Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kejahatan Baek Ki Tae yang Mencengangkan di Made in Korea

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)
Intinya sih...
  • Baek Ki Tae, agen KCIA yang terjun ke bisnis narkoba
  • Mengganggu dan menghambat investigasi jaksa Jang Geon Young
  • Mengkhianati negara lewat pabrik narkoba dan ekspor ke Jepang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Baek Ki Tae (Hyun Bin) adalah contoh ekstrem bagaimana kekuasaan negara bisa berubah menjadi alat kejahatan ketika jatuh ke tangan yang salah. Di Made in Korea, ia tidak hanya berperan sebagai antagonis utama, tetapi juga simbol pengkhianatan institusional yang dibungkus ambisi pribadi.

Kejahatan-kejahatannya tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan, membentuk jaringan dosa yang merusak hukum, moral, dan negara itu sendiri. Berikut lima kejahatan besar Baek Ki Tae yang menjadikannya salah satu karakter paling berbahaya dalam drama Made in Korea.

1. Agen KCIA yang terjun ke bisnis narkoba

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Kejahatan paling mendasar sekaligus paling ironis adalah status Baek Ki Tae sebagai agen KCIA yang justru berbisnis narkoba. Sebagai aparat intelijen, ia seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi negara dari kejahatan terorganisir. Namun, ia membalikkan peran tersebut demi keuntungan pribadi.

Pengetahuan intelijen, akses jaringan, serta perlindungan institusional justru ia manfaatkan untuk membangun bisnis ilegal. Kejahatan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap sumpah dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara. Baek Ki Tae menjadikan negara sebagai tameng, sementara kejahatan dijalankan di baliknya.

2. Mengganggu dan menghambat investigasi jaksa Jang Geon Young

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Ketika Jaksa Jang Geon Young (Jung Woo Sung) mulai mendekati kebenaran, Baek Ki Tae tidak tinggal diam. Ia secara sistematis mengganggu jalannya investigasi hukum demi melindungi kepentingannya sendiri. Mulai dari manipulasi informasi, penyadapan, tekanan politik, hingga sabotase internal, semua dilakukan agar kasus yang menjeratnya tak pernah sampai ke meja pengadilan.

Kejahatan ini menunjukkan bahwa Baek Ki Tae tidak hanya melawan individu, tetapi juga merusak sistem peradilan dari dalam. Ia memanfaatkan celah birokrasi dan relasi kekuasaan untuk menumpulkan hukum. Konfliknya dengan Jang Geon Young pun menjadi representasi benturan antara hukum yang ideal dan kekuasaan yang korup.

3. Mengkhianati negara lewat pabrik narkoba dan ekspor ke Jepang

still cut drakor Made in Korea
still cut drakor Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Kejahatan Baek Ki Tae mencapai level pengkhianatan nasional ketika ia membangun pabrik narkoba dan mengekspornya ke Jepang. Tindakan ini bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga membahayakan posisi Korea di mata dunia.

Ironisnya, Baek Ki Tae membenarkan aksinya dengan logika ekonomi. Ia merasa ikut berkontribusi pada devisa negara, meski sumbernya berasal dari kehancuran sosial dan kriminalitas. Cara berpikir ini memperlihatkan betapa jauhnya ia menyimpang, mengaburkan batas antara pembangunan dan kejahatan demi memuaskan obsesinya terhadap kekuasaan.

4. Penipuan dan manipulasi sebagai alat kekuasaan

still cut drama Korea Made in Korea
still cut drama Korea Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Selain kejahatan fisik, Baek Ki Tae juga mahir melakukan penipuan dan manipulasi. Ia mempermainkan informasi, memutarbalikkan fakta, dan menciptakan narasi palsu demi menjaga citra dan posisi politiknya.

Manipulasi ini tidak hanya ditujukan pada lawan, tetapi juga sekutu. Bagi Ki Tae, setiap hubungan adalah transaksi. Siapa pun bisa dimanfaatkan selama menguntungkan, dan ditinggalkan ketika tak lagi relevan. Kejahatan jenis ini membuatnya semakin sulit disentuh hukum karena jejaknya tersembunyi di balik intrik politik.

5. Penyiksaan dan pembunuhan demi mempertahankan obsesinya

still cut drama Korea Made in Korea
still cut drama Korea Made in Korea (instagram.com/disneypluskr)

Kejahatan paling brutal Baek Ki Tae adalah kesediaannya melakukan penyiksaan dan pembunuhan demi melancarkan obsesinya memiliki kekuasaan. Di titik ini, kekerasan bukan lagi jalan terakhir, melainkan strategi utama.

Ia tidak ragu menghabisi siapa pun yang dianggap mengancam, saksi, rival, bahkan orang yang pernah berjasa padanya. Tindakan ini menegaskan bahwa Baek Ki Tae telah kehilangan seluruh sisa empati. Kekuasaan baginya bukan alat, melainkan tujuan akhir yang harus dicapai dengan cara apa pun.

Lima kejahatan ini menggambarkan transformasi Baek Ki Tae dari aparat negara menjadi simbol kerusakan sistemik. Made in Korea tidak sekadar menampilkan antagonis kejam, tetapi juga kritik tajam terhadap bagaimana kekuasaan tanpa kontrol dapat melahirkan kejahatan yang jauh lebih berbahaya daripada kriminal biasa. Baek Ki Tae bukan hanya penjahat. Ia adalah cermin gelap dari negara yang gagal menjaga dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei
Follow Us

Latest in Korea

See More

5 Support System Kang Da Wit di Pro Bono, Semua Rekan Kerja!

07 Jan 2026, 21:59 WIBKorea