The Sounds Project Klarifikasi Tantangan Baca Surat Alquran Berhadiah Miras

Video viral di The Sounds Project Vol. 9 memperlihatkan tantangan melafalkan surat Alquran dengan imbalan minuman keras di booth sponsor, memicu kecaman warganet.
Penyelenggara menyatakan aksi itu di luar arahan dan persetujuan mereka, mengecam penistaan agama serta tindakan menyinggung SARA, lalu menegur pihak terkait dan melakukan evaluasi.
MC Ega mengaku lalai saat pengunjung mengambil mikrofon dan membuat sayembara, meminta maaf, serta menegaskan pihak brand tidak terlibat dalam aksi tersebut.
Sebuah video dari gelaran The Sounds Project Vol. 9 mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan tantangan dari pengunjung untuk pengunjung lain melafalkan salah satu surat dalam Alquran dengan imbalan minuman keras.
Momen tersebut terjadi di salah satu booth sponsor dalam gelaran The Sounds Project Vol. 9 pada Minggu (9/8/2026). Video yang beredar kemudian menuai kecaman. Setelah ramai di media sosial, penyelenggara The Sounds Project akhirnya memberikan pernyataan resmi. Simak kronologi lengkapnya.
1. Viral video tantangan melafalkan Alquran berhadiah miras

kejadian kontroversial di booth Newport pada The Sounds Project (threads.com/aqueer_) Dalam video yang beredar, seorang pengunjung di salah satu booth brand minuman keras terlihat membuat sayembara kepada pengunjung lainnya. Dalam tantangan tersebut, seorang pengunjung diminta melafalkan salah satu surat dalam Alquran dengan imbalan minuman keras. Pengunjung itu lalu melakukan tantangan dan mendapatkan minuman yang ditawarkan.
Momen tersebut sontak menjadi sorotan, karena aktivitas tersebut dilakukan di tengah penyelenggaraan festival musik yang dihadiri berbagai macam pengunjung. Penggunaan unsur agama sebagai bagian dari tantangan dengan hadiah minuman keras pun menuai reaksi keras dari warganet. Gak sedikit yang menganggap aksi ini sebagai pelecehan agama.
2. The Sounds Project tegaskan tak pernah membenarkan aksi tersebut

klarifikasi The Sounds Project (instagram.com/thesoundsproject) Melalui pernyataan resminya pada Selasa (11/8/2026), The Sounds Project menyampaikan sikap tegas terhadap kejadian yang berlangsung di booth tersebut. Penyelenggara mengaku marah dan kecewa serta mengecam perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan tantangan maupun promosi produk.
"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tegas pihak The Sounds Project di Instagram resminya.
Tim The Sounds Project juga mengungkapkan telah menegur pihak terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Selain itu, mereka juga melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi dalam penyelenggaraan acara selanjutnya.
3. MC mengaku lalai dan minta maaf

klarifikasi Ega, MC Newport di The Sounds Project (threads.com/aqueer_) Selain pihak penyelenggara, MC yang bertugas di booth brand tersebut saat kejadian juga memberikan klarifikasi. Melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada Selasa (11/8/2026), MC bernama Ega tersebut mengaku lalai dalam mengontrol situasi ketika seorang pengunjung mengambil alih mikrofon.
Menurut Ega, saat jeda acara, ia sedang berinteraksi dengan pengunjung. Kemudian, seorang audiens yang mengenakan atasan putih tiba-tiba mengambil mikrofon yang digunakannya dan membuat sayembara kepada pengunjung lain. Di momen itu, aksi kontroversial tersebut terjadi.
“Saya Ega, selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada Hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu," buka Ega dalam unggahan Threads pribadinya.
Ega mengatakan seharusnya segera mengambil kembali mikrofon tersebut dan menghentikan aktivitas yang dilakukan pengunjung. Dalam klarifikasinya, Ega juga menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki keterlibatan dalam kejadian tersebut. Ia kemudian meminta maaf secara pribadi, karena tidak mampu mengantisipasi aksi spontan pengunjung yang akhirnya menimbulkan kegaduhan.
“Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," jelasnya.





















