Daisy Chain Fields Olivia Rodrigo Galang Rp178 Miliar untuk Perempuan

- Festival perdana Daisy Chain Fields di Great Park, Irvine, California, menggalang US$10 juta atau sekitar Rp178 miliar untuk mendukung perempuan dan anak perempuan.
- Dana akan disalurkan ke 10 organisasi nirlaba, mencakup kebutuhan anak, kesehatan reproduksi, keadilan gender, dukungan penyintas kekerasan berbasis gender, serta pekerja rumah tangga.
- Olivia Rodrigo menyebut festival ini terinspirasi Lilith Fair dan menghadirkan musisi perempuan, dengan 100 persen keuntungan bersih ditujukan bagi organisasi penerima manfaat.
Festival musik perdana Daisy Chain Fields yang digagas oleh Olivia Rodrigo digelar pada Sabtu (29/8/2026). Sebelum festival tersebut berlangsung, Olivia Rodrigo lebih dulu menggelar press conference bersama awak media.
Berdasarkan laporan Rolling Stone, Daisy Chain Fields sukses menggalang dana sebesar US$10 juta atau sekitar Rp178 miliar. Menariknya, dana tersebut akan disalurkan kepada sejumlah organisasi nirlaba yang berfokus pada dukungan dan pemberdayaan perempuan serta anak perempuan.
1. Daisy Chain Fields akan salurkan donasi Rp178 miliar ke 10 organisasi nirlaba

potret Olivia Rodrigo (Instagram.com/oliviarodrigo) Olivia Rodrigo berhasil mengumpulkan donasi sebesar US$10 juta atau sekitar Rp178 miliar melalui festival musik perdananya, Daisy Chain Fields yang resmi digelar, Sabtu (29/8/2026) di Great Park, Irvine, California. Dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada 10 organisasi nirlaba yang memiliki berbagai program untuk mendukung perempuan dan anak perempuan.
Nah, salah satu organisasi penerima manfaat adalah Baby2Baby yang menyediakan kebutuhan pokok, seperti popok, susu formula, pakaian, dan makanan bagi anak-anak yang membutuhkan. Ada juga Black Mamas Matter Alliance yang memberikan berbagai sumber daya bagi ibu kulit hitam sebelum, selama, dan setelah kehamilan, serta National Women’s Law Center yang memperjuangkan keadilan gender di Amerika Serikat.
Di samping itu, ada sejumlah organisasi penerima manfaat lainnya yang berfokus pada hak-hak reproduksi dan akses layanan kesehatan, termasuk Center for Reproductive Rights, Jhpiego, Johns Hopkins Center for Indigenous Health, Planned Parenthood, dan National Institute for Reproductive Health. Selain itu, Olivia Rodrigo juga bekerja sama dengan FreeFrom dan National Domestic Workers Alliance. Kedua organisasi tersebut memberikan dukungan kepada penyintas kekerasan berbasis gender dan pekerja rumah tangga.
Sebagai penggagas, Rodrigo pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Daisy Chain Fields. Ia mengapresiasi para pemegang tiket, artis yang bersedia tampil tanpa bayaran, sponsor, serta para donatur yang turut membantu festival tersebut mengumpulkan donasi untuk mendukung perempuan dan anak perempuan.
“Saya sangat berterima kasih kepada setiap orang yang membeli tiket, setiap artis yang bersedia tampil tanpa bayaran, setiap sponsor yang mau bergabung dalam festival yang benar-benar baru ini, serta setiap donasi yang membantu kami mencapai US$10 juta untuk mendukung perempuan dan anak perempuan,” kata Olivia Rodrigo, dilansir Rolling Stone.
2. Daisy Chain Fields ternyata terinspirasi dari Lilith Fair

potret Olivia Rodrigo (Instagram.com/oliviarodrigo) Dalam kesempatannya, Olivia Rodrigo turut mengungkap kekagumannya kepada para perempuan di balik Lilith Fair. Menurutnya, mereka telah menjadi pelopor yang membuka jalan bagi para musisi perempuan untuk memiliki ruang dan memimpin sebuah festival.
“Sebelum Lilith Fair hadir, perempuan diberi tahu bahwa mereka tidak bisa memimpin sebuah festival, tidak akan ada yang datang, dan mereka tidak bisa mendapatkan sponsor. Namun, para perempuan tersebut membuktikan bahwa semua anggapan itu salah,” kata pelantun lagu “drop dead” tersebut.
Rodrigo menilai keberanian para pelopor Lilith Fair telah membawa perubahan bagi perempuan di industri musik. Menurutnya, perjuangan mereka turut membuka jalan hingga kondisi perempuan di industri musik saat ini menjadi lebih baik.
“Berkat para pelopor tersebut, jelas bahwa situasi kita sekarang sudah sangat berbeda,” lanjutnya.
3. Daisy Chain Fields dimeriahkan deretan musisi perempuan ternama

Daisy Chain Fields (Instagram.com/oliviarodrigo) Resmi digelar pada Sabtu (29/8/2026), Daisy Chain Fields menghadirkan sederet musisi perempuan ternama. Selain Olivia Rodrigo sendiri yang hadir sebagai penampil utama, festival ini juga dimeriahkan oleh Bikini Kill, Chappell Roan, Devon Again, Doechii, Garbage, Mitski, Rachel Chinouriri, Santigold, dan The Breeders. Sementara itu, Karen O, Sarah McLachlan, dan Stevie Nicks akan hadir sebagai guest star.
Olivia Rodrigo pun mengaku sangat bersyukur karena bisa mengajak banyak musisi perempuan yang dikenalnya untuk bergabung dalam festival tersebut.
“Sekarang, begitu banyak artis papan atas yang menjadi penampil utama festival dan mampu memenuhi arena adalah perempuan, dan saya sangat beruntung bisa menyebut banyak dari mereka sebagai teman saya. Ketika saya memiliki ide untuk festival ini, saya menelepon mereka satu per satu dan saya sangat terharu melihat antusiasme mereka terhadap ide tersebut.”
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para musisi yang tetap bersedia meluangkan waktu untuk tampil di Daisy Chain Fields, meski sebagian dari mereka juga tengah menjalani tur masing-masing.
“Para perempuan ini sudah melakukan hal-hal luar biasa, dan banyak dari mereka juga sedang menjalani tur besar masing-masing. Dan mereka semua setuju untuk berkumpul selama satu hari, dengan 100 persen keuntungan bersih disalurkan kepada organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk memperjuangkan dan mendukung perempuan serta anak perempuan. Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan betapa bersyukurnya saya atas waktu dan semangat mereka untuk festival ini,” lanjutnya.





















