5 Musisi Fiksi yang Cocok Mengisi Soundtrack Piala Dunia 2026

- Artikel membahas lima musisi fiksi dari film dan animasi yang dianggap cocok mengisi soundtrack Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
- SpongeBob, The Blues Brothers, Gazelle, School of Rock, serta HUNTR/X dipilih karena lagu-lagu mereka mencerminkan semangat kemenangan, persatuan, dan perjuangan khas turnamen sepak bola dunia.
- Masing-masing musisi fiksi menawarkan genre berbeda—dari rock hingga KPop—yang dinilai mampu memeriahkan pembukaan maupun penutupan Piala Dunia 2026 dengan energi positif dan pesan inspiratif.
Piala Dunia 2026 bukan hanya soal pertandingan sepak bola antarnegara yang kompetitif dan penuh drama. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut juga membawa berbagai lagu yang ikut memeriahkan atmosfer Piala Dunia 2026. Mulai dari Shakira sampai Lisa BLACKPINK, para musisi tersebut telah mempersembahkan karya terbaik mereka yang masuk dalam album soundtrack resmi turnamen.
Namun, tak hanya musisi ternama dari dunia nyata yang layak meramaikan Piala Dunia 2026. Dari berbagai film live action sampai animasi, kelima musisi fiksi berikut bisa menjadi kandidat yang tepat untuk mengisi album soundtrack pesta sepak bola terbesar. Lantas, siapa saja musisi fiksi yang dapat menghidupkan atmosfer Piala Dunia 2026?
1. SpongeBob membawa euforia kemenangan lewat "Sweet Victory"

Sebagai karakter utama dalam serial kartun SpongeBob Squarepants (1999—sekarang), SpongeBob lebih sering dikenal dengan tingkahnya yang kocak, nyeleneh, dan mengundang tawa penonton. Namun, melalui episode berjudul Band Geeks, kamu akan diperlihatkan apa jadinya ketika SpongeBob menjadi penyanyi sekaligus pemimpin band. Singkat cerita, episode ini memperlihatkan SpongeBob yang memimpin Bikini Bottom Super Band untuk tampil membawakan lagu "Sweet Victory" di ajang olahraga fiktif Bubble Bowl.
Bagi kamu yang pernah menonton episode legendaris tersebut, mungkin masih terngiang-ngiang melodi serta nuansa kemenangannya yang terdengar begitu kuat. Usut punya usut, SpongeBob pernah membawakan "Sweet Victory" dalam segmen pembuka di Super Bowl LVIII, yaitu ajang kejuaraan National Football League (NFL). Melalui lagunya yang sarat akan tema kemenangan, SpongeBob bersama Bikini Bottom Super Band bisa menjadi salah satu performer untuk menutup Piala Dunia 2026 dengan megah.
2. The Blues Brothers, ikon musisi fiksi Amerika Utara di Piala Dunia 2026

The Blues Brothers (1980) merupakan film komedi musikal yang memperkenalkan The Blues Brothers, duo musisi legendaris beranggotakan Jake Blues (John Belushi) dan Elwood Blues (Dan Aykroyd). Band ini awalnya diciptakan sebagai bahan lelucon dalam acara Saturday Night Live. Seiring waktu, kisah mereka kemudian diangkat ke layar lebar lewat The Blues Brothers yang mengikuti perjalanan Jake dan Elwood dalam misi menyatukan kembali para anggota band lama.
Karena Piala Dunia 2026 diselenggarakan di tiga negara di kawasan Amerika Utara, The Blues Brothers sangat pantas untuk hadir di atas panggung. Apalagi, lagu-lagu ikonik mereka, sebut saja "Soul Man" dan "Everybody Needs Somebody to Love", berhasil memadukan nuansa genre soul, blues, dan jazz, yang begitu identik dengan musik dari Amerika Utara. Kalau band legendaris tersebut masih aktif sampai sekarang, The Blue Brothers bisa menjadi salah satu penampil untuk memeriahkan upacara pembukaan Piala Dunia 2026.
3. Gazelle memiliki lagu yang sesuai dengan vibes Piala Dunia 2026

