Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Bukti Kecelakaan Helikopter adalah Salah Pemerintah di Doctor on the Edge

4 Bukti Kecelakaan Helikopter adalah Salah Pemerintah di Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
Intinya Sih
  • Fasilitas medis di Pyeondong-do sangat terbatas, membuat diagnosis pasien sulit dan memicu kesalahan fatal yang berujung pada kecelakaan helikopter.
  • Pemerintah daerah tergesa membangun landasan helikopter demi citra politik, mengabaikan keselamatan dan kebutuhan nyata tenaga medis setempat.
  • Setelah tragedi terjadi, pemerintah lepas tangan dan menyalahkan Do Ji Ui, bahkan membocorkan rekam medisnya hingga merusak reputasinya sebagai dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Suatu malam, puskesmas Pyeondong-do menerima seorang pasien yang mengeluh sakit perut bawah selama beberapa hari di drakor Doctor on the Edge (2026). Ketika diperiksa, Do Ji Ui (Lee Jae Wook) mendiagnosis pasien ini ada kemungkinan mengidap radang usus buntu dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, kapal medis darurat gak bisa berlayar ke Pyeondong-do karena badai dan ombak besar.

Pada akhirnya, tim penyelamat mengirim helikopter untuk mengangkut pasien tersebut. Sayangnya, helikopter tersebut gagal mendarat dan meledak di atas landasan.pilot dan seluruh tim bertugas dalam helikopter tersebut langsung meninggal dunia. Pasien darurat tersebut diketahui ternyata hanya sakit perut biasa saja dan gak butuh pertolongan cepat.

Namun, kejadian ini cukup membuat pekerja kesehatan di kepulauan tersebut cukup sadar jika pemerintah sangat berperan dalam kejadian ini. Lalu, apa saja bukti jika kecelakaan helikopter ini merupakan kesalahan pemerintah di drakor Doctor on the Edge?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Minimnya fasilitas penunjang pemeriksaan di puskesmas setempat

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Sejak awal bergabung, Do Ji Ui menyadari jika alat pemeriksaan di puskesmas Pyeondong-do ini sangat terbatas. Alat yang dimiliki juga telah berumur dan perlu diperbarui. Sayangnya, para nakes yang bekerja telah lama meminta bantuan pemerintah untuk memberikan hibahnya demi alat pemeriksaan ini. 

Sekalipun beberapa dokter bekerja dengan baik, mereka juga gak bisa mendiagnosa dengan tepat ketika puskesmas gak punya mesin rontgen dan alat USG. Padahal, mesin ini akan sangat berguna ketika para penduduk terluka dan berada di kondisi gawat darurat. Nakes yang bekerja di puskesmas akan lebih bisa mengendalikan kondisi pasien dan meminimalisir korban jiwa ketika pasien akan dipindahkan ke rumah sakit besar.

Buktinya, beberapa penduduk harus diperiksa lebih lanjut dan mengeluarkan biaya serta waktunya lagi untuk pergi ke rumah sakit besar di daratan yang harus ditempuh selama beberapa jam menggunakan kapal. Gak hanya itu, dokter di puskesmas juga gak bisa mendiagnosis dengan mudah karena mengandalkan ciri-ciri dari luar tubuh manusia.

2. Pembangunan landasan helikopter yang terburu-buru

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Setelah kisah menolong pasien serangan jantung viral, gubernur setempat menggunakan situasi ini untuk mendongkrak kredibilitasnya dalam pemilu ke depan. Dia menggunakan anggaran pemerintah untuk merenovasi landasan helikopter di berbagai desa yang ada di kepulauan tersebut. Namun, ketika proyek ini dijalankan, banyak pekerja terluka karena target pekerjaan yang sangat mepet.

Nakes setempat juga cukup terganggu karena gubernur hanya memperhatikan visual dan publikasi saja. Mereka mengaku jika landasan tersebut gak cukup penting daripada melengkapi fasilitas puskesmas. Kenyataannya, hasil proyek ini juga dinilai mangkrak karena minimnya pemasangan lampu di sekitar landasan.

3. Pemerintah yang memberikan tanggung jawab moral pada Do Ji Ui

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Gagalnya helikopter mendarat ini memakan beberapa korban jiwa. Keluarga korban mulai menyalahkan Do Ji Ui karena media mempublikasi kesalahan diagnosis pasien radang usus buntu tersebut. Ketika kejadian ini muncul, pemerintah setempat juga seakan kabur dari tanggung jawabnya.

Pada akhirnya, semua orang menyalahkan Do Ji Ui dan mempertanyakan kredibilitasnya. Padahal, semua masalah ini terpusat karena kurangnya peran pemerintah dalam bekerja. Bahkan, gubernur setempat juga menggunakan uang daerah untuk merenovasi landasan helikopter ini.

4. Rekam medis Do Ji Ui yang bocor

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Setelah beberapa waktu, rekan kerja Do Ji Ui, Yuk Ha Ri (Shin Ye Eun) dan Hyun Chi Yeon (Hong Min Gi), berusaha menyelidiki kasus ini dan mencari informasi ke desa sekitar. Mereka mulai menyadari jika banyak nakes juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan, beberapa kasus juga menyatakan jika pilot gak jadi mendarat di desa mereka karena kurangnya lampu di landasan helikopter.

Hyun Chi Yeon kemudian melaporkan hal ini dan memberikan sanggahan mereka ke pemerintah. Kenyataannya, media malah memuat rekam medis Do Ji Ui yang dinilai gak cukup handal dalam bekerja sebagai dokter. Laporan dan bukti yang telah dikumpulkan Hyun Chi Yeon juga seakan dilupakan begitu saja.

Dengan kondisi ini, bukan hal mengejutkan jika Do Ji Ui dinilai sebagai korban politik gubernur setempat. Masalahnya terus berlarut hingga menghancurkan kredibilitas Do Ji Ui di mata masyarakat. Setuju dengan ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More