Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan saat Istirahat Kerja yang Bikin Pikiran Lebih Fresh
Ilustrasi menikmati makan siang (magnific.com/pressfoto)
  • Jeda kerja penting untuk mengalihkan perhatian dari tugas padat, mengurangi ketegangan, dan memberi tubuh serta pikiran kesempatan beristirahat sebelum kembali fokus.
  • Manfaatkan istirahat dengan berjalan singkat, menjauh dari layar, atau menerapkan aturan 20-20-20 agar tubuh bergerak dan mata mendapat jeda.
  • Makan siang tanpa urusan kerja, mendengarkan musik sesuai aturan kantor, serta peregangan ringan dan pengaturan napas dapat membuat waktu jeda lebih nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa baru bekerja beberapa jam, tetapi pikiran sudah terasa penuh? Tumpukan tugas, pesan yang terus masuk, dan rapat yang berurutan bisa membuatmu sulit mempertahankan fokus. Ketika waktu istirahat tiba, kamu mungkin memilih membuka media sosial sambil menunggu jam kerja berlanjut. Padahal, ada banyak cara sederhana untuk memanfaatkan jeda agar pikiran terasa lebih segar.

Istirahat kerja punya peran penting dalam membantu tubuh dan pikiran mendapatkan jeda dari aktivitas yang padat. Kamu bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengalihkan perhatian sejenak dari pekerjaan, mengurangi ketegangan, atau melakukan sesuatu yang menyenangkan. Gak perlu menunggu sampai merasa sangat lelah untuk mulai mengambil jeda.

Supaya waktu istirahat terasa lebih berkualitas, kamu bisa membangun beberapa kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan di kantor. Mulai dari berjalan kaki sebentar hingga menikmati makan siang tanpa gangguan pekerjaan, pilihan aktivitasnya bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Yuk, simak lima kebiasaan yang bisa kamu coba!

1. Berjalan kaki sebentar untuk mengubah suasana

Ilustrasi berjalan kaki sebentar (magnific.com/freepik)

Setelah berjam-jam duduk di depan laptop, berjalan kaki sebentar bisa menjadi cara sederhana untuk mengambil jeda. Kamu bisa berkeliling area kantor, berjalan menuju taman terdekat, atau sekadar berpindah ke tempat yang memungkinkanmu melihat suasana berbeda. Perubahan aktivitas ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk bergerak setelah cukup lama berada dalam posisi yang sama.

Kamu gak harus berjalan jauh atau meluangkan waktu terlalu lama. Cukup manfaatkan beberapa menit untuk bergerak dengan kecepatan yang nyaman. Jika memungkinkan, pilih area yang memiliki udara segar agar kamu bisa menikmati suasana di luar ruang kerja sejenak.

Kebiasaan ini juga bisa menjadi kesempatan untuk menjauh dari layar dan mengalihkan perhatian dari tugas yang sedang dikerjakan. Setelah kembali ke meja, kamu dapat melanjutkan pekerjaan dengan kondisi yang lebih nyaman. Sesuaikan durasi berjalan kaki dengan waktu istirahat dan kebutuhan pekerjaanmu.

2. Mengistirahatkan mata dari layar

Ilustrasi memejamkan mata sejenak (magnific.com/yanalya)

Menatap layar komputer dalam waktu lama bisa membuat mata terasa lelah atau kering. Karena itu, waktu istirahat bisa kamu manfaatkan untuk mengalihkan pandangan dari laptop dan ponsel. Cobalah melihat objek yang berada cukup jauh, seperti pepohonan di luar jendela atau bangunan di seberang kantor.

Kamu juga bisa memejamkan mata sejenak jika terasa nyaman, lalu mengedipkan mata secara alami sebelum kembali bekerja. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu ini untuk duduk dengan posisi yang lebih rileks. Hindari langsung berpindah dari layar komputer ke layar ponsel selama seluruh waktu istirahat karena mata tetap perlu mendapat jeda.

Untuk membantu mengurangi ketegangan mata saat bekerja, kamu bisa menerapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan layar, terutama jika dilakukan secara konsisten.

