Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Film Operasi Pesta Copet: Saat Pestapora Jadi Arena Aksi Copet
poster film Operasi Pesta Copet (Instagram.com/imajinari.id)
  • Operasi Pesta Copet mengikuti Ijal dan kelompoknya yang menjalankan pencopetan di festival Pestapora, tetapi rencana mereka berubah kacau akibat berbagai situasi tak terduga.
  • Film perdana sutradara Edy Khemod memadukan komedi situasional, akting Kristo Immanuel, serta detail kostum dan properti yang mendukung gambaran kehidupan karakter.
  • Keramaian Pestapora membangun ketegangan aksi copet, sementara konflik pribadi, persahabatan, dan dinamika keluarga memberi sisi emosional, termasuk hubungan Ijal dan Adut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tawa penonton beberapa kali pecah di studio XXI Plaza Senayan, Selasa (18/8/2026), saat menyaksikan premier Operasi Pesta Copet. Meski begitu, suasana tersebut tak berlangsung sepanjang film. Ada kalanya, studio mendadak hening ketika aksi pencopetan di tengah kerumunan Pestapora mulai dipertontonkan. Penonton dibuat ikut tegang, geregetan, lalu kembali tertawa ketika kekonyolan para karakter muncul di saat yang tak terduga.

Menariknya, film panjang perdana Edy Khemod sebagai sutradara ini tidak berhenti pada aksi kocak para karakternya saja. Di tengah berbagai kekacauan yang terjadi, Operasi Pesta Copet juga menghadirkan cerita persahabatan dan dinamika keluarga yang perlahan membuat penonton ikut terbawa perasaan. Lantas, apakah Operasi Pesta Copet layak ditonton? Berikut review-nya.

Sinopsis Film Operasi Pesta Copet (2026)

Film Operasi Pesta Copet membawa penonton mengikuti kisah Ijal dan kawan-kawannya yang nekat menjalankan aksi pencopetan di tengah kemeriahan festival musik Pestapora. Namun, rencana yang telah disiapkan justru menghadapi berbagai situasi tak terduga yang membuat aksi mereka menjadi semakin kacau.

Operasi Pesta Copet
2026
4.5/5
Directed by Edy Khemod
ProducerErnest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, James Erlangga
WriterRino Sarjono, Edy Khemod
Age Rating13+
GenreDrama
Duration113 menit Minutes
Release Date27-08-2026
ThemeKomedi, kriminal
Production HouseImajinari
Where to WatchXXI, CGV, Cinepolis
CastIqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Kawai Labiba, Zulfa Maharani, Fauzan Lubis

Trailer Film Operasi Pesta Copet (2026)

1. Komedinya juara, bikin satu bioskop pecah!

Menurut saya, salah satu kekuatan film Operasi Pesta Copet terletak pada komedinya yang terasa natural. Film ini tidak harus terus-menerus melontarkan lelucon untuk membuat penonton tertawa. Banyak kelucuan yang justru muncul dari situasi, ekspresi, hingga respons para karakter saat rencana mereka berantakan.

Akting Kristo Immanuel pun menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Pembawaannya terlihat santai, bahkan seperti tanpa usaha, tetapi justru terasa meyakinkan. Beberapa dialog dan gesturnya juga sukses menjadi pemantik tawa.

Detail kostum dan properti juga menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi dari film ini. Bagaimana tidak? Pakaian dan barang-barang yang digunakan oleh para karakternya terasa sesuai dengan latar kehidupan mereka sebagai masyarakat kelas bawah, tanpa terkesan dibuat-buat.

2. Pestapora jadi arena kekacauan yang menarik

Menonton Operasi Pesta Copet rasanya seperti melihat Pestapora dari sudut pandang yang berbeda. Jika biasanya festival musik gagasan Boss Creator tersebut identik dengan penampilan musisi dan keseruan penontonnya, film ini justru memanfaatkan keramaiannya sebagai ruang bagi Ijal dan kawan-kawannya untuk menjalankan aksi mereka.

Kerumunan penonton menjadi salah satu elemen yang sukses menciptakan ketegangan. Saat Ijal dan kawan-kawannya mulai beraksi di tengah lautan manusia, penonton pun dibuat ikut mengawasi gerak-gerik mereka hingga rasa waswas ikut muncul.

Atmosfer Pestapora dalam film ini juga terasa cukup meyakinkan. Meski tidak semua adegan direkam saat hari H Pestapora, Operasi Pesta Copet tetap berhasil menghadirkan suasana festival musik yang ramai dan padat. Kerumunan penonton, panggung dengan penampilan para musisi, hingga hiruk-pikuk di area backstage membuat nuansa Pestapora tetap terasa kuat di sepanjang film.

Bagi para penonton yang pernah merasakan riuhnya suasana di Pestapora secara langsung, adegan-adegan di festival ini bisa terasa seperti nostalgia yang datang dengan cara berbeda. Bukan sekadar mengingat keseruan konser, penonton justru diajak melihat Pestapora dari sudut pandang Ijal dan kawan-kawan yang penuh aksi nekat dan kekacauan.

3. Dinamika keluarga dan cerita persahabatan yang bikin haru

Di balik aksi copet dan kekacauan yang terjadi di Pestapora, Operasi Pesta Copet juga membawa penonton melihat sisi lain dari para karakternya. Masing-masing tidak hanya hadir sebagai bagian dari komplotan, tetapi juga membawa persoalan pribadi dan latar belakang yang membuat keputusan mereka sepanjang cerita jadi terasa lebih masuk akal.

Hubungan antarkarakter juga menjadi bagian yang menarik, nih. Persahabatan mereka memang sering ditampilkan melalui perselisihan, kekonyolan, dan keputusan-keputusan nekat. Namun, ketika salah satu dari mereka berada dalam situasi sulit, terlihat bahwa ada kepedulian yang besar di balik hubungan tersebut.

Bromance karakter Ijal dan Adut menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh bagi saya. Terlepas dari berbagai kelucuan dan kekacauan yang mereka lakukan, yang tentunya tidak bisa dibenarkan, keduanya tetap menunjukkan kepedulian satu sama lain. Hingga akhirnya, salah satu momen di antara mereka sempat membuat saya menitikkan air mata.

Pada akhirnya, Operasi Pesta Copet menawarkan pengalaman menonton yang unik. Buat kamu yang mencari tontonan ringan dan menghibur, tetapi tetap ingin menikmati drama dan ketegangan, film ini bisa menjadi salah satu pilihan. Apalagi, bagi penonton yang sudah familiar dengan suasana Pestapora, berbagai detail festival yang hadir dalam film akan menjadi daya tarik tersendiri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article