Kenapa Raja Menyembunyikan Identitas Arwah Kolam di The East Palace?

- Raja menolak mengungkap identitas Arwah Kolam karena ingin menutupi dosa keluarga kerajaan, termasuk pembunuhan para pangeran dan fitnah terhadap Dayang Kesayangan.
- Kematian Putra Mahkota disamarkan sebagai bagian dari kutukan, padahal Raja meracuninya untuk membungkam rahasia kelam keluarga kerajaan yang hampir terbongkar.
- Raja takut kehilangan takhta jika kebenaran terungkap, sehingga ia memilih mempertahankan kebohongan demi menjaga kekuasaan dan garis keturunannya tetap berkuasa.
Pada awalnya, Raja (Cho Seung Woo) di The East Palace (2026) tidak sepenuhnya mempercayai adanya arwah yang menghantui keluarga kerajaan. Meski kematian para pangeran selalu dikaitkan dengan Kutukan Arwah Kolam, Raja tetap bersikap skeptis terhadap keberadaan kutukan tersebut. Barulah ketika putra bungsunya, Pangeran Yeongan (Jo Dan), berada dalam kondisi kritis, ia memutuskan memanggil Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) untuk menghentikan kutukan tersebut.
Untuk memusnahkan Arwah Kolam, Gu Cheon harus mengetahui identitas asli arwah tersebut terlebih dahulu. Karena itulah, ia meminta bantuan Raja untuk mengungkap siapa sebenarnya Arwah Kolam. Namun, Raja justru menolak dan bersikeras meminta Gu Cheon mengusir arwah itu tanpa mencari tahu identitasnya. Lantas, kenapa Raja begitu ingin menyembunyikan identitas Arwah Kolam? Simak uraiannya!
1. Menyembunyikan dosa keluarga kerajaan

Selama 30 tahun, keluarga kerajaan percaya bahwa para pangeran meninggal akibat Kutukan Arwah Kolam. Padahal, semua kematian tersebut sebenarnya merupakan pembunuhan yang dilakukan Selir Sukbin (Hwang Young Hee) demi membuka jalan bagi putranya menjadi Raja. Mitos tentang Arwah Kolam sengaja dipertahankan untuk menutupi fakta tersebut.
Raja memahami bahwa jika identitas Arwah Kolam berhasil diungkap Gu Cheon, maka kebohongan itu akan terbongkar. Orang-orang akan mengetahui bahwa Arwah Kolam sebenarnya adalah Dayang Kesayangan yang menjadi korban fitnah, bukan dalang di balik tragedi kerajaan.
Terungkapnya identitas Arwah Kolam juga berarti seluruh dosa keluarga kerajaan ikut terbuka. Mulai dari fitnah terhadap Dayang Kesayangan, pembunuhan para pangeran, hingga berbagai kejahatan yang selama ini disembunyikan Ibu Suri, Selir Sukbin, dan Raja sendiri. Karena itulah, Raja bersikeras melarang Gu Cheon mencari tahu identitas Arwah Kolam.
2. Menyembunyikan kebenaran kematian Putra Mahkota

Kemampuan mendengar arwah membuat Putra Mahkota (Kwak Dong Yeon) mengetahui bahwa kisah tentang Kutukan Arwah Kolam hanyalah kebohongan. Ia akhirnya mengetahui siapa dalang sebenarnya di balik tragedi 30 tahun lalu. Pengetahuan itulah yang membuat Putra Mahkota ikut mengulangi dosa keluarganya dengan meracuni kedua kakaknya demi menjadi pewaris takhta.
Mengetahui hal tersebut, Raja memilih meracuni Putra Mahkota. Selain murka atas perbuatan putranya, Raja juga ingin membungkam Putra Mahkota agar seluruh rahasia keluarga kerajaan ikut terkubur bersamanya. Kematian Putra Mahkota pun kembali disamarkan seolah menjadi bagian dari Kutukan Arwah Kolam.
Karena itu, ketika Gu Cheon mulai menyadari bahwa Dayang Kesayangan bukan dalang sebenarnya, Raja kembali berusaha menghentikan penyelidikannya. Ia tahu bahwa jika identitas Arwah Kolam terbongkar, maka penyebab kematian Putra Mahkota juga akan ikut terungkap.
3. Takut kebenaran membuatnya kehilangan takhta

Raja sadar bahwa jika identitas Arwah Kolam terbongkar, seluruh dosa keluarga kerajaan juga akan terungkap. Bukan hanya Ibu Suri dan Selir Sukbin, dirinya pun akan ikut dimintai pertanggungjawaban karena membiarkan semua kejahatan itu terjadi selama puluhan tahun.
Raja juga khawatir kehilangan takhta jika rahasia tersebut sampai diketahui banyak orang. Apalagi setelah Putra Mahkota dan Pangeran Yeongan meninggal, ia tidak lagi memiliki putra sebagai pewaris. Jika sampai dilengserkan, takhta kemungkinan besar akan jatuh ke garis keturunan lain, bukan lagi kepada keturunannya sendiri.
Karena itulah, Raja memilih mempertahankan kebohongan tentang Arwah Kolam selama mungkin. Baginya, menyembunyikan kebenaran adalah satu-satunya cara untuk menjaga kekuasaan sekaligus memastikan takhta tetap berada di garis keluarganya.
Pada akhirnya, The East Palace menunjukkan bahwa kebenaran mungkin bisa disembunyikan untuk sementara waktu, tetapi tidak akan pernah benar-benar hilang. Menurutmu, apakah keputusan Raja bisa dimaklumi, atau justru menjadi kesalahan terbesar yang ia lakukan?








![[QUIZ] Dari ke-7 Member BABYMONSTER, Siapa yang Bakal Jadi Ketua Kelasmu?](https://image.idntimes.com/post/20260723/upload_a67cf03d472495a4639990851c4451d9_286ac891-fb0f-41dd-bb2e-904db7c93f5f.jpg)












