3 Karakter Korban Patriarki di Drakor Make Me Tingle

- Make Me Tingle mengikuti Gong Yeon Su yang semakin dekat dengan CEO sex toy Dokgo Dal, sembari menghadapi keluarga konservatif dengan nilai patriarkis.
- Sebagai anak perempuan, Yeon Su dibatasi pendidikan, karier, pilihan pasangan, serta dibebani pekerjaan domestik dan perlakuan makan yang tidak setara.
- Bibi Gong Mi Young mengalami stigma setelah perceraian, sementara Gong Nam Su ditekan mengejar profesi pilihan keluarga dan menyembunyikan hubungan karena tuntutan status.
Make Me Tingle membahas lika-liku kisah cinta Gong Yeon Su (Nam Ji Hyun) dengan CEO perusahaan sex toy bernama Dokgo Dal (Kim Jae Young). Keduanya pertama bertemu lewat kencan buta, tapi jadi semakin dekat karena bekerja bersama.
Selain kisah bersama Dokgo Dal, Make Me Tingle juga membahas mengenai keluarga Gong Yeon Su yang masih konservatif dan memegang nilai-nilai patriarkis. Drakor ini menunjukkan dampak buruk yang dialami korban patriarki. Siapa saja mereka?
1. Gong Yeon Su

Nam Ji Hyun di Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle) Gong Yeon Su merupakan anak pertama. Namun, karena dirinya perempuan, ia mendapatkan banyak batasan dari kakek dan neneknya. Misalnya, ia hanya boleh bersekolah dan kuliah di tempat khusus putri.
Selain itu, meski diizinkan bekerja dan berkarier, ia kerap diomeli kalau pulang terlalu malam. Di usianya yang ke-29 tahun, ia juga didesak untuk menikah lewat perjodohan. Ia bahkan tak bisa berkata jujur bahwa dirinya sebetulnya sudah punya pacar dan hubungan mereka berjalan lebih dari satu tahun.
Sebagai perempuan, ia juga diharuskan membantu memasak dan mengerjakan urusan rumah saat ada acara besar keluarga yang digelar 22 kali dalam setahun. Ia, ibu, dan bibinya juga makan di meja yang terpisah dengan kakek dan adiknya. Menu makanannya pun lebih sedikit dibanding untuk anggota keluarga pria.
2. Gong Mi Young

Jeong In Ji di Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle) Gong Mi Young (Jeong In Ji) merupakan bibi Gong Yeon Su. Dulu ia menikah dengan pria pilihan keluarganya. Namun, ia tak pernah bahagia dan akhirnya pernikahan itu berujung pada perceraian.
Di rumahnya, ia kerap mendapat diskriminasi dan stigma oleh orangtuanya sendiri karena berstatus janda cerai. Dari luar, ia memang tampak santai dan cuek. Namun, ia punya luka batin karena masalah ini. Terlebih demi menyetujui perjodohan, ia putus dan berpisah dari kekasih yang dicintainya.
3. Gong Nam Su

Kim Shin Bi di Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle) Patriarki tidak hanya merugikan perempuan, tapi juga pria. Hal ini tampak dari kisah Gong Nam Su (Kim Shin Bi). Ia merupakan adik Gong Yeon Su. Setelah ayahnya meninggal, kakek dan neneknya memberikannya tekanan untuk sukses agar mengharumkan nama keluarga.
Ia harus belajar menjadi PNS meski ini bukan profesi impiannya dan dirinya sudah tiga kali gagal lulus ujian. Selain itu, ia sampai merahasiakan hubungan dengan pacarnya sebab akan sulit mendapat restu. Kakeknya akan sulit menerima kekasih Gong Nam Su yang bukan dari keluarga terpandang. Di sisi lain, masalah semakin rumit saat pacar Gong Nam Su hamil.
Ketiga karakter Make Me Tingle di atas mengalami berbagai tekanan dan diberi batasan karena budaya patriarki di keluarga mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana korban patriarki, entah itu pria atau perempuan, tidak merasa bahagia dalam hidup mereka.























