Reza Arap Targetkan 4,3 Juta Penonton untuk Harusnya Horror

- Reza Arap resmi debut sebagai sutradara lewat film Harusnya Horror dan sempat menargetkan 4,3 juta penonton, meski kemudian menyebut angka itu hanya candaan.
- Ia menegaskan seluruh tim sudah bekerja maksimal dan ingin membuktikan bahwa film ini bukan sekadar proyek YouTuber, meski menghadapi cibiran publik.
- Garry Ang dan Yukatheo mengaku sempat khawatir soal penilaian publik, namun optimistis setelah melihat hasil akhir film yang dijadwalkan tayang 20 Agustus 2026.
Jakarta, IDN Times - Reza Arap belum lama ini mengungkapkan harapannya untuk film Harusnya Horror yang menjadi karya debutnya sebagai sutradara. Dalam rangkaian Content Day yang berlangsung di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (1/7/2026), musisi sekaligus penggagas grup musik Weird Genius tersebut secara terbuka memasang target tinggi, yakni meraih sekitar 4,3 juta penonton.
Gak sampai di situ saja, di hadapan awak media yang hadir, Arap juga menilai Harusnya Horror tak seharusnya berakhir dengan perolehan di bawah 1 juta penonton. Menurutnya, film tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak orang yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan usaha terbaik mereka selama proses produksi. Oleh karena itu, ia berharap kerja keras seluruh tim tersebut bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
1. Reza Arap targetkan 4,3 juta penonton

Dalam Content Day yang berlangsung sekitar dua jam, Reza Arap mengatakan bahwa pencapaian terbesarnya lewat film Harusnya Horror bukan hanya karena ia akhirnya resmi debut sebagai sutradara. Baginya, kebahagiaan terbesar justru datang ketika ia bisa melihat para anggota AAA Clan mendapat kesempatan menjajal dunia perfilman dan menunjukkan kemampuan akting mereka secara serius.
Tanpa basa-basi, Arap kemudian blak-blakan mengungkap target tinggi untuk Harusnya Horror. Ia berharap, film yang juga dibintanginya sebagai pemeran utama tersebut dapat meraih sekitar 4,3 juta penonton. Bahkan, ia tak ragu menyebut egonya akan kesentil jika perolehan penonton film itu tidak mampu menembus angka 1 juta.
“4,3. Kalau ego kesenggol, di bawah sejuta sih. Gila lo, kalau di bawah sejuta sih gila lo. Amit-amit,” kata Reza Arap, Rabu (1/7/2026).
Menurut Arap, target tersebut bukan semata-mata merupakan ambisi pribadi, melainkan juga bentuk apresiasi terhadap kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi, mulai dari para pemain, kru, hingga orang-orang terdekat yang turut memberikan dukungan.
Namun, saat pernyataannya soal target jumlah penonton dikonfirmasi kembali dalam sesi doorstop, Reza Arap meluruskan bahwa angka 4,3 juta yang ia sebutkan sebelumnya disampaikan sebagai candaan. Meski begitu, ia menegaskan tetap berharap Harusnya Horror bisa meraih hasil terbaik.
Menurut Arap, berapa pun jumlah penonton yang nantinya diraih bukanlah hal yang paling penting baginya secara pribadi. Sebab, ia merasa seluruh pemain, kru, dan rumah produksi sudah memberikan kemampuan terbaik mereka selama proses pembuatan film.
“Itu asal aja. Becanda. Pokoknya berapa pun angkanya, it doesn't matter sih buat gua pribadi karena sekali lagi itu yang sudah anak-anak terbaik yang bisa mereka berikan. Termasuk saya juga, termasuk PH juga. Tapi ya namanya harapan kan boleh ya setinggi-setingginya.”
2. Tak gentar hadapi cibiran, Reza Arap: Saya paling suka diremehkan

Dalam kesempatan yang sama, Reza Arap juga menanggapi berbagai cibiran yang memandang Harusnya Horror dengan sebelah mata. Alih-alih tersinggung atau menciut, Arap justru mengaku suka diremehkan.
“Saya paling suka diremehkan. Dalam arti, ‘Ah, paling film YouTuber. Ah, paling film streamer.’ Saya akan buktikan kalau itu benar,” kata Reza Arap sambil bercanda.
Reza Arap kembali menegaskan bahwa seluruh pemain dan tim produksi telah mengerahkan kemampuan terbaik mereka selama proses produksi Harusnya Horror. Oleh karena itu, ia pun optimistis film tersebut dapat mematahkan berbagai anggapan yang meremehkan.
“Dan kalau ada tagline-tagline kayak sok ngenyekin gitu, ‘Ah, paling film YouTuber.” Saya akan buktikan semua itu salah.”
3. Garry Ang akui sempat khawatir terhadap penilaian publik

Sementara itu, Garry Ang tak menampik bahwa ia dan rekan-rekan AAA Clan sempat dihantui rasa khawatir terhadap penilaian publik. Menurut Garry, kekhawatiran tersebut pun kerap menjadi bahan obrolan mereka di sela-sela proses syuting. Meski begitu, ia menyadari bahwa kritik akan selalu ada, terlebih karena ini merupakan pengalaman pertama mereka terjun ke dunia akting.
Senada dengan Garry, Yukatheo juga mengaku sempat diliputi rasa takut saat dipercaya membintangi Harusnya Horror. Sebagai pendatang baru di dunia akting, ia khawatir kehadirannya justru akan menghambat kualitas film secara keseluruhan. Namun, setelah melalui proses syuting dan melihat hasil akhirnya, Yuka merasa kekhawatirannya pun hilang.
“Yang aku takutkan keberadaan aku di film ini bakal menghambat film ini secara kolektif. Tapi setelah di-direct, dan setelah ngejalanin berbagai macam prosesnya, dan setelah melihat hasil filmnya, ternyata tidak mengganggu keberadaan saya di sana, malah menurut saya hasil filmnya, secara pribadi cukup memuaskan buat saya,” ungkap Yuka.
Yukatheo juga menyebut bahwa ia tak terlalu mempermasalahkan jika nantinya muncul tanggapan negatif dari netizen. Menurutnya, pro dan kontra merupakan hal yang wajar di industri hiburan dan sudah menjadi bagian yang harus diterima. Apalagi, ia dan rekan-rekannya sudah terbiasa menghadapi beragam respons dari publik. Meski begitu, Yukatheo optimistis Harusnya Horror akan mendapat lebih banyak tanggapan positif dari penonton.
Harusnya Horror dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026. Selain dibintangi oleh Reza Arap bersama para anggota AAA Clan, film ini juga menjadi karya terakhir mendiang Lula Lahfah sebelum meninggal dunia.

















