Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lyodra Akui Pernah Pura-pura Kuat, Kini Pilih Jujur meski Sakit

Lyodra Akui Pernah Pura-pura Kuat, Kini Pilih Jujur meski Sakit
potret Lyodra di kantor IDN, Senin (27/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Lyodra merilis single terbaru berjudul “Pura Pura”, hasil kolaborasi pertamanya dengan Andmesh Kamaleng, yang resmi diluncurkan pada 30 April 2026.
  • Dalam wawancara, Lyodra mengakui pernah berpura-pura kuat di depan banyak orang, namun kini memilih untuk jujur terhadap perasaannya meski terasa menyakitkan.
  • Lagu “Pura Pura” membawa pesan agar pendengar berani melepaskan hal atau seseorang yang tidak lagi baik, demi memberi ruang bagi hal positif dalam hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesLyodra Ginting kembali merilis single terbaru berjudul “Pura Pura”. Lagu ini resmi dirilis pada Kamis (30/4/2026) dan terasa istimewa baginya karena tercatat sebagai karya kolaborasi pertamanya dengan Andmesh Kamaleng yang bertindak sebagai pencipta lagu.

Dalam agenda media visit di kantor IDN, Senin (27/4/2026), Lyodra antusias menjelaskan tentang pesan yang ingin disampaikan lewat lagu barunya tersebut. Di tengah perbincangan kami, Lyodra mengungkap bahwa ia pun pernah bersikap pura-pura kuat di hadapan banyak orang. Padahal faktanya, ia tidak selalu baik-baik saja. Yuk, ikuti cerita Lyodra berikut ini!

1. Lyodra akui pernah pura-pura kuat di depan banyak orang, padahal kenyataannya tidak selalu baik-baik saja

Seorang perempuan berambut panjang mengenakan atasan tanpa lengan bergaris biru dan celana putih duduk di dekat jendela dengan latar gedung dan pepohonan.
potret Lyodra di kantor IDN, Senin (27/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam wawancara kami yang berlangsung sekitar 30 menit, Lyodra Ginting mengakui pernah berada di fase harus terlihat kuat di depan banyak orang. Sambil tertawa terbahak-bahak, Lyodra bergumam, “Hari-hari itu mah.” Lalu ia dengan cepat mengklarifikasi bahwa sebenarnya kondisinya tidak separah yang dibayangkan, “Gak, gak, gak, gak separah itu.”

Lyodra pun mulai serius menjelaskan, memang ada saat-saat di mana ia harus berpura-pura kuat, terlihat baik-baik saja, dan seolah semuanya terkendali. Padahal kenyataannya tidak demikian. Namun, seiring waktu, ia akhirnya merasa lelah sendiri, meski sudah berusaha menjalaninya dengan santai.

“Tapi ya ada momen di mana kita harus kayak pura-pura kuat, pura-pura strong, pura-pura oke. Padahal sebenarnya gak. Capek sih lama-lama begitu. Cuma gak apa-apa,” kata Lyodra.

2. Pilih jujur sama perasaan, meski sakit

Seorang perempuan berambut panjang duduk di tangga dalam ruangan modern dengan jendela besar dan pemandangan gedung di luar.
potret Lyodra di kantor IDN, Senin (27/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Menurut Lyodra, bagian tersulit dari berpura-pura kuat adalah menerima kenyataan. Ia menjelaskan, bersikap jujur memang sering kali terasa menyakitkan sehingga banyak orang memilih menutupi perasaan mereka.

Padahal, keinginan untuk mengungkapkan apa yang dirasakan kerap tertahan dan sulit disampaikan secara langsung. Hal ini pun membuat situasinya menjadi serba sulit. Kendati demikian, penyanyi asal Medan tersebut menegaskan, kejujuran tetap menjadi hal yang penting, meski terasa sulit untuk dilakukan. Menurutnya, membiasakan diri untuk jujur terhadap perasaan sendiri justru dapat mencegah luka yang lebih dalam di kemudian hari.

“Sesakit apa pun kalau jujur tuh gak apa-apa. Daripada sembunyi tapi kita yang sakit, kita yang batin. Jadi mending jujur walaupun sakit kalau aku sekarang. Kalau dulu mungkin sembunyi-sembunyi. Sekarang makin bertumbuh, makin dewasa, makin ngerti. Udah gak mau lagi sakit-sakit,” lanjutnya.

3. Ungkap pesan yang ingin disampaikan lewat lagu Pura Pura

Seorang perempuan berambut panjang mengenakan atasan garis-garis dan celana putih duduk di dekat jendela dengan latar gedung dan pepohonan.
potret Lyodra di kantor IDN, Senin (27/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Pengalaman pura-pura kuat yang dirasakan Lyodra itu juga tergambar dalam lagu “Pura Pura”. Melalui lagu tersebut, ia ingin menyampaikan pesan kepada pendengarnya agar tidak takut melepaskan seseorang atau sesuatu yang dirasa sudah tidak lagi baik.

“Jangan pernah takut ngelepasin seseorang atau sesuatu yang kurang baik,” tutur Lyodra dengan nada yang serius.

Ia menambahkan, dengan berani menolak hal yang dirasa tidak sehat, kita justru memberi ruang bagi hal-hal yang lebih baik untuk datang dalam hidup kita.

“Aku selalu percaya kalau misalnya emang sudah tidak baik dan tidak mendukung, lingkungannya juga sudah tidak suportif mungkin, aku pernah takut untuk bilang gak juga, gak apa-apa bilang gak dan nanti akan digantikan dengan yang jauh lebih baik.”

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Related Articles

See More