Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa TWS Banyak Disukai Warga Korea Sekarang? Ini 5 Alasannya!
daftar alasan TWS jadi boy group yang diminati warga Korea saat ini (x.com/TWS_PLEDIS)
  • TWS sukses menarik perhatian publik Korea lewat visual memikat, kemampuan vokal dan koreografi solid, serta citra idol ideal yang mudah diterima masyarakat.
  • Konsep boyhood yang ringan dan nostalgic membuat TWS menonjol di tengah dominasi grup berkonsep dark, menghadirkan nuansa segar yang relatable bagi pendengar lokal.
  • Konsistensi lagu easy listening berbahasa Korea dan kepribadian introver para member menjadi daya tarik unik yang memperkuat identitas TWS di pasar domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tepat pada Senin (27/4/2026), TWS resmi melangsungkan comeback dengan mini album terbaru, NO TRAGEDY, usai merilis hit viral mereka, “OVERDRIVE” pada bulan Oktober 2025. Sama seperti kebanyakan grup KPop lainnya, momen kembalinya TWS ini pun cukup disambut antusiasme besar, baik dari fans mereka maupun casual listener yang sudah menantikan rilisan baru mereka.

Apalagi, di antara banyaknya boy group yang ada saat ini, TWS termasuk salah satu yang paling menonjol, terutama di pasar domestik Korea. Tak hanya penjualan album mereka yang konsisten tinggi, lagu-lagu utama mereka pun kebanyakan sukses menembus chart lokal dan bertahan cukup lama. Padahal, di masa sekarang, mayoritas lagu boy group termasuk dari agensi besar, terhitung cukup sulit untuk menarik perhatian general public di Korea. Kira-kira, kenapa, ya, TWS jadi boy group yang banyak disukai warga Korea saat ini? Nah, inilah lima alasan yang melatarbelakanginya!

1. Para anggotanya punya visual rupawan serta bakat yang gak kaleng-kaleng

semua member TWS punya paras yang rupawan dan bakat yang gak kaleng-kaleng (instagram.com/tws_pledis)

Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik, TWS langsung mencuri perhatian, berkat visual para member yang semuanya tampak rupawan, tapi di saat yang bersamaan tetap terlihat variatif dan punya pesona khas masing-masing. Ada Shinyu yang visual dan postur tubuhnya bak karakter manhwa, Dohoon dengan fitur wajah tajam dan mata ala rubah, Youngjae yang auranya tampak teduh dan menghangatkan hati, Hanjin dengan karakteristik visual lembut ala flower boy, Jihoon si member penuh energi yang punya wajah friendly dan senyum manis, serta Kyungmin dengan visual cute dan menggemaskan khas maknae.

Walaupun semuanya punya visual yang menonjol dan memikat, tak berarti mereka hanya mengandalkan wajah semata tanpa dibarengi kemampuan sebagai idol. Semua member TWS punya skill vokal yang solid, meski tetap ada anggota yang lebih menonjol di aspek tertentu seperti dance atau rap. Apalagi, bukan cuma visual mereka yang tampak harmonis, TWS juga kerap jadi sorotan lewat koreografi yang energik dan cukup menguras tenaga, tapi tetap terlihat rapi dan seimbang tanpa ada satupun member yang terlihat lemah di aspek ini. Karena dua hal utama inilah, TWS dianggap memenuhi standar idol ideal yang akhirnya bikin mereka mudah diterima publik Korea.

2. Konsep boyhood yang menonjol, di era gempuran boy group berkonsep hard core

TWS tampak menonjol sebagai boy group debutan saat ini yang melekat dengan konsep boyhood yang cerah dan menyegarkan (x.com/TWS_PLEDIS)

Sebagian besar penikmat musik Korea sepertinya memang kurang klik dengan konsep boy group KPop saat ini yang mayoritas terlalu condong ke hip hop atau berkonsep dark dan hard-core. Meskipun banyak yang sukses di kancah internasional dengan penjualan album fantastis, di pasar domestik Korea, grup dengan konsep seperti ini cenderung kurang terdengar gaungnya. Fandom lokalnya pun sering kali tak seramai dengan basis fans yang ada di luar negeri.

Karena itu, ketika TWS datang dengan konsep boyhood ala remaja sekolah yang terasa ringan, natural, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, hanya dalam waktu singkat mereka berhasil mencuri hati pendengar musik Korea. Meski konsep ini sebenarnya bukan hal baru di industri KPop, TWS seolah berhasil menghidupkannya kembali dengan sentuhan yang lebih segar dan relevan. Konsep cerah seperti ini memang tampak sederhana, tapi justru mudah dinikmati dan punya daya tarik tersendiri karena mampu membangkitkan rasa nostalgia.

