Ada sesuatu yang menarik dari cara Ah Girl bercerita. Film ini tidak menjadikan perceraian sebagai sebuah ledakan besar yang harus selalu disertai pertengkaran dramatis seperti di Marriage Story (2019). Sebaliknya, kita hanya mengikuti keseharian seorang anak kecil.
Ah Girl pergi ke sekolah, bermain dengan temannya, mengobrol dengan keluarganya, menyukai seorang anak laki-laki, dan mencoba mencari cara untuk memperbaiki keadaan di rumah. Namun, di sela-sela aktivitas sederhana tersebut, perlahan terlihat bahwa dunia yang ia kenal sedang berantakan. Ah Girl tidak sepenuhnya memahami persoalan orang dewasa. Ia hanya menangkap potongan-potongannya.
Semua orang dewasa itu penipu, pembohong, dan selalu bingung.
Ayah tidak lagi bersama ibu. Ibu hanya datang pada waktu tertentu. Ada percakapan yang tidak boleh ia dengar. Ada keputusan yang dibuat tanpa benar-benar meminta pendapatnya. Dan ketika keadaan semakin berubah, Ah Girl mencoba menyatukan kembali kepingan-kepingan tersebut dengan logika anak-anak. Menurut saya, di situlah sisi emosional dari film ini.
Anak-anak mungkin belum memahami konsep perceraian, masalah finansial, relasi orang dewasa, atau konflik dalam rumah tangga. Namun, bukan berarti mereka tidak merasakan dampaknya. Ah Girl justru sangat peka terhadap perubahan di sekitarnya. Ia bahkan sampai menggunakan permen karet pemberian ibunya sebagai semacam "bisnis ilegal" di sekolahnya.
Awalnya terlihat lucu. Ah Girl mendapatkan uang saku sekaligus popularitas di antara teman-temannya. Tetapi semakin film berjalan, aktivitas tersebut terasa menyedihkan. Ia sedang berusaha membantu. Dalam kepala kecilnya, jika ada masalah dalam keluarga, mungkin uang bisa menjadi salah satu solusinya. Orang dewasa melihatnya sebagai kenakalan. Namun, Ah Girl melihatnya sebagai usaha.
Film ini kemudian memperlihatkan betapa seringnya orang dewasa meremehkan cara berpikir anak-anak. Padahal, mereka menyerap hampir semua hal yang terjadi di sekitar mereka. Mereka mendengar, mereka mengamati, mereka meniru. Dan terkadang, mereka memahami lebih banyak daripada yang kita—orang dewasa—kira.