Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Raisa kembali gaungkan three finger salute di Handmade Night pada Kamis (5/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Raisa menyuarakan keresahan lingkungan melalui lagu, visual hutan terbakar, dan gambaran orangutan yang kehilangan rumah.

  • Ia mengangkat salam tiga jari, lalu penonton mengikuti hingga lagu berakhir.

  • Showcase Handmade berlangsung pada 4-5 November 2026 untuk merayakan satu dekade album Handmade.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2016

Album Handmade dirilis.

4-5 November 2026

Showcase untuk merayakan satu dekade album Handmade digelar selama dua hari di Graha Bhakti Budaya. Seluruh tiketnya ludes terjual.

Kamis (5/11/2026)

Raisa menyuarakan keresahannya di panggung Handmade Night. Ia mengangkat salam tiga jari saat membawakan "Nyawa dan Harapan", lalu penonton ikut melakukannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Raisa menggunakan salam tiga jari dan menyuarakan keresahan lingkungan serta isu sosial saat showcase Handmade Night.
  • Who?
    Raisa dan para penonton showcase Handmade Night.
  • Where?
    Graha Bhakti Budaya.
  • When?
    Showcase digelar pada 4-5 November 2026; aksi tersebut berlangsung pada Kamis (5/11/2026).
  • Why?
    Raisa menyuarakan keresahan dan merayakan satu dekade album Handmade yang rilis pada 2016.
  • How?
    Raisa membawakan lagu dengan latar visual hutan terbakar, mengangkat salam tiga jari, dan menyampaikan kutipan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Raisa bernyanyi di acara Handmade Night di Graha Bhakti Budaya. Ia menunjukkan gambar hutan terbakar dan mengajak penonton bernyanyi. Raisa mengangkat tiga jari, lalu penonton ikut melakukan hal yang sama. Ia juga menyebut isu sosial. Acara untuk merayakan album Handmade berlangsung dua hari dan tiketnya habis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Panggung Handmade Night menjadi ruang bagi Raisa untuk menyampaikan keresahan lingkungan dan isu sosial melalui lagu, visual, serta kutipan. Penonton turut merespons dengan mengangkat salam tiga jari hingga lagu berakhir. Momen ini memperlihatkan keterlibatan penonton dalam pesan yang disampaikan selama pertunjukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Raisa ikut menyuarakan keresahannya di atas panggung Handmade Night yang digelar di Graha Bhakti Budaya pada Kamis (5/11/2026). Usai menyanyikan lagu "Kali Kedua", background LED menampilkan hutan yang terbakar api. Intro "Nyawa dan Harapan" pun diputar.

Raisa lalu membawakan lagu tersebut diiringi latar belakang hutan yang terbakar, jalan yang tertutup asap, hingga orangutan yang kehilangan rumahnya. Ia lalu mengajak penonton untuk mengikuti nyanyiannya.

"Teman-teman boleh ikut nyanyi semua," ujar Raisa sambil mengangkat salam tiga jari yang menjadi simbol perlawanan.

Three finger salute sendiri merupakan simbol pemberontakan terhadap pemerintah otoriter di dalam film The Hunger Games. Gerakan tersebut lalu diadaptasi sebagai bentuk perlawanan dalam beberapa demo terakhir.

Para penonton ikut mengangkat three finger salute hingga lagu berakhir. Walau tak berbicara banyak soal perlawanan, Raisa lalu memberikan kutipan.

"Only when the last tree has been cut down, the last fish been caught, and the last stream poisoned, will we realize we cannot eat money - Alanis Obomsawin."

Aksi berani pelantun "Could it be Love" ini sejatinya telah dilakukan di hari pertama. Adapun ia sempat menyinggung isu sosial saat menjalani prelude acoustic, sesi khusus bagi kategori CAT 1 dan CAT 2, sebelum konser berlangsung. Ia menyinggung soal isu MBG hingga PPN saat memainkan judul lagu "LDR".

"LDR? GTM? Itu buat ibu-ibu, ya. MBG? Eh aku cuma ngomongin singkatan. PPN? TBL, balik lagi ke sini, ya," ujar Raisa.

Raisa sendiri baru saja menggelar showcase untuk merayakan satu dekade album Handmade yang rilis pada 2016 lalu. Acara ini digelar selama dua hari di Graha Bhakti Budaya pada 4-5 November 2026 dengan seluruh tiketnya ludes terjual.

Raisa dan JUNI Records mendonasikan seluruh pendapatan dari video musik (MV) "Nyawa dan Harapan" untuk mendukung program restorasi habitat dan penyelamatan orangutan bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Curated For You

Editorial Team

Related Article