Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Resolusi Karier Realistis untuk Mid-Level agar Lebih Bersinar

ilustrasi perempuan bekerja
ilustrasi perempuan bekerja (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Intinya sih...
  • Banyak mid-level terjebak ingin jago di terlalu banyak hal sekaligus. Resolusi karier yang realistis dimulai dari memilih satu jalur utama yang ingin kamu dalami.
  • Fokuslah pada satu kemampuan yang benar-benar berdampak pada pekerjaanmu. Pilih skill yang selaras dengan arah karier utama yang sudah kamu tentukan.
  • Mulailah dari hal sederhana seperti aktif berbagi insight di lingkungan kerja atau platform profesional. Reputasi yang dibangun perlahan akan membuka lebih banyak pintu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki tahun baru, banyak profesional mid-level mulai berpikir ulang tentang arah karier mereka. Posisi sudah cukup stabil, pengalaman kerja bertambah, tapi sering muncul rasa stagnan yang sulit dijelaskan. Di fase ini, resolusi karier sering terdengar besar di awal, tapi pelan-pelan menguap karena terlalu abstrak. Padahal, resolusi karier 2026 justru perlu dirancang lebih realistis dan membumi.

Bagi pekerja mid-level, tantangan utamanya bukan lagi soal bertahan, melainkan berkembang secara strategis. Target kerja tahun baru seharusnya membantu kamu naik level, bukan sekadar menambah beban mental. Resolusi yang actionable bisa jadi pegangan agar langkah karier lebih terarah dan masuk akal. Yuk simak lima resolusi karier realistis yang bisa bikin perjalanan profesionalmu di 2026 lebih bersinar.

1. Perjelas arah karier dalam satu jalur utama

ilustrasi laki-laki menulis
ilustrasi laki-laki menulis (pexels.com/Vitaly Gariev)

Banyak mid-level terjebak ingin jago di terlalu banyak hal sekaligus. Akibatnya, fokus terpecah dan perkembangan terasa lambat. Resolusi karier yang realistis dimulai dari memilih satu jalur utama yang ingin kamu dalami. Dengan arah yang jelas, energi dan waktu bisa digunakan lebih efektif.

Coba refleksikan peran apa yang ingin kamu kuasai dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Apakah kamu ingin tumbuh sebagai spesialis atau mengarah ke posisi manajerial. Kejelasan ini membantu perencanaan karier jadi lebih konkret. Target kerja tahun baru pun terasa lebih terukur dan relevan.

2. Tingkatkan satu skill kunci yang berdampak langsung

ilustrasi perempuan belajar skill otodidak
ilustrasi perempuan belajar skill otodidak (freepik.com/lookstudio)

Alih-alih mengejar banyak skill baru, fokuslah pada satu kemampuan yang benar-benar berdampak pada pekerjaanmu. Skill ini bisa teknis atau nonteknis, tergantung bidang dan tujuan kariermu. Pendekatan ini jauh lebih realistis dibanding ambisi belajar segalanya sekaligus. Hasilnya pun biasanya lebih cepat terlihat.

Pilih skill yang selaras dengan arah karier utama yang sudah kamu tentukan. Buat rencana belajar sederhana, misalnya kursus singkat atau proyek kecil. Dengan begitu, resolusi karier 2026 gak berhenti di niat saja. Kamu benar-benar membangun nilai tambah yang relevan.

3. Bangun reputasi profesional secara konsisten

ilustrasi laki-laki bekerja
ilustrasi laki-laki bekerja (pexels.com/Vitaly Gariev)

Di level mid, kualitas kerja saja sering kali belum cukup. Kamu juga perlu dikenal sebagai sosok yang bisa diandalkan dan punya personal branding yang jelas. Resolusi ini sering diabaikan karena dianggap tidak mendesak. Padahal, reputasi sangat berpengaruh pada peluang karier jangka panjang.

Mulailah dari hal sederhana seperti aktif berbagi insight di lingkungan kerja atau platform profesional. Tunjukkan keahlianmu lewat kontribusi nyata, bukan sekadar klaim. Reputasi yang dibangun perlahan akan membuka lebih banyak pintu. Ini bagian penting dari perencanaan karier yang sering terlupakan.

4. Tetapkan target karier yang terukur, bukan sekadar jabatan

ilustrasi perempuan membuat target karier
ilustrasi perempuan membuat target karier (freepik.com/pressfoto)

Banyak resolusi karier terjebak pada target jabatan semata. Padahal, naik jabatan tanpa kesiapan bisa jadi bumerang. Resolusi yang lebih realistis adalah menetapkan indikator perkembangan yang jelas. Misalnya tanggung jawab baru, lingkup proyek, atau pengaruh dalam tim.

Dengan target yang terukur, kamu bisa menilai progres secara objektif. Kamu juga lebih mudah berdiskusi dengan atasan soal perkembangan karier. Target kerja tahun baru pun terasa lebih masuk akal dan tidak mengawang. Fokusnya pada proses, bukan hanya hasil akhir.

5. Sisihkan waktu rutin untuk evaluasi dan penyesuaian

ilustrasi perempuan melakukan evaluasi
ilustrasi perempuan melakukan evaluasi (freepik.com/freepik)

Resolusi karier bukan dokumen mati yang hanya dibuat di awal tahun. Perjalanan karier selalu dinamis dan penuh perubahan. Tanpa evaluasi rutin, kamu bisa saja berjalan jauh tapi ke arah yang salah. Karena itu, refleksi berkala adalah resolusi yang sangat realistis.

Luangkan waktu setiap beberapa bulan untuk meninjau ulang tujuan kariermu. Lihat apa yang berhasil dan apa yang perlu disesuaikan. Dengan kebiasaan ini, perencanaan karier jadi lebih fleksibel dan relevan. Kamu pun tetap bergerak maju tanpa merasa terjebak.

Menjalani resolusi karier sebagai mid-level bukan tentang perubahan drastis, tapi langkah kecil yang konsisten dan terarah. Resolusi karier 2026 yang realistis akan membantu kamu tumbuh tanpa tekanan berlebihan. Saat target kerja tahun baru disusun dengan sadar dan actionable, karier pun terasa lebih terkendali. Yuk, mulai 2026 dengan resolusi karier yang masuk akal dan benar-benar bisa dijalani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Kalender Jawa Hari Ini 8 Januari 2026: Cek Weton dan Tanggal Hijriah

08 Jan 2026, 07:03 WIBLife