Kelompok Para Elit, Apa Itu Klub Magnolia di Doctor X: Mafia In White?

- Doctor X: Mafia in White menyorot Gye Su Jeong yang mengungkap korupsi dan minimnya empati pasien di GUMC, hingga rumah sakit itu terancam bangkrut.
- Klub Magnolia adalah organisasi rahasia berisi elit medis dan politik yang memakai kekuasaan untuk keuntungan pribadi, mengendalikan aturan, serta memprioritaskan pasien VIP.
- Klub dipimpin Ketua Yayasan GUMC Gu Bon Pyeong, dengan anggota petinggi medis dan Wali Kota Seonam Im Ho Seok yang memperluas pengaruh kelompok.
Drama Doctor X: Mafia in White menjadi salah satu drama dengan tontonan yang menarik. Menceritakan seorang dokter bedah bernama Gye Su Jeong (Kim Ji Won) yang menjadi dokter sementara di Guseo University Medical Center (GUMC). Kehadiran Su Jeong membuka praktik kejahatan besar yang terjadi di sana. Skandal korupsi dan rasa nirempati terhadap pasien menjadikan GUMC rumah sakit yang buruk. Bahkan itu yang membuat rumah sakit tersebut berada di ujung tanduk dan di ambang kebangkrutan.
Bukan sekadar masalah internal rumah sakit, nyatanya masalah berakar pada sekelompok elit yang tergabung dalam Klub Magnolia. Lalu, apa sebenarnya Klub Magnolia itu? Siapa saja yang terlibat dan apa peran para penjahat berdasi itu? Yuk, disimak ulasannya di bawah ini!
1. Kelompok rahasia para elit

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official) Klub Magnolia merupakan kelompok atau organisasi rahasia yang bergerak di lingkungan medis dan politik. Kehadiran kelompok satu ini sangat berbahaya. Pasalnya, kelompok ini diisi oleh para elit yang memiliki kekuasaan penuh atas GUMC. Tak hanya itu, cara kerja para anggotanya pun sangat kotor.
Di sini, kekuasaan dan jabatan dijadikan ambisi para anggotanya. Hal tersebut dilakukan untuk mencari keuntungan pribadi seperti korupsi, naik jabatan, dan masih banyak lagi. Praktik kejahatan yang dilakukan memiliki dampak buruk bagi nyawa manusia. Bahkan nyawa seseorang tidak berharga di mata kelompok para elit itu. Sangat mengerikan!
2. Hal yang dikhawatirkan dari Klub Magnolia

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official) Seperti yang sudah dijelaskan di atas, praktik kejahatan besar terjadi dalam Klub Magnolia. Kehadiran kelompok ini sangat berbahaya karena kelompok ini mengedepankan kepentingan pribadi. Nyawa seorang pasien tidak akan dipedulikan oleh para anggotanya. Tak hanya itu, peraturan pun bisa dibuat dan dikendalikan sesuai dengan jabatan yang dimiliki. Maka tak heran, jika para anggotanya lebih rela kehilangan nyawa pasien dibandingkan harus kehilangan keuntungan berupa materi.
Tak hanya itu, para elit ini bisa mengendalikan para dokter yang bekerja sesuai dengan arahannya. Misalnya, pasien VIP harus didahulukan daripada pasien dengan status sosial di bawahnya. Sekali pun itu merugikan pasien biasa, para elit tersebut tidak peduli.
3. Identitas dan para anggota Klub Magnolia

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official) Klub Magnolia memiliki simbol atau identitas seperti klub elit lainnya. Dilambangkan dengan bunga magnolia, para anggotanya terlihat memakai lencana emas saat mengadakan rapat eksklusif. Isi rapatnya pun tak jauh-jauh dari membahas uang, jabatan, dan status sosial.
Klub satu ini memiliki beberapa anggota. Misalnya, Gu Bon Pyeong (Choi Kwang Il) menjadi pimpinan kelompok ini sekaligus Ketua Yayasan GUMC. Ia menjadi dalang di balik praktik korupsi besar-besaran di rumah sakitnya. Para anggota pun tunduk padanya. Ada juga Kim Chang Soo (Jung Suk Yong) yang merupakan Ketua Asosiasi Dokter di Kota Seonam. Lalu, ada Kim Myeong Seop (Kim Jong Goo) sebagai direktur atau petinggi dari GUMC dan ada Na Dae Il (Jang Seung Joo) yang merupakan dokter bedah dengan jiwa psikopat. Apalagi Dae Il diprediksi akan jadi villain utama yang harus dilawan Su Jeong.
Tak hanya di lingkungan medis, elit lainnya juga muncul di dunia politik, yaitu Im Ho Seok (Kim Kyung Min) sebagai Wali Kota Seonam. Bergabungnya Ho Seok mempermudah Klub Magnolia 'berekspansi' untuk melakukan kejahatan dan kebal terhadap hukum negara.























