Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Rekomendasi Film Ekofeminis, Bukan Sekadar Aktivisme

6 Rekomendasi Film Ekofeminis, Bukan Sekadar Aktivisme
Fresh Kill (dok. Criterion/Fresh Kill)

Feminisme bukanlah satu konsep tunggal, ia punya interseksionalitas dengan banyak sektor lain, termasuk ekologi (ilmu tentang relasi timbal balik organisme dengan sesama dan lingkungannya). Pada 1974, pemikir feminisme Prancis Françoise d'Eaubonne memperkenalkan istilah ekofeminisme untuk menjelajah interseksionalitas tersebut. Tepatnya lewat buku berjudul Feminism or Death.

Dalam buku itu, d'Eaubonne mengupas peran patriarki dalam melanggengkan kelebihan populasi dan polusi. Dari situlah, perempuan dan aktivis feminis secara umum menemukan semangat untuk melakukan sebaliknya. Bagaimana tepatnya? Lima film ekofeminis berikut bisa jadi gambarannya, banyak yang diadaptasi dari kisah nyata, lho.

1. Princess Mononoke (1997)

Princess Mononoke (dok. Studio Ghibli/Princess Mononoke)
Princess Mononoke (dok. Studio Ghibli/Princess Mononoke)

Sering disebut film pro-lingkungan, Princess Mononoke juga kaya elemen feminis. Dua protagonis perempuannya, Lady Eboshi dan San awalnya berada di posisi berseberangan. Eboshi sebagai pemimpin yang ingin menyejahterakan rakyatnya sempat berpikir untuk mengeksploitasi hutan. Upayanya dihadang San, sosok yang dibesarkan sosok serigala di alam bebas dan sering disebut sebagai simbolisme ekosistem itu sendiri. Meski berseberangan, pada akhirnya Eboshi dan San sepakat akan satu hal, yakni pentingnya memprioritaskan harmoni yang berarti mengambil manfaat alam secukupnya.

  • Genre: petualangan, fantasi
  • Pemain: Yuko Tanaka, Yuriko Ishida
  • Sutradara: Hayao Miyazaki

2. Fresh Kill (1994)

Fresh Kill 1994
Fresh Kill (dok. Criterion/Fresh Kill)

Fresh Kill menyoal pasangan lesbian yang awalnya hendak mencari keberadaan putri mereka yang hilang. Berlatar awal era internet, mereka berusaha menyelam ke situs-situs asing nan terlarang untuk tujuan itu. Namun, dalam prosesnya keduanya justru gak sengaja menemukan dan menyingkap sebuah kejahatan ekologis yang dilakukan korporasi besar.

  • Genre: distopia, cyberpunk
  • Pemain: Sarita Choudhury, Erin McMurtry
  • Sutradara: Shu Lea Cheang

3. Erin Brockovich (2000)

Erin Brockovich (dok. Universal Pictures/Erin Brockovich)
Erin Brockovich (dok. Universal Pictures/Erin Brockovich)

Seorang ibu tunggal bernama Erin Brockovich berhasil dapat pekerjaan di sebuah firma hukum kecil setelah menganggur beberapa waktu. Saat ditugaskan mengurus satu kasus, Erin ternyata diantar menyingkap sebuah tabir besar yang melibatkan perusahaan gas ternama. Kasus itu sudah berlangsung beberapa tahun, tetapi tak pernah selesai dengan memuaskan. Dengan kegigihan dan komitmennya melakukan riset, Erin berhasil mengumpulkan bukti-bukti kuat tentang kontaminasi zat yang disebabkan perusahaan itu sekaligus menyelamatkan nyawa banyak orang.

  • Genre: drama legal, biopik
  • Pemain: Julia Roberts, Aaron Eckhart
  • Sutradara: Steven Soderbergh

4. Whale Rider (2002)

Whale Rider
Whale Rider (dok. Newmarket Films /Whale Rider)

Whale Rider adalah kisah Paikea, remaja Maori yang karena gendernya diklaim tak bisa mewarisi gelar kepala suku. Ia bahkan sering dibikin merasa bersalah karena kematian saudara laki-laki kembarnya. Diremehkan dan dianggap tak mampu, Paikea membuktikan kapabilitasnya yang tak ada hubungannya sama sekali dengan gender. Hidup di tengah komunitas tribal, Paikea dan orang-orangnya tinggal berdampingan langsung dengan lingkungan, membuat si remaja pun harus bisa membuktikan kemampuannya meraih harmoni antara kebutuhan hidup dengan kelestarian ekosistem di sekitar mereka.

  • Genre: drama, coming of age
  • Pemain: Keisha Castle-Hughes, Cliff Curtis
  • Sutradara: Niki Caro

5. This is Not a Burial, It's a Resurrection (2017)

Berlatar Lesotho, film ini berkutat pada Mantoa, lansia 79 tahun yang dengan cara uniknya menolak pembangunan bendungan di desanya. Motif Mantoa amat jelas, ia lahir, tumbuh, dan menua di desa yang sudah berkecukupan itu. Nilai historis desa itu sangat erat dengannya, leluhurnya juga lahir dan dimakamkan di sana, membuatnya mendambakan hal yang sama. Belum lagi, baru-baru ini ia kehilangan putranya yang tewas dalam kecelakaan kerja di tambang. Kapitalisme yang merusak desanya benar-benar jadi musuh baginya.

  • Genre: drama
  • Pemain: Mary Twala Mhlongo, Jerry Mofokeng Wa Makhetha
  • Sutradara: Lemohang Jeremiah Mosese

6. Honeyland (2019)

Honeyland (dok. NEON/Honeyland)
Honeyland (dok. NEON/Honeyland)

Hatidze di film dokumenter Honeyland adalah cerminan perempuan yang tak tamak dan sadar lingkungan. Untuk bertahan hidup, Hatidze bekerja mencari madu lebah liar secukupnya. Ia sadar kalau lebahlah pemilik madu itu dan otomatis cara berburunya sangat etikal serta mengedepankan keberlanjutan. Ironisnya, harmoni ini diinterupsi kehadiran keluarga nomaden yang prinsipnya mengeksploitasi lahan sampai lahan itu tak lagi bisa memberi mereka apa-apa.

  • Genre: dokumenter
  • Pemain: Hatidze Muratova, Nazife Muratova
  • Sutradara: Tamara Kotevska, Ljubomir Stefanov

Irisan isu feminisme dan ekologi ternyata sejelas itu. Kalau bisa dirangkum, keenam film tadi mempromosikan konsumsi secukupnya dan pentingnya menerapkan prinsip keberlanjutan. Bukan aktivisme biasa, tetapi sebuah seni menyeimbangkan emosi, etika, dan logika secara bersamaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

6 Rekomendasi Film Ekofeminis, Bukan Sekadar Aktivisme

14 Mar 2026, 01:25 WIBHype