7 Kutipan Paling Menohok dari Kasus Elijah di Pro Bono, Nyelekit!

Kasus Elijah di episode 7–8 Pro Bono (2025) jadi salah satu perkara paling berat yang pernah ditangani tim Pro Bono. Berawal dari skandal idol KPop yang viral, kasus ini berkembang menjadi potret kelam tentang eksploitasi, pengkhianatan keluarga, dan hukum yang tak selalu berpihak pada korban.
Bukan cuma alurnya yang bikin sesak, dialog-dialog yang muncul di sepanjang kasus Elijah juga terasa dingin, pahit, dan terlalu dekat dengan realita. Kalimat-kalimatnya sederhana, tapi maknanya menghantam langsung ke isu keluarga, popularitas, dan keadilan. Berikut tujuh kutipan paling menohok dari kasus Elijah.
1. “Sebelum menjadi produk, Elijah adalah manusia biasa.”

2.“Berapa banyak orang di balik ribuan komentar internet? Jangan-jangan kita dikecoh oleh segelintir akun anonim yang terlihat seperti suara mayoritas"

3. “Sudah berapa banyak bintang berkilau yang kesepian dan rapuh jatuh satu per satu? Apa harga popularitas memang harus sekejam ini?”

4. “Keluarga bisa lebih kejam daripada orang asing.”

5. “Kalau pelakunya keluarga, apa hukum jadi boleh menutup mata?”

6. “Memang menyakitkan, tapi sering kali orang yang paling melukai kita justru yang paling dekat.”

7. “Kalau hukum berhenti di depan pintu rumah, kekacauan tanpa hukum justru terjadi di balik pintu itu.”

Kutipan-kutipan dari kasus Elijah terasa begitu menohok karena tidak dibungkus dramatisasi berlebihan. Kalimatnya singkat, lugas, tapi maknanya berat, menyentil hukum, norma sosial, dan cara masyarakat memandang korban kejahatan dalam lingkup keluarga. Lewat dialog-dialog ini, Pro Bono seolah mengajak penonton berhenti sejenak dan bertanya: selama ini kita benar-benar membela keadilan, atau hanya patuh pada aturan lama yang tak pernah lagi diuji?



















