Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengalaman Nonton Konser Archive. 1 WOODZ di Jakarta, Bikin Nagih!

Pengalaman Nonton Konser Archive. 1 WOODZ di Jakarta, Bikin Nagih!
potret konser WOODZ, Sabtu (9/5/2026) di The Kasablanka, Jakarta (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Konser WOODZ 'Archive.1' di The Kasablanka Hall tampil maksimal dengan set panggung minimalis, tata cahaya dramatis, dan visual LED yang memperkuat atmosfer setiap lagu.
  • Selama dua jam, WOODZ membawakan lebih dari 25 lagu dengan energi tinggi, mengajak penonton berdiri dan bersenang-senang bersama dalam momen interaktif yang jarang terjadi di tur sebelumnya.
  • Performa stabil WOODZ didukung live band solid dan fan service hangat, termasuk berbicara bahasa Indonesia serta menyanyikan lagu lokal 'Alamak', membuat MOODZ Indonesia semakin antusias.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - “Kenapa gak ada yang bilang kalau WOODZ sekeren itu?” Begitulah first reaction saya saat pertama kali meliput keseruan konser “Archive. 1” di The Kasablanka Hall, Sabtu (9/5/2026) malam.

Sama seperti WOODZ yang tak ragu berkali-kali memuji energi penonton karena begitu antusias dan bersemangat bernyanyi bersama, saya pun juga merasakan hal yang sama. Hampir di setiap penampilannya, saya terus bergumam, “Mantap banget!”

Konser ini mungkin tidak sebesar konser artis KPop lainnya yang pernah diselenggarakan di Jakarta. Tapi jangan salah! Mulai dari set panggung, tata lighting, penampilan live band, hingga performa WOODZ, semuanya tersaji secara maksimal. Pokoknya, hampir tidak ada celah untuk dikritik.

1. Stage minimalis, tapi setiap detailnya dimaksimalkan dengan baik

Penyanyi tampil di atas panggung konser WOODZ di The Kasablanka, Jakarta, dengan pencahayaan merah dan biru yang dramatis.
potret konser WOODZ, Sabtu (9/5/2026) di The Kasablanka, Jakarta (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Sekilas, set panggung konser WOODZ ini terlihat cukup minimalis dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Awalnya, saya pun tidak berekspektasi lebih soal kemegahan tata panggungnya.

Namun ternyata, begitu WOODZ muncul sekitar pukul 19.00 WIB dan membuka penampilannya dengan lagu “Bloodline”, atmosfer konser langsung berubah. Di momen itu, permainan lighting bekerja begitu cepat membangun suasana menjadi lebih dramatis. Tak lama kemudian, layar LED di bagian belakang panggung mulai menampilkan visual apik menyerupai gelombang suara yang bergerak mengikuti penampilan WOODZ.

Gak sampai di situ saja, bersamaan dengan dentuman musik dan petikan bass dari WOODZ yang penuh energi, semburan asap pun ikut memanaskan suasana. Baru di lagu pembuka saja, WOODZ beserta tata panggung konsernya sudah langsung bikin saya kagum!

2. Vibes-nya kayak nonton festival rock bergengsi, tapi versi ringan

Penyanyi tampil di atas panggung konser WOODZ di The Kasablanka, Jakarta, dengan pencahayaan oranye dan efek visual api yang dramatis.
potret konser WOODZ, Sabtu (9/5/2026) di The Kasablanka, Jakarta (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dengan durasi sekitar dua jam, WOODZ tampil enerjik membawakan lebih dari 25 lagu hitsnya, mulai dari “NA NA NA”, “GLASS”, hingga “Human Extinction”. Dalam beberapa penampilannya, ia pun sempat menunjukkan keahliannya bermain bass. Karena didukung dengan permainan LED di belakang panggung yang begitu dramatis, aksi WOODZ dalam beberapa lagunya sempat membuat saya merasa seperti sedang menonton festival rock bergengsi, tapi dalam versi yang lebih ringan.

