4 Pesan Moral dari Episode Ketiga Drama Girl from Nowhere the Reset

- Episode ketiga Girl from Nowhere the Reset menyoroti kisah Hongtae, siswa penyendiri yang iri pada Jamie, streamer populer, hingga rasa bencinya berujung pada tindakan menjatuhkan orang lain.
- Cerita ini menggambarkan bahwa kerja keras tak selalu dibalas adil, kebohongan pasti terbongkar pada waktunya, dan menjadi haters hanya akan merusak kesehatan mental sendiri.
- Nanno hadir memberi hukuman setimpal bagi Hongtae, menunjukkan bahwa niat jahat justru bisa berbalik menjadi pelajaran moral tentang kejujuran, penerimaan diri, dan dampak negatif iri hati.
Siapa disini yang sedang mengikuti drama Thailand Girl from Nowhere the Reset? Reboot dari drama Girl from Nowhere (2018) ini sudah menayangkan tiga episodenya, lho. Pada episode tiga, cerita yang diangkat adalah tentang haters dan kehidupan dari streamer.
Nanno (Becky Armstrong) kembali berhasil memberikan hukuman bagi siapa yang melakukan kejahatan. Pelaku mendapat hukuman dan pesan moral tersampaikan dengan baik kepada penonton. Supaya gak penasaran lagi, yuk, simak empat pesan moral dari episode tiga drama Girl from Nowhere the Reset, berikut ini. Check it out!
1. Iri hati yang dipelihara hanya akan merugikan diri sendiri

Episode tiga drama ini diberi judul Haters atau pembenci. Hongtae (Obey Punnavich) adalah siswa penyendiri dan tak punya banyak teman di sekolah. Diantara sekian banyak teman sekelasnya, Hongtae paling tak tahan melihat Jamie (Alex Buckland) yang disukai banyak orang karena sifatnya yang ceria. Alex juga sukses jadi streamer dengan ratusan ribu pengikut, yang mana telah lama menjadi impian Hongtae.
Melihat Jamie yang berhasil menggapai impiannya, Hongtae mulai merasa iri bahkan benci. Perasaan ini ia pendam sekian lamanya, hingga muncul hasrat untuk menjatuhkan Jamie. Iri hati pada akhirnya hanya akan merusak diri sendiri, menghilangkan ketenangan, dan menghancurkan hubungan sosial.
2. Kadang dunia tak adil pada orang yang bekerja keras

Diluar dari sifat pembencinya, sebenarnya Hongtae juga seorang yang bekerja keras. Ia berusaha berpikir kreatif untuk menjadi streamer, akan tetapi usahanya tak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. Berbeda dengan Jamie yang hanya mengunggah momen kesehariannya di rumah.
Jamie memberi effort yang lebih sedikit dibanding Hongtae, tapi justru berhasil jadi streamer yang dicintai banyak orang. Dari sini, kita bisa belajar bahwa terkadang dunia tak berlaku adil pada orang yang bekerja keras. Namun, kita juga tak bisa memaksakan kenyataan. Yang bisa kita lakukan adalah bekerja sekeras mungkin dan terima hasilnya dengan hati yang besar.
3. Kebohongan akan terungkap pada saat yang tepat

Walau tokoh antagonis utama di episode ini adalah Hongtae, hal itu tak bisa menutupi kesalahan Jamie. Dalam kontennya, Jamie selalu mengajak pengikutnya untuk mengadopsi anjing dan jangan sekali-kali membeli. Kontennya juga selalu menunjukkan kedekatan dengan anjing kesayangannya.
Tapi, ternyata apa yang disembunyikan Jamie terungkap juga. Faktanya, anjing kesayangannya ia beli di sebuah toko perdagangan hewan. Hal ini tentu membuat pengikutnya kecewa berat. Dari sini kita bisa belajar kalau kebohongan akan terungkap jika sudah saatnya. Meskipun terkadang terkesan sepele, lebih baik jujur sejak awal.
4. Menjadi haters hanya mengganggu mental

Pembenci mungkin terlihat sebagai suatu hal yang sepele. Tetapi tahukah kamu kalau sebenarnya menjadi haters itu hanya akan mengganggu mental? Apalagi yang dilakukan Hongtae sudah termasuk cyber bullying karena mengajak banyak orang untuk jadi pembenci Jamie.
Hongtae mulai mengalami gangguan mental sejak ia membuat banyak akun untuk menjatuhkan Jamie. Hongtae menunjukkan effort yang besar hanya demi kejatuhan Jamie. Ia tak bisa fokus pada diri sendiri tapi terobsesi pada Jamie. Jadi, jika kamu membenci seseorang, pelan-pelan keluar dari keadaan itu supaya tak mengganggu mentalmu.
Nanno memberikan hukuman yang layak bagi Hongtae. Ia memberikan pelajaran kalau sebenarnya yang dilakukan Hongtae bukanlah menjatuhkan, melainkan sedang mendukung Jamie untuk menjadi pusat perhatian dan semakin sukses sebagai streamer. Cara Nanno ini pada akhirnya membuat Hongtae semakin terpuruk dan dimusuhi teman-teman sekolahnya. Hukuman yang setimpal, bukan?


















