Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Bedanya Parfum Pria dan Perempuan? Tidak Sesederhana yang Dikira
ilustrasi memakai parfum (pexels.com/Tarek Shahin)
  • Parfum pria dan perempuan memakai kelompok bahan aromatik yang sama; perbedaannya terutama muncul dari kombinasi aroma dan karakter yang ditonjolkan.
  • Secara tradisional, parfum perempuan cenderung floral, fruity, citrus, manis, atau musk lembut; parfum pria banyak menampilkan woody, spicy, herbal, aquatic, leather, tobacco, dan citrus.
  • Label gender parfum turut dibentuk desain kemasan serta iklan, sementara aroma yang sama dapat berkembang berbeda di kulit setiap orang karena kondisi kulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah memperhatikan bahwa parfum pria biasanya identik dengan aroma kayu dan rempah, sementara parfum perempuan lebih sering dikaitkan dengan wangi bunga atau buah? Pembagian ini sudah begitu umum sampai-sampai kita sering menganggap parfum pria dan perempuan dibuat dari bahan yang benar-benar berbeda. Namun, apakah parfum memiliki gender?

Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Parfum pria dan perempuan pada dasarnya menggunakan bahan aromatik yang sama. Perbedaannya lebih banyak terletak pada kombinasi aroma, karakter wangi, cara parfum dipasarkan, serta persepsi masyarakat terhadap aroma tertentu. Mari, kita bahas lebih dalam seputar perbedaan keduanya!

1. Tidak ada bahan yang khusus untuk pria atau perempuan

ilustrasi parfum vanilla (magnific.com/atlascompany)

Parfum dibuat dari berbagai kelompok aroma, seperti floral, citrus, woody, spicy, fruity, musk, hingga resin. Bahan-bahan tersebut sebenarnya tidak memiliki jenis kelamin. Yang membedakan adalah bagaimana para perfumer mengombinasikan dan menonjolkan aroma tersebut. Karena itu, tidak ada aturan bahwa aroma bunga hanya boleh digunakan dalam parfum perempuan atau aroma kayu hanya cocok untuk pria. Seiring berkembangnya tren parfum unisex, batas tersebut bahkan semakin tidak jelas. Satu aroma bisa terasa feminin bagi seseorang, tetapi justru maskulin bagi orang lain.

2. Seperti apa karakter parfum perempuan

ilustrasi parfum (unsplash.com/Nikita Khowala)

Secara tradisional, parfum perempuan lebih sering menggunakan aroma yang memberikan kesan lembut, manis, segar, atau romantis. Beberapa aroma yang umum ditemukan antara lain:

  • Floral: mawar, melati, peony, dan ylang-ylang.

  • Fruity: pir, persik, dan berbagai buah lainnya.

  • Citrus: bergamot dan aroma jeruk yang memberikan kesan segar.

  • Sweet: vanila dan amber yang memberikan sentuhan hangat.

  • Musky: musk lembut yang membuat aroma terasa lebih halus dan nyaman.

Kombinasi aroma tersebut umumnya menghasilkan wangi yang dianggap feminin dan lembut. Meski begitu, bukan berarti aroma floral atau manis hanya cocok untuk perempuan. Pria pun tetap bisa menggunakannya jika sesuai dengan selera dan karakter yang ingin ditampilkan.

3. Bagaimana dengan parfum pria

ilustrasi parfum (unsplash.com/Russel Bailo)

Parfum pria secara tradisional lebih banyak menonjolkan aroma yang terasa segar, kering, hangat, atau kuat. Beberapa karakter yang sering digunakan meliputi:

  • Woody: cedarwood, vetiver, oud, dan aroma kayu lainnya.

  • Spicy: lada hitam dan kapulaga.

  • Herbal: berbagai aroma tumbuhan yang memberikan kesan segar.

  • Aquatic: karakter yang menyerupai kesegaran air.

  • Leather dan tobacco: memberikan kesan lebih dalam dan hangat.

  • Citrus: seperti bergamot untuk memberikan pembukaan yang segar.

Karakter tersebut kemudian membentuk kesan yang selama ini dianggap lebih maskulin, seperti tegas, elegan, berani, atau berkarakter.

4. Perbedaannya lebih banyak karena marketing

ilustrasi parfum (pixabay.com/Bru-nO)

Kalau dilihat dari sisi bahan, sebenarnya tidak ada batas tegas antara parfum pria dan perempuan. Salah satu alasan mengapa keduanya terasa berbeda adalah cara industri parfum membangun persepsi tentang gender. Sebagai contoh, botol berwarna pink dengan desain feminin membuat kita  mengasosiasikan sebuah parfum dengan perempuan. Sebaliknya, botol berwarna hitam atau biru tua dengan desain tegas sering dipasarkan sebagai parfum pria.

Iklan juga memainkan peran besar. Parfum perempuan sering dikaitkan dengan romantisme dan kelembutan, sementara parfum pria lebih sering menggambarkan kekuatan, petualangan, atau kepercayaan diri. Inilah salah satu alasan parfum unisex semakin populer. Produk tersebut tidak terlalu membatasi aroma berdasarkan gender sehingga siapa pun dapat memilih wangi yang sesuai dengan selera mereka.

5. Aroma parfum bisa berbeda di setiap orang

ilustrasi parfum (pexels.com/High Rollick studio)

Selain komposisi parfum, kondisi kulit juga dapat memengaruhi bagaimana sebuah aroma berkembang. Suhu kulit, kadar minyak, kelembapan, dan karakteristik kulit seseorang dapat membuat parfum yang sama tercium sedikit berbeda. Itulah mengapa parfum yang terasa sangat segar ketika dicium dari botol belum tentu memiliki aroma yang sama setelah disemprotkan ke kulit.

Pada akhirnya, parfum adalah soal preferensi pribadi. Jadi, daripada terpaku pada tulisan “for men” atau “for women” di kemasan, lebih baik pilih aroma yang membuat kamu merasa nyaman dan percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article