Jika kamu datang dengan ekspektasi kalau Resident Evil akan menjadi horor edgy sepanjang film, mungkin ada beberapa bagian yang terasa mengejutkan. Film ini memilih genre thriller survival yang berdarah, tegang, sekaligus lucu. Bryan bisa berada dalam situasi yang benar-benar mengerikan, lalu beberapa saat kemudian melakukan hal-hal lucu. Salah satunya saat dia tidak bisa berhenti mengumpat.
Kombinasi tersebut sebenarnya masih sejalan dengan DNA Resident Evil. Gimnya sendiri sering mempertemukan suasana horor dengan situasi yang absurd, dialog yang unik, dan aksi yang semakin lama semakin bombastis. Cregger tampaknya memahami bahasa tersebut. Ia tidak hanya mengambil nama Resident Evil, zombie, T-virus, dan sejumlah referensi, tetapi juga mencoba menerjemahkan cara sebuah gim survival horror membuat pemain merasa terlibat. Kamu akan merasakannya saat adegan first-person gameplay, ketika Bryan membawa senapan sembari menyalakan senter.
Banyak easter egg dari segi visual maupun auditori yang juga tersebar sepanjang film. Penggemar setia gim Resident Evil kemungkinan akan menemukan sejumlah detail yang terasa menyenangkan, sementara penonton baru masih bisa menikmati ceritanya sebagai film survival horror.
Memang, Resident Evil tidak sepenuhnya sempurna. Humor sempilan dan sejumlah keputusan cerita bisa membuat penonton mengernyitkan dahi. Namun, ketika sedang berada dalam mode survival horror, film ini benar-benar tahu bagaimana membuat penonton ikut tegang dan panik.