4 Kendala Raja Lee Wan Menghapus Monarki di Ending Perfect Crown

- Lee Wan resmi naik takhta sebagai raja dan langsung membuat keputusan mengejutkan dengan menghapus sistem monarki melalui perubahan konstitusi negara.
- Rencana Lee Wan menghadapi perlawanan keras dari Perdana Menteri Min Jeong Woo, kabinet bangsawan, serta keluarga kerajaan yang menolak kehilangan privilese mereka.
- Masyarakat terbelah antara pihak pro dan kontra terhadap penghapusan monarki, namun Lee Wan akhirnya berhasil mewujudkan niatnya di akhir drama Perfect Crown.
Lee Wan alias Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok) akhirnya naik takhta menjadi raja di akhir episode 11 drakor Perfect Crown. Secara mengejutkan, kebijakan pertamanya adalah menghapus sistem monarki sehingga mengubah konstitusi negara.
Rencana Lee Wan ini tidak langsung berjalan mulus. Ia harus menghadapi berbagai kendala sebelum penghapusan monarki benar-benar dilakukan. Apa saja kendala yang musti dihadapi oleh Lee Wan dalam upayanya menghapus monarki? Yuk, simak.
1. Perlawanan dan taktik licik Min Jeong Woo

Jabatan Min Jeong Woo (Noh Sang Hyun) sebagai Perdana Menteri memegang peran krusial dalam mendukung atau menolak kebijakan Lee Wan selaku raja baru. Sayangnya, karena apa yang terjadi di antara mereka beberapa minggu terakhir membuat Min Jeong Woo menentang rencana Lee Wan.
Menghadapi Min Jeong Woo sebagai lawan merupakan hal yang sulit dihadapi oleh Lee Wan. Mereka selama ini berteman, bahkan satu angkatan di masa sekolah. Kini Min Jeong Woo yang dikenal cerdik dan penuh taktik berusaha menghentikan Lee Wan dari menghapus monarki.
2. Penolakan dari kabinet

Min Jeong Woo bukan satu-satunya pejabat yang menentang ide penghapusan monarki. Banyak pejabat lain di kabinet yang juga menolak rencana ini sehingga menyulitkan Lee Wan menjalankan idenya tanpa dukungan politik.
Anggota kabinet sebagian besar berasal dari keluarga bangsawan yang secara turun-menurun merasakan privilese karena garis keturunan. Jika monarki dihapus, maka keistimewaan mereka sebagai bangsawan pun tak ada lagi. Belum lagi mereka harus mengikuti pemilu agar bisa berkuasa di pemerintahan yang baru.
3. Tentangan dari keluarga kerajaan

Kerabat kerajaan juga menentang rencana Lee Wan. Meski mereka tidak berada di garis langsung suksesi takhta, kerabat kerajaan masih memiliki kekuasaan. Terlebih jika anggota keluarga inti kerajaan tidak tersisa, takhta akan diberikan kepada salah satu kerabat kerajaan.
Penghapusan privilese sebagai bagian dari keluarga kerajaan menjadi alasan lain mengapa mereka menolak rencana Lee Wan. Tanpa monarki, kerabat kerajaan akan menjadi rakyat biasa. Mereka juga tidak bisa lagi menikmati uang pajak dan harus mulai bekerja.
4. Kontra dari sebagian masyarakat

Publik terpecah menjadi dua kubu. Ada yang pro dan ada yang kontra. Sejak awal memang banyak orang yang mendukung Lee Wan untuk naik takhta. Namun, ada juga yang membenci Lee Wan, bahkan menggelar protes di depan istana.
Setelah tahu rencana Lee Wan sebagai raja adalah menghapus monarki, kembali ada pro dan kontra di masyarakat. Sebagian menolak ide menghapus monarki sebab kerajaan dianggap sebagai keistimewaan budaya dan banyak yang mengaguminya.
Kendala terbesar dalam rencana Lee Wan menghapus monarki berkaitan dengan orang-orang yang kontra, terutama mereka yang menduduki jabatan penting di kabinet. Namun, Lee Wan berhasil menghadapi mereka dan menyelesaikan rencananya untuk menghapus monarki di ending drakor Perfect Crown.












![[QUIZ] Kalau Kamu Api, Siapa Member CORTIS yang Jadi Airnya?](https://image.idntimes.com/post/20260519/upload_8c7d7639a34fc7d691af7523f6ee41d7_f99bdd26-018b-483f-bf9b-99a9e6eec565.jpg)






