Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konferensi pers serial "Sleeping with the Enemy" di Cinépolis Senayan Park, Jakarta, Selasa (3/11/26) (2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
  • Produser Rocky Soraya menegaskan judul Sleeping with the Enemy dipilih karena sesuai konflik hubungan dengan musuh, bukan merujuk film Hollywood 1991 yang dibintangi Julia Roberts.
  • Rocky menyebut kemiripan judul lazim di industri film; bagi Hitmaker Studios, penentuan judul berfokus pada kecocokan dengan narasi, sementara penggunaan bahasa Inggris sudah konsisten sejak kerja sama WeTV pada 2021.
  • Serial ini mengikuti Aruna yang menyamar sebagai Clara untuk membalas keluarga Sastranegara, diproduksi WeTV Indonesia-Hitmaker Studios, disebut termahal, dan tayang 13 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Serial WeTV Original Sleeping with the Enemy (2026) tidak hanya menyuguhkan kisah balas dendam dan cinta terlarang. Di balik proses produksinya, ada sejumlah cerita menarik yang dibagikan para pemain dan produser Hitmaker Studios, Rocky Soraya. Salah satunya berkaitan dengan kesamaan judul serial tersebut dengan film Hollywood rilisan 1991.

Rocky menegaskan bahwa pemilihan judul Sleeping with the Enemy tidak didasarkan pada film yang dibintangi Julia Roberts tersebut. Lantas, apa alasan Hitmaker Studios menggunakan judul yang sama? Berikut penjelasannya.

1. Rocky tak kepikiran film Hollywood saat pilih judul Sleeping with the Enemy

Konferensi pers serial "Sleeping with the Enemy" di Cinépolis Senayan Park, Jakarta, Selasa (3/11/26) (2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Rocky Soraya mengaku tidak terpikir bahwa judul serial terbarunya memiliki kesamaan dengan film Hollywood Sleeping with the Enemy yang dirilis pada 1991. Menurutnya, film tersebut sudah cukup lama berlalu dan bukan menjadi referensi utama dalam proses penentuan judul.

"Jujur pas kita bikin series ini, kita enggak kepikiran soal itu karena itu udah sekitar 35 tahun. Filmnya udah 35 tahun yang lalu, ya? Artinya sebelum Cinta lahir," ucap Rocky saat ditemui di Cinépolis Senayan Park, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan bahwa judul tersebut dipilih karena sesuai dengan konflik utama dalam serialnya. Cerita berpusat pada hubungan yang terjalin antara seseorang dan pihak yang seharusnya menjadi musuhnya.

"Jadi memang kita gak kepikiran ke situ. Kita pilih judul ini karena memang ceritanya adalah dia tidur dengan musuhnya di Sleeping with the Enemy," tegasnya.

2. Sebut banyak film di luar sana yang punya judul serupa

Konferensi pers serial "Sleeping with the Enemy" di Cinépolis Senayan Park, Jakarta, Selasa (3/11/26) (2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Rocky juga menilai penggunaan judul yang pernah dipakai karya lain bukanlah sesuatu yang asing dalam industri perfilman. Ia mencontohkan sejumlah judul yang memiliki kemiripan atau pernah digunakan oleh beberapa film berbeda.

"Tapi kalau kita ngomongin soal judul yang udah lama dan ada beberapa film yang pake, itu lumayan banyak ya. Avatar ada lebih dari satu, Obsession, Obsessed, dan lain sebagainya," ucap Rocky.

Menurutnya, hal terpenting dalam menentukan judul adalah kesesuaiannya dengan cerita yang ingin disampaikan. Jadi, pemilihan judul Sleeping with the Enemy didasarkan pada kebutuhan narasi serial, bukan sekadar mengambil inspirasi dari film lain.

"Itu sebetulnya semua tergantung kepentingan film atau series kita cocok enggak dengan ceritanya. Bukan sekedar ambil dari film atau series lain. Dan untuk ini kali memang sangat cocok dengan ceritanya," lanjutnya.

3. Ungkap alasan serialnya menggunakan judul bahasa Inggris

Konferensi pers serial "Sleeping with the Enemy" di Cinépolis Senayan Park, Jakarta, Selasa (3/11/26) (2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Selain kesamaan judul, penggunaan bahasa Inggris dalam serial Sleeping with the Enemy juga menjadi hal yang dijelaskan Rocky. Menurutnya, keputusan tersebut bukan sesuatu yang baru bagi Hitmaker Studios karena mereka sudah terbiasa menggunakan judul berbahasa Inggris dalam proyek serial bersama WeTV.

"Kalau kita bicarakan tentang kenapa bahasa Inggris, Hitmaker udah kerjasama dengan WeTV dari 2021 ya. Dan semua series kita bahasa Inggris. Jadi itu bukan sesuatu yang baru," pungkasnya.

Sleeping with the Enemy mengikuti perjalanan Aruna Wirawan yang kehilangan keluarganya akibat kejahatan keluarga Sastranegara. Ia kemudian kembali dengan identitas Clara Aveline von Morgenstern untuk membalas dendam sekaligus membersihkan nama ayahnya. Clara mendekati Revan Sastranegara hingga akhirnya menikah dengannya. Namun, rencana tersebut semakin rumit ketika ia justru memiliki ketertarikan kepada Adrian, menantu keluarga Sastranegara.

Serial ini dibintangi Cinta Laura, Anthony Xie, Randy Martin, Ersya Aurelia, Max Metino, Mike Ethan, Putri Patricia, Aruma Khadijah, Shinta Bachir, dan Karan Sukarno Walia. Disutradarai Rizal Mantovani, serial ini diproduksi melalui kolaborasi WeTV Indonesia dan Hitmaker Studios.

Rocky Soraya juga menyebut Sleeping with the Enemy sebagai serial termahal yang pernah diproduksi Hitmaker Studios. Proyek ini menargetkan kualitas visual berstandar internasional dan dijadwalkan mulai tayang pada 13 November 2026 melalui WeTV.

Curated For You

Editorial Team

Related Article