Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PLN dan L'Oreal Dianugerahi Women’s Empowerment Principles Awards

5 min read
PLN dan L'Oreal Dianugerahi Women’s Empowerment Principles Awards
Dua juri dan dua pemenang WEPs Awards 2026 pada Media Briefing & Acara Penganugerahan UN Women Indonesia WEPs Awards 2026 pada Kamis (29/10/2026) di Hotel Bidakara Jakarta. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
  • UN Women Indonesia WEPs Awards 2026 mengumumkan 18 pemenang, menilai bukti kebijakan, SOP, anggaran, data hasil, dan integrasi kesetaraan gender dalam praktik bisnis berkelanjutan.

  • L’Oréal Indonesia memenangkan Inclusive Procurement lewat program yang melibatkan vendor perempuan, kelompok rentan, disabilitas, pekerja senior, dan usaha kecil; Project Venus mendorong keseimbangan gender di logistik.

  • PLN meraih Gender-Inclusive Workplace berkat kerja fleksibel, cuti orangtua termasuk cuti ayah 30 hari, serta target kepemimpinan perempuan 10 persen dalam KPI direksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di masa Kartini hidup, siapa yang peduli pada pekerjaan yang menghargai perempuan? Kantor mana yang sampai berpikir untuk memberi fasilitas bagi ibu dan anak hingga cuti melahirkan? Di masa itu saja, kesetaraan untuk perempuan masih langka. Tidak banyak perempuan yang bekerja di luar rumah hingga memiliki karier yang tinggi.

Alangkah bersyukurnya kita sekarang karena gerakan kesetaraan gender semakin merebak di dunia, termasuk Indonesia. Jika tidak percaya, ada Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards yang digagas oleh Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) yang mencari dan mengapresiasinya. Penghargaan ini mulai memasuki Asia Pasifik, khususnya Indonesia, pada tahun 2020 dengan kerangka panduan WEPs. Kerangka panduan ini berlaku secara global untuk membantu perusahaan mengintegrasikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan ke dalam kebijakan serta praktik bisnis, mulai dari kepemimpinan dan lingkungan kerja hingga pasar, rantai pasok, dan komunitas. Di Indonesia sendiri, perusahaan penanda tangan WEPs telah meningkat dari 15 perusahaan pada 2019 menjadi lebih dari 250 perusahaan.

Lantas, untuk WEPs Awards 2026, UN Women telah mengumumkan 18 pemenang dari sejumlah kategori. Dua di antaranya berasal dari PT PLN (Persero) dan L’Oréal Indonesia. Simak kisah menariknya seperti yang dituturkan dalam Media Briefing & Acara Penganugerahan UN Women Indonesia WEPs Awards 2026 pada Kamis (29/10/2026) di Hotel Bidakara Jakarta berikut ini.

  1. 1. L'Oreal Indonesia memenangkan gelar Inclusive Procurement

    Chief Corporate Affairs, Engagement, and Sustainability L’Oréal Indonesia Melanie Masriel pada Media Briefing & Acara Penganugerahan UN Wome
    Chief Corporate Affairs, Engagement, and Sustainability L’Oréal Indonesia Melanie Masriel pada Media Briefing & Acara Penganugerahan UN Women Indonesia WEPs Awards 2026 pada Kamis (29/10/2026) di Hotel Bidakara Jakarta. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    Dalam hal rantai pasok, L’Oréal Indonesia memenangkan gelar Inclusive Procurement melalui Inclusive Sourcing Programme. Program tersebut menciptakan peluang kerja dan ekonomi bagi kelompok yang kurang terlayani, termasuk perempuan, melalui kemitraan dengan pemasok.

    Chief Corporate Affairs, Engagement, and Sustainability L’Oréal Indonesia Melanie Masriel mengakui bahwa perusahaannya telah melakukan pemetaan dan audit vendor sejak tahun 2019. 40 vendor utamanya dipilih berdasarkan kriteria pengadaan inklusif. Misalnya, vendor tersebut dimiliki oleh perempuan, kelompok rentan sosial-ekonomi, penyandang disabilitas, pekerja senior, dan usaha kecil.

    Selain itu, melalui Project Venus, L’Oréal juga mendorong vendor logistik, sektor yang selama ini dipandang sangat maskulin, agar tercapai keseimbangan gender yang terverifikasi, termasuk di posisi operator forklift. Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau hampir 1.700 penerima manfaat setara pekerja penuh waktu dengan target kenaikan 9 persen tahun depan. Target ini bahkan memengaruhi bonus karyawan.

    “Pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti di dalam perusahaan saja, tapi harus dilebarkan kepada para vendor dan supplier di rantai pasok kita. Kalau perusahaan multinasional besar hanya bertransaksi dengan perusahaan besar lagi, distribusi ekonominya kurang baik,” kata Melanie. 