Salah satu momen yang paling terasa adalah saat WOODZ membawakan lagu “I’ll Never Love Again.” Visual LED saat itu menampilkan kobaran api yang seolah membakar panggung, sementara lighting merah menyala semakin memperkuat atmosfer panas dan intens di venue.

Konser “Archive. 1” ini diselenggarakan dengan format numbered seating. Namun melihat antusias penonton yang begitu tinggi, WOODZ akhirnya mengajak penggemar untuk berdiri, loncat-loncatan, dan bersenang-senang bersama di beberapa penampilan. Menariknya, momen tersebut baru pertama kali terjadi selama rangkaian tur WOODZ, lho.

“Sebenarnya selama tur, bagian berdiri ini baru pertama kali dilakukan. Terima kasih semuanya, saya jadi mendapatkan energi yang luar biasa,” kata WOODZ kepada para penonton, Sabtu (9/5/2026) malam.

3. Energi WOODZ dan MOODZ Indonesia yang setara

Penyanyi tampil di atas panggung konser WOODZ di The Kasablanka, Jakarta, dengan pencahayaan ungu dan layar besar di belakangnya.
potret konser WOODZ, Sabtu (9/5/2026) di The Kasablanka, Jakarta (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Meski harus tampil membawakan lebih dari 25 lagu, WOODZ tetap konsisten menunjukkan performa yang enerjik hingga akhir konser. Bahkan, penampilannya masih sukses menggebrak panggung sampai lagu terakhir. Aksi panggung WOODZ ini juga terasa semakin maksimal berkat dukungan live band yang gak kalah keren.

Setiap penampilannya sukses membuat para penonton, termasuk saya berdecak kagum. Suaranya tetap terdengar stabil meski harus membawakan nada-nada tinggi sambil terus bergerak dan melompat ke sana kemari di atas panggung, lho. Keren banget, sih!

Di sisi lain, semangat MOODZ Indonesia juga patut diapresiasi. Larut dalam penampilan apik WOODZ, penonton terlihat konsisten ikut bernyanyi bersama dari awal hingga konser berakhir. Crowd di venue saat itu juga terdengar pecah banget. Rasanya, semua yang hadir malam itu benar-benar fans sejati WOODZ.

4. Fan service bikin nagih!

Penyanyi tampil di atas panggung dengan gitar listrik dalam konser WOODZ 2026 World Tour Archive.1 di The Kasablanka, Jakarta.
potret konser WOODZ, Sabtu (9/5/2026) di The Kasablanka, Jakarta (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Hal lain yang gak kalah berkesan dari konser WOODZ ini adalah fan service-nya yang bikin nagih. Setelah membawakan lagu “GLASS”, WOODZ mengajak penggemar untuk menyanyikan lagu galau tersebut bersama-sama.

Tapi siapa sangka, momen sing along tersebut justru membuat penonton ketagihan dan terus meminta WOODZ untuk mengulang lagunya lagi dan lagi, termasuk untuk lagu “DROWNING” dan “CINEMA.” Hihihi~

Namun, karena harus melanjutkan penampilannya, WOODZ akhirnya membujuk penggemar untuk melanjutkan konser. Ia menjelaskan, “Kita harus lanjut. Soalnya aku kan pengin kerja keras juga. Aku juga harus menyelesaikan apa yang sudah disiapkan.”

Gak sampai di situ saja, meski tidak terlalu banyak, penyanyi kelahiran 1996 ini juga sukses membangun suasana hangat dengan beberapa kali mencoba berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Ia pun berulang kali memuji nyanyian penggemar dengan mengatakan, “Mantap banget.” Gemas, kan?

Di tengah-tengah penampilannya, WOODZ juga memberikan kejutan untuk para penggemar Indonesia dengan membawakan lagu “Alamak” milik Adrian Khalif dan Rizky Febian. Yang bikin salfok, suara merdu WOODZ saat menyanyikan lagu tersebut bahkan terdengar cukup mirip dengan Adrian Khalif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Korea

See More