Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Review Film The Magic Faraway Tree: Visualnya Bikin Ikut Berimajinasi

Review Film The Magic Faraway Tree: Visualnya Bikin Ikut Berimajinasi
Poster resmi film The Magic Faraway Tree (dok. Neal Street Productions/The Magic Faraway Tree)
Intinya Sih
  • Film The Magic Faraway Tree menandai kembalinya Andrew Garfield ke layar lebar di tahun 2026, mengisahkan keluarga Thompson yang memulai hidup baru di desa dan menemukan dunia magis penuh petualangan.

  • Adaptasi dari buku klasik Enid Blyton ini dimodernisasi dengan karakter anak-anak yang kecanduan gadget, tapi tetap mempertahankan tokoh-tokoh fantasi familiar seperti Silky dan Moon-Face.

  • Visual memukau serta chemistry solid antara Andrew Garfield, Claire Foy, dan pemeran anak-anak membuat film ini terasa hangat, ringan, dan cocok ditonton semua umur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Andrew Garfield kembali ke layar lebar di tahun 2026 ini lewat film bioskop terbarunya berjudul The Magic Farway Tree. Dalam film ini, Andrew berperan sebagai seorang ayah tiga anak bernama Tim Thompson dengan Claire Foy menjadi lawan mainnya melalui peran sebagai Polly Thompson.

Untuk diketahui, film The Magic Faraway Tree diadaptasi dari seri buku anak-anak legendaris berjudul sama karya Enid Blyton. Film ini disutradarai oleh Ben Gregor dengan skenario ditulis Simon Farnaby yang ternyata juga merupakan salah satu penulis naskah Wonka (2023) dan Paddington 2 (2017). Lantas, apakah hasilnya ciamik banget di layar lebar? Berikut review film The Magic Faraway Tree dari IDN Times!

Sinopsis The Magic Faraway Tree (2026)

Kisah The Magic Faraway Tree dibuka dengan Polly Thompson (Claire Foy) memutuskan resign dari pekerjaannya setelah tahu bahwa kulkas pintar yang ia rancang malah dimodifikasi untuk mengintai pengguna, termasuk keluarganya. Keputusan besar itu pun berujung pada Polly dan keluarganya harus kehilangan fasilitas mewah, termasuk apartemen yang mereka tinggali.

Situasi tersebut kemudian dianggap suami Polly, Tim Thompson (Andrew Garfield), sebagai kesempatan untuk memulai hidup baru di pedesaan, apalagi ketiga anak Tim dan Polly sudah sangat ketergantungan pada gadget canggih mereka. Tak hanya menjalani kehidupan baru, Tim ternyata ingin pula mewujudkan mimpinya, yaitu membuka bisnis saus tomat.

Akhirnya, Tim dan Polly beserta anak mereka, Beth (Delilah Bennett-Cardy), Joe (Phoenix Laroche), dan Fran (Billie Gadsdon) pindah ke suatu desa. Di situlah petualangan sesungguhnya baru dimulai. Kebaikan hati Fran yang menarik makhluk peri bernama Silky (Nicola Coghlan) membuka petualangan penuh magis dari sebuah pohon besar yang terletak di tengah hutan terlarang. Fran pun tak lupa mengajak Beth dan Joe untuk mengikuti petualangan tersebut yang pada akhirnya mempererat kembali ikatan keluarga mereka yang sempat merenggang.

The Magic Faraway Tree
2026
4/5
Directed by Ben Gregor
Producer

Pippa Harris, Nicolas Brown, Jane Hooks, Danny Perkins, Melanie Davis

Writer

Simon Farnaby

Age Rating

SU

Genre

Keluarga, Fantasi, Petualangan

Duration

110 Minutes

Release Date

26-03-2026

Theme

Adaptasi buku anak, Petualangan, Fantasi, Keluarga

Production House

Neal Street Productions, Ashland Hill Media Finance, Palisades Park Pictures, Elysian Film Group, StudioCanal UK

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinepolis

Cast

Andrew Garfield, Claire Foy, Delilah Bennett-Cardy, Phoenix Laroche, Billie Gadsdon, Nicola Coughlan, Nonso Anozie, Dustin Demri-Burns, Oliver Chris, Jessica Gunning, Rebecca Ferguson

Trailer Film The Magic Faraway Tree (2026)

Cuplikan Film The Magic Faraway Tree (2026)

Review Film The Magic Faraway Tree (2026)

1. Cerita yang telah dimodernisasi sesuai zaman sekarang terasa dekat dengan penonton

Bagi kamu yang belum tahu, novel anak The Magic Faraway Tree atau The Faraway Tree sudah lama sekali diterbitkan oleh Enid Blyton. Buku ini terdiri dari beberapa seri dengan penerbitan pertama pada tahun 1939 silam. Diadaptasinya buku tersebut menjadi film, ternyata ada perubahan cerita yang sudah dimodernisasi sesuai dengan perkembangan zaman, utamanya pada karakter Beth, Joe, dan Fran.