3. Menikmati makan siang tanpa membuka pekerjaan

Ilustrasi menikmati makan siang (pexels.com/Mikhail Nilov)

Waktu makan siang sering kali terasa singkat karena kamu masih memikirkan tugas yang belum selesai. Bahkan, ada kalanya kamu tetap membuka laptop atau membalas pesan pekerjaan sambil makan. Akibatnya, waktu yang seharusnya menjadi jeda justru terasa seperti perpanjangan jam kerja.

Cobalah memberi perhatian pada makanan yang sedang kamu nikmati. Letakkan ponsel sejenak, makan dengan lebih santai, dan rasakan cita rasa setiap hidangan. Jika memungkinkan, makanlah bersama rekan kerja yang membuatmu nyaman agar kamu bisa mengobrol ringan di luar urusan pekerjaan.

Kamu gak harus menghabiskan seluruh waktu istirahat dengan aktivitas tertentu. Menikmati makan siang tanpa terburu-buru sudah bisa menjadi kesempatan untuk mengambil jeda dari tuntutan pekerjaan. Setelah selesai, gunakan sisa waktu untuk duduk santai atau berjalan sebentar sebelum kembali ke meja kerja.

4. Mendengarkan musik yang membuat suasana hati nyaman

Ilustrasi mendengarkan musik (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kalau kamu lebih suka beristirahat di meja kerja, mendengarkan musik bisa menjadi pilihan sederhana. Pilih lagu yang membuatmu nyaman, seperti musik instrumental, akustik, atau playlist favorit yang biasa kamu dengarkan saat bersantai. Kamu bisa memutar musik dengan volume rendah agar tetap nyaman dan gak mengganggu orang di sekitar.

Musik juga bisa menjadi cara untuk menciptakan jeda sejenak dari rutinitas pekerjaan. Selama beberapa menit, kamu dapat mengalihkan perhatian dari daftar tugas dan menikmati lagu tanpa harus melakukan aktivitas lain secara bersamaan. Pilih musik sesuai suasana hati agar waktu istirahat terasa lebih menyenangkan dan kamu punya kesempatan untuk menyegarkan pikiran sebelum kembali bekerja.

Namun, perhatikan aturan penggunaan perangkat audio di kantor. Jika tempat kerjamu cukup ramai atau kamu perlu tetap mendengar pengumuman penting, gunakan volume yang aman atau pilih aktivitas lain. Sesuaikan juga durasi mendengarkan musik dengan waktu istirahat yang tersedia. Tujuannya adalah memberi ruang untuk bersantai sejenak agar kamu bisa kembali menjalani pekerjaan dengan lebih nyaman.

5. Melakukan peregangan ringan dan mengatur napas

Ilustrasi peregangan (magnific.com/zinkevych)

Duduk terlalu lama saat bekerja bisa membuat bahu, leher, dan punggung terasa kaku. Kamu bisa menggunakan waktu istirahat untuk melakukan peregangan ringan, seperti memutar bahu perlahan, meregangkan tangan, atau berdiri sejenak sambil meluruskan kaki. Lakukan gerakan dengan nyaman dan hindari memaksakan posisi yang menimbulkan rasa sakit agar tubuh tetap terasa nyaman.

Selain peregangan, kamu juga bisa mencoba mengatur napas secara perlahan. Tarik napas dengan nyaman melalui hidung, kemudian embuskan secara perlahan tanpa memaksakan ritme tertentu. Ulangi beberapa kali sambil mengalihkan perhatian sejenak dari pekerjaan yang sedang menumpuk. Jeda singkat ini bisa menjadi kesempatan untuk menenangkan diri sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Kombinasi gerakan ringan dan jeda untuk bernapas bisa membantu tubuh terasa lebih nyaman setelah beraktivitas dalam posisi yang sama. Kamu dapat melakukannya di dekat meja kerja atau di area istirahat yang tersedia. Waktu istirahat juga bisa dimanfaatkan untuk berjalan kaki, mengistirahatkan mata, menikmati makan siang, atau mendengarkan musik. Kamu gak harus mencoba semuanya sekaligus. Mulailah dengan kebiasaan yang paling mudah dilakukan, lalu sesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar rutinitas kerja terasa lebih seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article