7 Stereotip Dialami Jun Kyung sebagai Wanita Usia 30-an di Love Me

- Jun Kyung sering diasumsikan masih single karena standarnya yang katanya ketinggian, bukan karena pilihan dengan sadar atau pertimbangannya sendiri
- Ketika Jun Kyung memilih karier, kesehatan mental, atau ruang pribadi, ia malah dilabeli takut berkomitmen dan dicap menghindari masalah percintaan
- Orang-orang menganggap Jun Kyung begitu kesepian dan butuh pendamping hidup agar bisa bahagia, meski ia menunjukkan ia kuat sendiri tanpa pasangan
Karakter Seo Jun Kyung (Seo Hyun Jin) di drakor Love Me merupakan anak perempuan pertama di keluarganya. Di lingkungan masyarakat, ia adalah seorang dokter kandungan yang berprestasi. Namun sayangnya, deep down di dalam hatinya ia merasa begitu kesepian karena harus menghadapi keseharian sendirian tanpa teman berbagi cerita kelu kesah.
Pasangan romantis yang ia harapkan pun ia tidak punya, sementara keluarganya di rumah pun memiliki masalah masing-masing yang tidak bisa ia ganggu. Jun Kyung di usia 36 tahun harus menghadapi stereotip negatif dari masyarakat tentang dirinya yang masih melajang. Nah, berikut ini deretan stereotip negatif yang dihadapi Jun Kyung dalam drakor Love Me.
1. Jun Kyung sering diasumsikan masih single karena standarnya yang katanya ketinggian, bukan karena pilihan dengan sadar atau pertimbangannya sendiri

2. Ketika Jun Kyung memilih karier, kesehatan mental, atau ruang pribadi, ia malah dilabeli takut berkomitmen dan dicap menghindari masalah percintaan

3. Orang-orang menganggap Jun Kyung begitu kesepian dan butuh pendamping hidup agar bisa bahagia, meski ia menunjukkan ia kuat sendiri tanpa pasangan

4. Perempuan usia 30-an dianggap seperti barang yang susah laku sehingga waktunya menurunkan standar, menyesuaikan diri, dan tidak terlalu idealis

5. Prestasi dan daya guna Jun Kyung tidak begitu dipandang selama ia masih melajang, karena di mata orang lain ia hidup menderita tanpa suami dan anak

6. Seringnya muncul pertanyaan ‘kapan nikah’ tanpa empati. Pertanyaan ini muncul berulang, dibungkus candaan dan basa-basi tapi melelahkan mental

7. Usia 30-an lebih belum menikah diperlakukan seolah ada yang salah dengan dirinya, bahkan dituntut untuk evaluasi diri agar menarik calon pasangan

Seo Jun Kyung sering menunjukkan kepada orang lain bahwa hidupnya begitu bahagia dan tidak kesepian, ia menjalani hari-harinya dengan senang meski tanpa pasangan. Namun, siapa sangka kebohongan yang ia jalani seperti pedang bermata dua, ia semakin kesepian seiring berjalannya waktu.
Terlebih di usianya yang telah menginjak 36 tahun ia harus menghadapi stereotip negatif dan penilaian sepihak dari masyarakat terhadap dirinya sebagai perempuan dewasa yang masih melajang. Teman-temannya yang sudah menikah meninggalkannya hidup sendirian membuat ia tampak kasihan di mata orang lain. Untuk menghadapi stereotip itu, Seo Jun Kyung harus bersikap tegar dan tangguh di depan orang lain.



















