Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Dokter Menggunakan Baju Warna Hijau Saat Operasi
medicalogy.com

Umumnya, dokter mengenakan pakaian putih sebagai lambang dari kebersihan. Namun ketika ingin melakukan operasi terhadap pasien, maka sang dokter harus berganti pakaian menggunakan baju berwarna hijau atau biru.

Mengapa tidak warna kuning atau hitam saja? Nah, ternyata ada alasannya, lho. Penasaran? Yuk, simak di bawah ini!

Alasan dokter mengenakan baju berwarna hijau atau biru ialah untuk mengasah kepekaan terhadap hal-hal yang berwarna merah. Pada saat operasi, dokter disuguhkan pemandangan yang dominannya berwarna merah, yakni warna darah dan organ.

Menurut penelitian, terlalu lama melihat warna merah dapat menyebabkan seseorang terbiasa dengan warna tersebut. Sehingga penglihatannya terhadap organ dan darah akan terganggu. Sehingga menjadi sukar dibedakan.

Selain itu, melihat warna merah yang berkepanjangan juga menimbulkan efek halusinasi warna hijau saat melihat ke permukaan yang berwarna putih. Hal tersebut akan memengaruhi kinerja dokter dalam beroperasi.

Tapi, kenapa harus warna hijau atau biru, ya? Sebab warna tersebut dapat menyegarkan penglihatan seseorang. Sama halnya ketika kita melihat sawah yang masih hijau, secara tidak sadar, mata kita akan terasa segar.

Atau, ketika melihat pantai-pantai di Lombok yang airnya tampak berwarna biru, lalu menyatu dengan langit yang juga berwarna biru. Segar sekali, bukan?

Saat dokter melihat warna hijau dari waktu ke waktu, matanya akan menjadi sensitif terhadap variasi warna merah. Sehingga ia mudah mengenali organ-organ yang akan dioperasinya. Pun dalam roda warna, warna hijau menjadi lawan dari warna merah, membuat kedua warna tersebut kontras.

Semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan kamu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team