Gazelle memang bukan karakter utama dalam film Zootopia (2016) maupun Zootopia 2 (2025), tetapi kehadirannya tetap sukses mencuri perhatian karena pesonanya yang memikat. Ia diceritakan sebagai seorang pop superstar sekaligus selebriti paling populer di kota Zootopia yang menjadi idola banyak hewan, tak terkecuali Judy Hopps. Sebagai seekor herbivora, Gazelle dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan kesetaraan dan persatuan melalui lagu-lagu yang dibawakannya.
Hingga Zootopia 2, Gazelle telah menyanyikan "Try Everything" yang mengusung pesan pantang menyerah serta "Zoo" yang menonjolkan keberagaman. Kedua lagu ini terdengar cocok jika dibawakan di acara pembukaan maupun penutupan Piala Dunia 2026 untuk membangkitkan semangat para pemain dan penonton. Mengingat pengisi suara Gazelle ialah Shakira—penyanyi langganan Piala Dunia—"Try Everything" dan "Zoo" bisa mengingatkanmu pada "Waka Waka (This is Africa)" dan "Dai Dai" yang sama-sama mengusung pesan positif khas anthem sepak bola.
4. School of Rock siap mengguncang panggung Piala Dunia 2026

Sebelum membintangi film monster legendaris King Kong (2005), Jack Black lebih dulu mengukuhkan reputasinya sebagai aktor film komedi lewat School of Rock (2003). Di sini, dia berperan sebagai Dewey Finn, seorang musisi gagal yang menyamar sebagai guru dan berniat mengubah murid-muridnya menjadi band rock. Meski tidak dapat menjuarai Battle of the Bands, aksi panggung mereka yang enerjik sukses memukau penonton hingga membuat School of Rock kembali diundang untuk tampil dalam filmnya.
Bayangkan kalau band rock fiktif bentukan Finn ini diundang untuk meramaikan Piala Dunia 2026. Alih-alih menyuguhkan pertunjukan menyanyi biasa, School of Rock bisa-bisa bakal menyulap lapangan hijau menjadi konser rock dadakan yang liar dan bising. Dengan semangat kebersamaan yang mereka usung, School of Rock layak menjadi salah satu musisi yang mengisi jeda pertandingan Piala Dunia 2026.
5. HUNTR/X, perwakilan genre KPop dengan lagu yang inspiratif

Daftar ini rasanya belum lengkap jika tidak mengikutsertakan HUNTR/X, girl group KPop fiktif yang beranggotakan Rumi, Mira, dan Zoey. Mereka adalah bintang utama dalam film animasi musikal KPop Demon Hunters (2025) yang berhasil mencuri hati fans lewat penampilan panggung yang memukau dan spektakuler. Namun, di balik citranya sebagai idol KPop, HUNTR/X diam-diam beroperasi sebagai hunters yang memburu iblis sebelum mereka memakan jiwa manusia.
Melihat genre KPop belakangan ini mulai mendapat perhatian di pesta sepak bola empat tahunan, HUNTR/X tentunya gak boleh ketinggalan untuk ikut memeriahkan Piala Dunia 2026. Apalagi, mereka mempunyai "How It's Done" yang mengusung semangat pembuktian diri dan "Golden" yang kental dengan tema kebangkitan. Karena kedua lagu tersebut menyampaikan pesan persatuan dan perjuangan yang identik dengan Piala Dunia 2026, HUNTR/X cocok menjadi salah satu headliner upacara pembukaan bareng EJAE maupun Halftime Show bareng Bangtan Sonyeondan (BTS).
Kelima musisi fiksi di atas sama-sama memiliki lagu yang mencerminkan semangat berkompetisi, mulai dari "Sweet Victory" yang identik dengan euforia kemenangan hingga "Golden" yang menginspirasi pendengarnya untuk bangkit menghadapi rintangan. Kalau diberi kesempatan, kira-kira kamu bakal memilih siapa untuk meramaikan suasana Piala Dunia 2026?


















