saat itu belum sepenuhnya rampung. Davis menolak kesempatan tersebut, lalu materi lagunya diberikan kepada produser Peter Wolf untuk diolah lebih lanjut hingga menjadi versi yang dikenal sekarang.

5. Stevie Wonder – 'Superstition'

Stevie Wonder merekam 'Superstition' untuk album Talking Book yang dirilis pada 1972. Dengan permainan keyboard yang khas, lagu ini menjadi salah satu karya paling terkenal dalam katalog musiknya. 'Superstition' bahkan berhasil mencapai posisi pertama Billboard Hot 100. Namun, lagu tersebut sebenarnya memiliki hubungan erat dengan gitaris legendaris Inggris, Jeff Beck, yang nyaris merilis versinya lebih dahulu.

Saat bekerja bersama Wonder sebagai pemain sesi, Beck ikut terlibat dalam pengembangan demo awal lagu tersebut. Rencananya, Beck akan merekam 'Superstition' untuk album grup Beck, Bogert & Appice. Namun, karena jadwal perilisan album itu tertunda, Wonder akhirnya merilis versinya lebih dulu dan lagu tersebut langsung sukses besar. Versi Beck baru dirilis pada tahun berikutnya.

6. Bruce Springsteen – 'Cover Me'

Bruce Springsteen dikenal dengan lagu-lagu rock penuh energi, tetapi juga mampu menyampaikan emosi secara kuat melalui lirik dan vokalnya. 'Cover Me' menjadi salah satu lagu dalam album suksesnya, Born in the U.S.A., yang dirilis pada 1984. Dengan tempo sedang dan nuansa rock yang intens, lagu ini terasa sangat cocok dengan karakter musikal Springsteen.

Meski begitu, ia sebenarnya menulis lagu tersebut dengan membayangkan penyanyi lain yang akan membawakannya. Springsteen awalnya menciptakan 'Cover Me' untuk Donna Summer. Namun, manajernya, Jon Landau, mendorong Springsteen untuk merekam lagu tersebut sendiri. Keputusan itu membuat 'Cover Me' menjadi bagian dari album yang sangat sukses dan kemudian disukai banyak penggemarnya.

Perjalanan sebuah lagu menuju kesuksesan tidak selalu berjalan lurus. Menurutmu lagu mana yang paling menarik jika dibayangkan dibawakan oleh musisi yang awalnya hampir mendapatkannya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article