3. Lagu easy listening yang menyegarkan dan konsisten sejak debutnya

TWS selalu konsisten mengeluarkan lagu-lagu yang vibes-nya menyegarkan dan candu diputar (spotify.com/TWS)

Faktor ketiga yang juga turut berperan besar dalam membuat nama TWS dikenal luas oleh publik Korea adalah karena rilisan lagu mereka, terutama title track. Lagu-lagu mereka konsisten dengan genre yang catchy dan ringan didengar. Hits debutnya yang bertajuk “plot twist” saja berhasil menduduki peringkat 1 di beberapa chart real-time Korea.Bahkan, meraih prestasi mengesankan dengan menjadi lagu nomor 1 di peringkat tahunan chart MelOn pada 2024. Karena pencapaian debut yang sukses besar, hal itu ikut berdampak pada comeback TWS setelahnya, di mana lagu-lagu utama mereka selalu dinantikan dan mampu menembus chart utama platform musik Korea.

Banyak yang berpendapat kalau lagu-lagu TWS punya identitas khas karena vibes-nya menyegarkan layaknya jingle iklan minuman bersoda atau minuman isotonik yang langsung melekat di kepala. Selain itu, ada juga yang merasa lagu TWS mengingatkan pada boy group generasi lama yang musiknya mudah dicerna tapi tetap fresh. Apalagi, sunbaenim seagensi mereka, SEVENTEEN, di era rookie juga lekat dengan konsep ceria dan lagu yang ringan, sehingga TWS terasa seperti membawa kembali konsep dan warna musik cerah seperti ini.

4. Lirik lagu yang dominan berbahasa Korea

potret TWS di mini album NO TRAGEDY (x.com/TWS_PLEDIS)

Sebuah hal yang juga patut diapresiasi dari boy group generasi 5 satu ini. Meski bukan hal yang salah untuk memasukkan lebih banyak lirik bahasa Inggris, mengingat pasar KPop saat ini sudah makin meluas, sehingga ada harapan bagi grup untuk bisa lebih menjangkau pendengar global. Namun, hal ini kadang juga cukup bikin sedih sebagian penggemar KPop, karena berkurangnya lirik bahasa Korea itu sendiri terasa seperti mengurangi kekhasan lagu KPop, serta kadang menjadi kurang diminati oleh warga Koreanya sendiri.

Namun, TWS berbeda. Semua lirik lagu mereka, termasuk b-side, masih konsisten mempertahankan lirik yang didominasi oleh bahasa Korea. Tapi, hal ini tak serta merta membuat mereka tak dikenal di internasional. Meski lirik bahasa Inggrisnya tak terlalu banyak, mereka tetap punya basis fans luar yang cukup solid. Dibuktikan dari jumlah streaming di platform seperti Spotify, di mana mayoritas title track mereka mendulang angka yang besar.

Banyak juga fans mancanegara yang menggunakan lagu mereka sebagai backsound konten video atau ikut meramaikan tren challenge mereka. Contohnya, yang baru-baru ini viral, yaitu "angtal challenge", sebuah challenge dance singkat sambil menampilkan aegyo dengan iringan lagu “OVERDRIVE”.

5. Kepribadian mayoritas member yang introver tapi tetap menghibur

TWS populer sebagai boy group yang seluruh membernya adalah introver, tapi tetap punya skill menghibur ala mereka sendiri (youtube.com/TWS)

Poin terakhir yang membuat TWS terlihat unik dan mencolok di mata publik Korea adalah karena berbanding terbalik dengan kebanyakan boy group yang anggotanya dominan ekstrover atau setidaknya seimbang antara ekstrover dan introver. TWS justru populer sebagai grup yang seluruh anggotanya berkepribadian introver dan masing-masing membernya punya MBTI berawalan huruf “I”. Meski Kyungmin sempat berubah menjadi ENTJ saat tes ulang di program [TWS:CLUB] Searching For Our MBTI. Namun, dalam konten (Falling for TWS) bersama Joo Woo Jae, ia mengungkapkan bahwa MBTI-nya saat ini adalah INTP. Dengan itu, TWS kini kembali meraih titel mereka sebagai “grup yang seluruh anggotanya introver”.

Namun, meski mayoritas membernya berkepribadian introver, bukan berarti mereka tak bisa menghibur atau terlihat kaku di depan kamera. Justru, TWS tetap mampu menyajikan konten variety yang seru dan menyenangkan lewat cara dan energi mereka sendiri. Mereka punya selera humor yang natural dan bisa tetap heboh di momen tertentu. Kalau kamu penasaran, cobalah tonton berbagai konten grup mereka di kanal YouTube TWS untuk melihat sendiri bagaimana karisma, pesona, dan sisi menghibur dari sekumpulan cowok-cowok ini.

Tidak ada yang tahu bagaimana arah karier TWS ke depannya. Namun, sepertinya pihak agensi mereka saat ini masih lebih fokus membangun fandom di lingkup lokal Korea terlebih dulu. Apa pun itu, TWS jadi bukti bahwa salah satu faktor terkuat untuk bisa meraih pasar domestik dan dilirik publik Korea adalah konsistensi dalam merilis lagu yang nyaman di telinga dan betah diputar berulang kali. Setelah sempat viral lewat tren “angtal challenge” pada comeback “OVERDRIVE”, kira-kira, tren seperti apa lagi yang akan mereka hadirkan di album terbaru kali ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team