Dalam film ini, karakter tiga anak tersebut dikisahkan telah mengalami kecanduan gadget, seperti Joe yang tidak bisa lepas dari game, Fran yang jadi cenderung pendiam, serta Beth sebagai remaja pemarah yang terpaku pada media sosial dan cenderung lebih dekat dengan teman-temannya. Menurut saya, modernisasi karakter mereka sudah sangat sesuai dengan realitas yang terjadi saat ini di mana anak-anak hingga remaja zaman sekarang memang lebih dekat dengan gadget. Ini merupakan cara pendekatan yang tepat untuk mencuri perhatian penonton.

Kalau kamu sudah membaca atau bahkan tumbuh besar dengan buku Magic Faraway Tree mungkin bakal antusias, karena film ini tetap mempertahankan karakter-karakter familiar seperti Moon-Face, Silky, Saucepan Man, Mr Watzisname, sampai Dame Washalot. Ketika karakter klasik ini digabungkan dengan cerita yang telah dimodernisasi, kisah yang tersaji selama film diputarkan masih tergolong sangat bisa dinikmati penonton.

2. Efek visual yang mengesankan dan membawa penonton ikut berimajinasi

Semakin mengikuti cerita filmnya, maka kamu akan mengerti kalau sebenarnya pesona dari film The Magic Faraway Tree terletak pada aspek visualnya. Bagi saya yang sudah menonton, visual yang disajikan dalam film ini amat mengesankan. Latar pedesaan yang ditampilkan dalam film dirasa sudah sangat mendukung suasana ceritanya.

Apalagi saat cerita sudah mulai masuk ke dalam dunia fantasi para peri. Menurut saya, visual yang berhubungan dengan adegan fantasi justru tidak kalah memikat. Mulai dari efek visual sampai kostum para karakter seolah berhasil membuat penonton masuk ke dalam cerita dan ikut berimajinasi sekaligus berpetualang seperti Beth, Joe, dan Fran.

Visual tersebut gak hanya sekadar mendukung ceritanya saja, tapi juga meninggalkan kesan di benak penonton. Hal inilah yang membuat penonton gak mudah lupa dengan visual fantasi yang disajikan dalam film The Magic Faraway Tree seusai menontonnya.

3. Para pemain mampu menerjemahkan karakter dan chemistry yang solid

Secara keseluruhan, para pemain yang terlibat dalam film ini sudah sangat baik menampilkan peran mereka. Misalnya saja seperti Delilah Bennett-Cardy, Phoenix Laroche, dan Billie Gadsdon yang mampu menerjemahkan karakter mereka sebagai anak-anak ke dalam film. Lalu, ada pula Andrew Garfield dan Claire Foy yang tampil solid sebagai orangtua yang menyayangi anak-anaknya.

Chemistry mereka sebagai sebuah keluarga pun gak kalah mencuri perhatian saya selama menonton. Bagi saya, selain karena elemen visual, cerita film The Magic Faraway Tree juga menjadi tampak hidup melalui chemistry Andrew Garfield-Claire Foy bersama para pemeran anak-anak yang terlihat mengalir. Bahkan, penonton dapat memetik pelajaran berharga tentang keluarga melalui peran mereka pada film ini.

4. Apakah film The Magic Faraway Tree recommended untuk ditonton?

Dari penjelasan review di atas, rasanya sangat mudah sekali merekomendasikan film The Magic Faraway Tree. Menurut saya, film ini layak ditonton secara langsung di bioskop karena memiliki visual indah dan memikat yang cocok ditonton di layar lebih besar dari handphone maupun laptop. Selain itu, cerita yang disuguhkan di sepanjang film juga terbilang mudah diikuti, punya konflik yang gak terlalu berat, dan turut diwarnai dengan bumbu komedi yang ramah untuk semua kalangan usia.

Kalau kamu sedang mencari film yang juga bisa ditonton anak-anak, maka film The Magic Faraway Tree dapat masuk watchlist kamu. Apalagi, mengingat Lembaga Sensor Film Indonesia sudah memberikan rating usia SU atau semua umur untuk film ini. Bila kamu mau nonton sendiri atau bersama teman juga bukan masalah karena film ini masuk dalam golongan tontonan yang menghibur dan gak bikin pusing. Kabar baiknya, The Magic Faraway Tree siap warnai bioskop Indonesia mulai 17 April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More