Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Poin Penting Episode Kidnap Game, Ada Korban Lagi

3 min read
3 Poin Penting Episode Kidnap Game, Ada Korban Lagi
cuplikan drama Kidnap Game. (instagram.com/channela_series)
  • Niide terus mencari Saori yang diculik, menelusuri Haruki sebagai saksi kunci. Setelah sempat terjebak, ia menemukan Haruki di tempat hiburan dan melawannya.
  • Niide mencoba menghubungi peserta Kidnap Game dari berbagai negara untuk bekerja sama, tetapi semuanya menolak karena permainan hanya mengizinkan satu pemenang dan satu korban selamat.
  • Misi Aum untuk memaksa Perdana Menteri Benz Wang mengakui kejahatan narkoba gagal. Aum didiskualifikasi, sementara sandera Dao tewas dan menjadi korban kedua permainan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perjuangan Toshiro Niide (Kentaro Sakaguchi) dalam drama Kidnap Game masih berlanjut. Dalam episode terbaru yang sudah tayang, detektif itu masih berusaha mencari keberadaan sang istri, Saori (Yuki Sakurai) yang diculik oleh organisasi misterius. Sementara, ia yang menjadi peserta di Kidnap Game juga masih berjuang menyelesaikan misi demi menyelamatkan Saori.

Dalam episode 3 ini, Niide sedikit mendapatkan petunjuk tentang permainan mematikan ini. Meski belum membuahkan hasil, ia tetap berjuang untuk keluar dari permainan gila itu. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa poin penting yang terjadi dalam episode terbarunya. Silakan disimak ulasannya di bawah ini!

  1. 1. Niide memberikan perlawanan

    cuplikan drama Kidnap Game.
    cuplikan drama Kidnap Game. (instagram.com/channela_series)

    Jika diingat kembali, sebelum penculikan ini terjadi Niide bertemu dengan seorang pria misterius berbusana serba hitam di kereta bawah tanah. Pria itu bernama Haruki (Sho Kasamatsu). Nah, ternyata Haruki ini menjadi saksi kunci hilangnya Saori sehingga Niide pun berusaha untuk menangkapnya.

    Setelah melihat rekaman cctv, Niide pun mendapati tempat tinggal Haruki. Namun, ia gagal dan justru masuk jebakan Haruki. Meski demikian, ia akhirnya menemukan Haruki di tempat hiburan. Bukannya takut, Haruki justru menantang Niide. Niide pun memberikan perlawanan. Sebenarnya, siapakah Haruki ini? Apa peran dirinya dalam permainan satu ini? Inilah yang masih menjadi misteri.

  2. 2. Penolakan peserta lain terhadap Niide

    cuplikan drama Kidnap Game.
    cuplikan drama Kidnap Game. (instagram.com/channela_series)

    Seperti diketahui, permainan ini hanya akan memiliki satu pemenang yang bisa menjalani misi dengan baik. Jika sudah ada pemenangnya, maka peserta lain gagal dan korban pun akan dibunuh. Aturan ini adalah mutlak dan mengharuskan para peserta bersaing demi menyelamatkan orang terkasih.

    Meski demikian, Niide berusaha untuk mencari tahu lebih banyak. Ia pun menghubungi peserta lain dari berbagai negara. Namun, apa yang terjadi? Semuanya menolak bekerja sama karena itu tak bisa dilakukan, mengingat pemenang hanya satu orang. Penolakan terhadap Niide ini realistis dan masuk logika. Sebaik apa pun kerja samanya, korban yang bisa selamat cuma satu orang.

  3. 3. Ada korban lagi

    cuplikan drama Kidnap Game.
    cuplikan drama Kidnap Game. (instagram.com/channela_series)

    Dalam episode 3 ini, salah satu peserta Kidnap Game, yakni Aum Thanawan (Praew Narupornkamol Chaisang), berjuang menyelamatkan partner-nya yang bernama Dao Sitthan (Selina Wiesmann). Ia memiliki misi agar Perdana Menteri Benz Wang (Benz Hui) mengakui kejahatannya yang berkaitan dengan sindikat narkoba. Ia pun nekat menculik anak Benz dan mengumumkannya pada publik dengan harapan Benz Wang mengakui itu.

    Namun, nyatanya Benz Wang tak mengakui itu hingga akhirnya misi Aum pun gagal. Ia pun didiskualifikasi dan Dao tewas secara mengenaskan. Jasad Dao pun dibuang begitu saja di dekat rel kereta api. Gagalnya Aum membuat Dao tewas. Dao pun menjadi sandera kedua yang tewas dalam permainan ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More