Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Pencapaian Wartawati Roehana Koeddoes, Sumber Inspirasi Banget!

Foto Roehana Koeddoes
Potret Roehana Koeddoes (dok.Youtube/IDN Times)
Intinya sih...
  • Dedikasi Roehana Koeddoes sebagai guru, pengajar ilmu pengetahuan dan ilmu jurnalistik
  • Roehana Koeddoes pendiri Amai Setia sebagai sumber inspirasi wirausaha
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang perempuan yang lahir tahun 1884 mampu menerobos status yang melekat pada perempuan pada masa itu. Roehana Koeddoes lahir di Sumatera Barat, tidak bersekolah formal pada masa itu tapi mampu membaca dan menulis karena bimbingan ayahnya. Setelah dewasa, beliau menjadi jurnalis sekaligus guru bagi banyak perempuan lainnya.

Pada kesempatan Hari Pers Nasional 2026, IDN Times bekerja sama dengan Yayasan Amai Setia dan FJPI (Forum Jurnalis Perempuan Indonesia) mengelar acara serta diskusi menarik dengan tajuk "3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia". Acara tersebut di gelar pada Jumat (6/2/2026) di IDN HQ.

Nama Roehana Koeddoes tercatat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang diberikan oleh pemerintah Indonesia sejak 7 November 2019. Selain itu, Roehana Koeddoes merupakan sumber inspirasi bagi banyak perempuan dan laki-laki pada masanya hingga sekarang. Yuk, simak tiga pencapaian Roehana Koeddoes yang bisa menjadi sumber inspirasi generasi terkini.

1. Dedikasi Roehana Koeddoes sebagai guru, pengajar ilmu pengetahuan dan ilmu jurnalistik

Ibu Trini Tambu menjelaskan murid-murid Amai Setia
Ibu Trini Tambu menjelaskan murid-murid Amai Setia (dok.Youtube/IDN Times)

Sumber inspirasi pertama adalah dedikasi Roehana Koeddoes sebagai guru. Beliau memiliki passion dan dedikasi kuat pada pendidikan terutama untuk para perempuan.

Roehana Koeddoes melihat diskriminasi dan ruang belajar ilmu pengetahuan ditutup untuk kalangan perempuan pada masanya. Hanya segelintir perempuan dengan status sosial tergolong tinggi yang bisa mendapat akses belajar baca dan tulis. Apalagi ilmu pengetahuan dan ilmu jurnalistik. Oleh karena itu, beliau sangat berdedikasi dan berjuang terus untuk mengajar terutama para perempuan sampai akhir hidupnya.

Roehana Koeddoes memberi kesempatan banyak perempuan dapat belajar membaca dan menulis. Bagi mereka yang bekeinginan maju juga berkesempatan bekerja bersamanya di bidang jurnalistik.

Generasi terbaru ini bisa mengambil inspirasi dari dedikasi Roehana Koeddoes akan pendidikan. Tahun 2026 dengan segala kemudahan seharusnya tidak menghambat generasi sekarang untuk menimba berbagai macam ilmu pengetahuan dan ilmu lainnya. Belajar dan bersekolahlah sampai nasipmu berubah!

"Kaum Wanita harus dimajukan, mengikuti aliran jaman. Bangsa kita masih terbelakang dalam kemajuan hidup. Untuk itu, tidak dapat tidak, kaum Wanita pun harus memasuki sekolah seperti kaum pria. Karena dengan bersekolahlah ilmu pengetahuan diperoleh." - Roehana Koeddoes, 1911

2. Roehana Koeddoes pendiri Amai Setia sebagai sumber inspirasi wirausaha!

Anak-anak perempuan belajar menjahit di film Sunting Melayu
Anak-anak perempuan belajar menjahit di film Sunting Melayu (dok.Youtube/IDN Times)

Setelah pendidikan yang lebih baik, perempuan juga perlu keterampilan yang lebih baik. Salah satunya keterampilan mengelola keuangan dan keterampilan dalam kerajinan tangan.

Roehana Koeddoes mendirikan Amai Setia pada Februari 1911. Tempat bagi para perempuan untuk mendapatkan keterampilan kerajinan tangan dan keterampilan mengelola keuangan demi mendapatkan penghasilan sendiri.

Amai Setia yang dikelola oleh Roehana Koeddoes menghadirkan produsen kerajinan yang memenuhi standar pembelian internasional. Pemerintah Hindia Belanda pada 1915 mengukuhkan Amai Setia sebagai salah satu bentuk usaha resmi yan diakui. Keren sekali!

Dari wirausaha kerajinan tangan, para perempuan di Amai Setia mampu memiliki kepercayaan diri dalam usaha bisnis dan mendapat keuntungan. Perjalanan wirausaha Amai Setia tidak selalu mulus tapi pasti karena tujuannya jelas dan dikelola oleh orang-orang yang jujur.

Amai Setia mengajarkan bahwa keterampilan tangan pun bisa bernilai komersil tinggi. Usaha yang tanpa putus dan koneksi yang tepat mampu membuat kerajian tangan Indonesia mendunia. Produk lainnya dari Indonesia pun bisa seperti kerajinan tangan dari Amai Setia ini. Dikenal, dipesan dan dibeli oleh para konsumen internasional. Pelajari bahasanya, riset pasar yang dituju dan promosi dengan gencar hingga produk hasil Indonesia mendunia.

3. Roehana Koeddoes sebagai jurnalis perempuan, suara perempuan untuk para perempuan

Tampilan koran dari film Soenting Malajoe
Tampilan koran dari film Soenting Malajoe ((dok.Youtube/IDN Times)

Suara perempuan pada jaman Roehana Koeddoes tidaklah sebebas, seaktif dan semasif jaman sekarang. Kok, bisa? Karena suara dari banyak perempuan jaman itu hanya didengar ketika mereka ada di dapur, sumur atau kasur. Suara dan pemikiran perempuan tidak diberi ruang lain untuk berkembang dan mandiri. Oleh karena itu ruang penulisan pun adalah sesuatu yang mewah.

Lalu hadirlah Roehana Koeddoes yang mendirikan Amai Setia dan koran Soenting Melajoe. Setelahnya Soenting Melajoe menjadi sumber inspirasi bagi para perempuan di Sumatera Barat.

Roehana Koeddoes membuktikan kalau perempuan Indonesia bisa mengemukakan idenya dan menulis di media. Jurnalis perempuan untuk meyuarakan kepentingan perempuan. Koran Soenting Melajoe banyak membahas isu-isu sosial termasuk tradisionalisme, poligami, perceraian dan pendidikan anak perempuan. Isu yang masih ada hingga kini.

Apakah di era digital dengan tulisan yang serba cepat ini, jurnalis perempuan seperti Roehana Koeddoes masih relevan dan sumber inspirasi?

Masih! Isu dan masalah perempuan pada jaman Roehana Koeddoes masih ada loh. Terbalut lebih rapi dan lebih manipulatif. Oleh karena itu para perempuan dan jurnalis perempuan harus tetap diberi ruang menulis.

Acara Hari Pers Nasional 2026 di IDN HQ kemarin mengingatkan kita kembali tentang sosok perempuan cerdas dan tangguh bernama Roehana Koeddoes. Tiga Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia. Tajuk yang kuat dengan harapan melanjutkan.

Para perempuan harus bersuara dan menulis. Sekarang Roehana Koeddoes tidak berjuang sendiri. Ada kita yang melanjutkannya. Suara perempuan untuk para perempuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tips Mengubah Overthinking Jadi Productive Thinking, Pikiran Ringan!

10 Feb 2026, 13:51 WIBLife