3 Alasan Berteman Dekat dengan Rekan Kerja Bikin Kamu Gak Profesional

- Kedekatan dengan rekan kerja dapat mengganggu fokus dan keseriusan bekerja, terutama bila lingkungan pertemanan terbiasa menunda tugas atau mengutamakan urusan pribadi.
- Hubungan pertemanan bisa memunculkan rasa sungkan untuk menegur kesalahan rekan, sehingga batas profesional perlu dijaga saat berada di lingkungan kerja.
- Saat teman dekat menghadapi masalah, dorongan membela meski ia salah dapat menyeret diri ke konflik; peran sebagai rekan kerja perlu dipisahkan dari pertemanan.
Punya rekan kerja yang baik dan asyik untuk diajak berinteraksi, bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tidak segan untuk mengobrol tentang apa saja, tentunya seru. Situasi ini bahkan sampai bisa menciptakan dorongan untuk menjalin hubungan pertemanan yang lebih dekat.
Sayangnya, pilihan ini justru bisa jadi penghalang untuk bekerja secara profesional atas dasar beberapa alasan berikut ini. Mau tahu lengkapnya? Simak ulasannya!
1. Pekerjaan jadi tidak dijalankan dengan serius

ilustrasi bekerja dari kafe (pexels.com/Pavel Danilyuk) Ketika tidak berteman dekat dengan rekan kerja, kamu cenderung akan lebih independen. Tujuan datang ke tempat kerja semata-mata adalah untuk bekerja. Kamu fokus untuk menjalankan tanggung jawab pekerjaan dengan sebaik mungkin dan berusaha mencapai hasil maksimal.
Namun, cerita akan berbeda tatkala mulai berteman dekat dengan rekan kerja. Pasalnya, banyak orang jadi terpengaruh karakter mayoritas rekan kerjanya. Kalau rekan-rekan kerja tipikal sosok yang berintegritas tinggih sih bukan masalah, ya. Nah, bila rekan-rekan kerja ini merupakan orang yang malas, suka menunda pekerjaan dan lebih mengutamakan urusan pribadi, pasti jadi masalah. Kalau sudah seperti ini, profesionalitas bisa dipertanyakan, bukan begitu?
2. Ada rasa tidak enak hati untuk menegur teman saat dia berbuat salah

ilustrasi seseorang yang sedang mendengarkan rekan kerjanya berbicara (pexels.com/RDNE Stock project) Percaya atau tidak, berteman dekat dengan rekan kerja bisa membuatmu kurang "tega" terhadapnya. Kamu mungkin tahu dia melakukan kesalahan, seperti tidak serius dalam melakukan tugasnya, sering terlambat tetapi pulang lebih awal, dan sebagainya. Namun, kamu sungkan untuk memberikan teguran karena hubungan kalian sebagai teman ternyata cukup baik. Ada rasa khawatir bila peringatan yang kamu berikan akan mengganggunya dan membuat pertemanan kalian renggang.
Sebenarnya berteman dekat dengan rekan kerja bukan sebuah hal yang keliru. Namun, kamu harus bisa memberi batas yang jelas. Jika masih berada di lingkungan tempat kerja, maka perlakukan dia sebagai rekan kerja dan jangan segan untuk menegur bila memang diperlukan. Kalau sudah di luar itu, boleh saja untuk berteman kembali. Paham, ya?
3. Kamu jadi merasa harus ikut membela saat teman kena masalah

ilustrasi mengobrol dengan rekan kerja (pexels.com/Alexander Suhorucov) Siapa saja bisa terkena masalah di tempat kerja, entah karena ulahnya sendiri atau ada yang mengajak ribut. Hal seperti ini sebenarnya merupakan urusan yang seharusnya hanya diselesaikan oleh orang yang bersangkutan. Namun, bila ternyata orang yang mengalami masalah itu adalah rekan kerja yang juga teman dekatmu, tentu ada dorongan dalam diri untuk merasa harus ikut membelanya, kan?
Nah, hal semacam ini bikin kamu perlahan kehilangan profesionalitas, lho. Pasalnya, atas nama pertemanan, kamu rela membela rekan kerja, meski sebenarnya dia yang salah. Ini sih sama saja dengan menjerumuskan diri ke dalam masalah yang seharusnya tidak ada urusannya denganmu. Pokoknya bakal repot, deh!
Berteman dekat dengan rekan kerja memang rentan bikin profesionalitasmu terkikis. Namun, bila kamu sanggup menerapkan batasan yang jelas, seperti memandangnya sebagai rekan kerja saat di tempat kerja dan baru berteman di luar tempat kerja, masalah dapat dihindari. Pertanyaannya, apakah kamu mampu bersikap demikian?























