Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Sleep Mode Laptop Bikin Boros Listrik? Yuk, Cek!

4 min read
Apakah Sleep Mode Laptop Bikin Boros Listrik? Yuk, Cek!
ilustrasi laptop mode sleep (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kebiasaan meninggalkan laptop dalam mode standby ini emang praktis banget buat kaum rebahan. Namun, pernah kepikiran gak, apakah laptop mode sleep bikin boros listrik? Apalagi di momen Hari Listrik Nasional tanggal 27 Oktober kemarin, isu hemat energi lagi hangat-hangatnya dibahas di mana-mana.

Kalau kebiasaan sepele ini dibiarkan terus, tagihan listrik di kos atau rumah tangga kamu perlahan bisa membengkak tanpa disadari, lho. Kamu mungkin merasa dompet makin tipis tiap akhir bulan cuma karena hal-hal kecil yang luput dari perhatian. Selain bikin kantong jebol, membiarkan laptop terus menyala juga bisa memperpendek umur baterai kesayanganmu, lho. Untuk lebih jelasnya, simak fakta berikut!


  1. 1. Pahami bedanya sleep dan shut down

    Ilustrasi laptop dalam mode sleep yang membahas konsumsi listrik saat perangkat tidak digunakan sementara.
    ilustrasi apakah laptop mode sleep bikin boros listrik? (pexels.com/Marcus Aurelius)

    Saat kamu masuk ke mode sleep, laptop sebenarnya gak benar-benar mati total seperti yang dibayangkan. Perangkatmu cuma sedang istirahat sejenak dengan menyimpan semua pekerjaan yang terbuka ke dalam RAM. Memori ini butuh sedikit aliran daya listrik biar data kamu gak hilang saat laptop dibuka lagi. Jadi, secara teknis tetap ada konsumsi listrik, meski jumlahnya jauh lebih kecil dibanding saat dipakai normal.

    Walaupun terkesan sepele, kalau dilakukan terus-menerus selama berhari-hari, daya yang tersedot bakal menumpuk juga. Jadi, kalau kamu cuma mau meninggalkan laptop buat istirahat makan siang, mode ini masih sangat masuk akal. Namun, kalau niatnya ditinggal tidur semalaman, mending langsung pilih opsi shut down saja biar laptop juga bisa healing maksimal.


  2. 2. Gunakan mode hibernate buat jalan tengah

    Ilustrasi laptop dalam mode hibernate dengan layar tidak aktif, menandakan perangkat sedang diistirahatkan sementara.
    ilustrasi laptop mode hibernate (pexels.com/Tatiana Syrikova)

    Kalau kamu tipe orang yang suka buka puluhan tab browser dan malas restart, fitur hibernate bisa jadi penyelamat sejati. Mode ini menyimpan status pekerjaanmu langsung ke hard drive atau ruang penyimpanan SSD, bukan ke memori RAM. Karena datanya disimpan di ruang penyimpanan permanen, laptop bisa benar-benar mati tanpa butuh daya listrik tambahan. Ini jelas jadi solusi jitu buat menjawab keresahan kamu soal masalah efisiensi daya sehari-hari.

    Emang, waktu untuk menyalakan laptop dari mode ini agak lebih lama beberapa detik dibanding sleep biasa. Namun, worth it banget kok untuk mengurangi beban pikiran dan beban meteran listrik di kosan kamu. Lagipula, kamu bisa pakai jeda beberapa detik itu untuk meregangkan otot atau sekadar menarik napas panjang sebelum kembali pusing melihat kerjaan. Daripada pusing bayar tagihan yang semakin membengkak, mending sabar sedikit demi kondisi dompet yang lebih sehat, kan?


  3. 3. Cabut charger kalau baterai sudah penuh

    Ilustrasi laptop terhubung ke kabel pengisi daya listrik di atas meja, menggambarkan proses pengisian baterai.
    ilustrasi mengisi daya listrik laptop (pexels.com/Pixabay)

    Banyak orang yang mempunyai kebiasaan membiarkan laptop tetap dicolok ke stopkontak padahal baterainya sudah seratus persen. Walaupun laptop zaman now sudah pintar buat memutus arus kalau penuh, adaptor charger yang menancap ke colokan tetap mengonsumsi listrik siluman alias vampire power. Daya siluman ini perlahan tapi pasti bakal menambahkan angka di meteran rumah kamu tiap harinya, lho.

    Cobalah ubah mindset kamu dari sekarang dengan rutin mencabut charger begitu indikator baterai sudah menunjukkan warna hijau penuh. Kebiasaan kecil ini bukan cuma bikin kamu lebih hemat energi, tapi juga merawat kesehatan baterai biar awet dan gak cepat bocor. 


  4. 4. Atur power plan sesuai kebutuhan harian

    Tombol daya berbentuk ikon power pada laptop, menggambarkan fungsi menyalakan atau mematikan perangkat komputer portabel.
    ilustrasi tombol power laptop (pexels.com/Kamil Čičila)

    Sistem operasi seperti Windows maupun macOS sebenarnya sudah menyediakan fitur manajemen daya canggih yang bisa kamu atur sedemikian rupa. Kamu tinggal meluncur ke menu pengaturan atau setting dan mengubah power plan ke opsi battery saver maupun balanced. Dengan cara ini, laptop bakal otomatis mematikan layar dan masuk ke mode istirahat lebih cepat saat mendeteksi gak ada aktivitas.

    Jangan biarkan layar laptop kesayanganmu menyala terang benderang pas lagi ditinggal ke toilet atau ke dapur. Selain mubazir listrik, membiarkan layar nyala terus-menerus juga bisa bikin komponen di dalamnya cepat panas dan rentan overheat. Sayangi perangkat elektronikmu biar umurnya panjang dan performanya tetap awet. 

    Buat kamu yang masih sering ragu dan bertanya apakah laptop mode sleep bikin boros listrik bikin boros listrik, jawabannya adalah iya kalau dibiarkan secara berlebihan setiap malam. Yuk, mulai bijak pakai energi dari hal-hal yang kecil demi menyelamatkan bumi dan menjaga isi dompetmu sekalian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More