  2. 2. Berkat mengintegrasikan kesetaraan gender dalam tata kelola dan kinerja perusahaan, PT PLN (Persero) meraih kategori Gender-Inclusive Workplace

    Nurlely Aman, Direktur Legal & Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero) pada Media Briefing & Acara Penganugerahan UN Women Indonesia
    Nurlely Aman, Direktur Legal & Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero) pada Media Briefing & Acara Penganugerahan UN Women Indonesia WEPs Awards 2026 pada Kamis (29/10/2026) di Hotel Bidakara Jakarta. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    PT PLN (Persero) memenangkan kategori Gender-Inclusive Workplace karena pendekatan tempat kerja inklusif yang mengintegrasikan kesetaraan gender dalam tata kelola dan kinerja perusahaan. Hal ini bahkan didukung oleh pengaturan kerja fleksibel, cuti orangtua, dan dukungan bagi karyawan dengan tanggung jawab pengasuhan. Yang mungkin tidak ada di tempat lain adalah PLN memberlakukan kebijakan cuti ayah selama 1 bulan (30 hari) bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan.

    Di samping itu, PLN meraih runner up pertama Community Engagement and Partnerships. Nurlely Aman, Direktur Legal & Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa perempuan di PLN berperan di banyak lini, mulai dari pelayanan pelanggan, supervisi lapangan, dan bidang teknik, hingga penyusunan kajian tata kelola, risiko, dan kepatuhan yang menjadi bahan Rapat Direksi.

    “Direksi memilih kandidat perempuan bukan karena gender privilege semata, tapi karena kompetensi dan kapabilitasnya,” ujarnya. Meski begitu, ia mengakui perempuan membutuhkan dukungan fasilitas agar kinerjanya optimal. Menurutnya, kebijakan kerja fleksibel, cuti melahirkan, dan cuti ayah tidak bisa hanya sekadar imbauan, namun harus dilembagakan dalam Peraturan Direksi dan dipantau implementasinya. Karenanya, PLN kini menargetkan kepemimpinan perempuan sebesar 10 persen sebagai bagian dari KPI direksi. Tantangan berikutnya, adalah memastikan cuti ayah benar-benar dimanfaatkan untuk berbagi peran pengasuhan secara setara di rumah. 

  3. 3. Daftar pemenang lainnya

    Eni Widiyanti, Asisten Deputi Pengarustamaan Ekonomi KemenPPPA (kedua dari kiri) dan Head of Programmes UN Women Indonesia Dwi Yuliawati (ke
    Eni Widiyanti, Asisten Deputi Pengarustamaan Ekonomi KemenPPPA (kedua dari kiri) dan Head of Programmes UN Women Indonesia Dwi Yuliawati (ketiga dari kiri) pada Media Briefing & Acara Penganugerahan UN Women Indonesia WEPs Awards 2026 pada Kamis (29/10/2026) di Hotel Bidakara Jakarta. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    Selain PLN dan L'Oreal Indonesia, masih ada 16 pemenang lain yang membawa kesetaraan gender dalam tataran yang menarik. Berikut daftarnya:

    Leadership Commitment

    • Winner: Hadjar Seti Adji, Director of Human Capital Management and Transformation, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
    • First runner-up: Diah Kurniawati, Director of Finance, Pertamina International Shipping
    • Second runner-up: Utari Octavianty, Chief Sustainability Officer & Co-Founder, Aruna Jaya Nuswantara
    • Special Mention - Youth Leadership: Andi Rosita Dewi, CEO & Founder, GAWIREA

    Gender-Inclusive Workplace

    • Winner: PT PLN (Persero)
    • First Runner-up: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
    • Second Runner-up: AKAR Family

    Gender-Responsive Marketplace

    • Winner: PT Advanta Seeds Indonesia
    • First Runner-up: CarbonEthics Indonesia
    • Second Runner-up: Modal Ventura YCAB

    Inclusive Procurement

    • Winner: L’Oréal Indonesia

    Community Engagement and Partnerships

    • Winner: Siloam International Hospitals
    • First Runner-up: PT PLN (Persero)
    • Second Runner-up: Kearney
    • Special Mentions - SME Champion: Komodo Water

    Technology & AI for Gender Equality

    • Winner: PT KAI (Persero)
    • First Runner-up: PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK)
    • Second Runner-up: Pingtar

    Head of Programmes UN Women Indonesia Dwi Yuliawati menjelaskan bahwa WEPs berbeda dengan program CSR umumnya yang hanya menyentuh bagian hilir. Dalam pelaksanaannya, ada tujuh prinsip WEPs yang terlibat, yakni komitmen kepemimpinan, praktik di tempat kerja, kesehatan dan keselamatan, pelatihan, rantai pasok, komunitas, hingga transparansi pelaporan. “Jadi bukan yang paling jago (yang jadi pemenangnya), bukan hanya sekadar juara, tapi punya bukti. Jadi kita memang berbasis bukti,” ujarnya.

    Senada dengan Dwi, Eni Widiyanti, Asisten Deputi Pengarustamaan Ekonomi KemenPPPA sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia WEPs Awards 2026, menegaskan langkah penjurian yang ia jalani.

    “Kami menilai bukti kebijakan tertulis, SOP, anggaran, dan data hasil. Yang kami cari adalah program berkelanjutan yang tertanam dalam cara perusahaan bekerja. Tahun ini, yang membedakan pemenang adalah kemampuan menunjukkan hasil nyata angka, mulai dari jumlah vendor milik perempuan yang masuk rantai pasok, jumlah perempuan yang dipromosikan ke posisi pimpinan, hingga dampak dukungan perusahaan bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab perawatan, sejalan dengan agenda nasional ekonomi perawatan,” tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More