ilustrasi lesu (pexels.com/Karolina Kaboompics)
Kesalahan terbesar yang sering terjadi adalah merasa masih punya banyak waktu untuk beradaptasi. Padahal, perubahan teknologi biasanya berlangsung perlahan pada awalnya, lalu berkembang sangat cepat ketika sudah mencapai titik tertentu. Saat semua orang mulai menyadari perubahan tersebut, persaingan mendapatkan peluang kerja baru juga ikut meningkat.
David Leong menjelaskan bahwa pekerja yang paling berisiko bukan selalu mereka yang berada di industri yang sedang menurun. Justru, kelompok yang paling rentan adalah mereka yang terlalu yakin bahwa kariernya aman sehingga menunda belajar keterampilan baru. Oleh karena itu, biasakan terus mengembangkan kemampuan, mengeksplorasi sektor industri lain, dan melihat bagaimana pengalamanmu bisa diterapkan pada peluang kerja yang baru.
AI memang mengubah cara banyak pekerjaan dilakukan, tapi bukan berarti semua profesi akan hilang begitu saja, ya. Tantangan terbesar justru datang ketika seseorang merasa terlalu nyaman hingga mengabaikan perubahan yang sedang berlangsung.
Semakin cepat kamu memahami dampak AI terhadap pekerjaanmu, semakin besar peluang untuk tetap relevan di dunia kerja. Jadi, jangan hanya berusaha mempertahankan posisi saat ini, tapi mulailah membangun kemampuan yang akan membuat kariermu tetap bernilai di masa depan.