5 Kesalahan Menyiram Tanaman yang Bikin Layu Bahkan Mati

- Penyiraman penting untuk menjaga kadar air tanah, namun kesalahan seperti memberi air berlebihan bisa membuat akar busuk dan tanaman cepat layu.
- Menyiram hanya bagian daun tanpa membasahi tanah membuat akar kekurangan air, sehingga tanaman tetap kering meski terlihat basah di permukaan.
- Setiap jenis tanaman punya kebutuhan air berbeda; waktu terbaik menyiram adalah pagi atau sore dengan pot berlubang cukup agar drainase lancar.
Penyiraman sangat penting untuk pertumbuhan tanaman di samping kebutuhan akan zat hara. Kalau tanaman tidak pernah disiram, termasuk di musim kemarau, tentu akan layu, kering, bahkan mati. Penyiraman menjaga kadar air dalam tanah.
Bahkan tanaman gurun sekalipun, seperti kaktus, tetap memerlukan air. Cuma kadarnya saja yang jauh lebih sedikit daripada tanaman lainnya. Sebagai orang yang merawat, kamu pun akan merasakan kesegaran ketika menyiram tanaman.
Tanaman serta tanah yang basah menguarkan aroma khas yang menenangkan. Penyiraman sebagai bagian dari perawatan tanaman relatif mudah dilakukan siapa saja. Namun, bukan lantas ini dapat dikerjakan asal-asalan. Jangan sampai kamu melakukan kesalahan menyiram tanaman yang bikin layu bahkan mati berikut ini, ya!
1. Terlalu banyak air sehingga akar busuk

Tanaman butuh air, tapi tidak berlebihan. Sama seperti manusia, jika makan berlebihan, malah mengundang penyakit. Pada tanaman, bagian akar sangat rentan busuk jika terlalu banyak air secara terus-menerus.
Kalau kamu sering mendengar nasihat untuk menyiram tanaman 1 sampai 2 kali setiap hari, ini gak selalu tepat. Di musim hujan, tanaman yang terkena air hujan bahkan tak perlu disiram sama sekali. Tambahan penyiraman membuat media tanam terlalu basah.
Apalagi, tanaman ditanam dalam pot. Media tanamnya terbatas dan kebanyakan air sangat buruk buat tanamanmu. Daripada pakai aturan kaku bahwa tanaman harus disiram 1 hingga 2 kali sehari, coba sentuh permukaan tanahnya. Bila masih lembap tidak perlu disiram. Kalau sudah kerin,g baru disiram lagi.
2. Bukan tanah yang basah malah daunnya doang

Menyiram tanaman pada bagian daun-daunnya memang mudah dan menyenangkan. Kamu gak perlu membungkuk berkali-kali untuk membasahi tanah di sekitar tanaman yang tumbuh. Tinggal semprot pakai selang atau gembor.
Daun-daun tanaman yang basah juga bikin pemandangan maupun udara terasa sejuk. Seperti ada banyak embun. Masalahnya, akar akan mengangkut air serta zat hara dalam media tanam. Apabila tanah tidak basah ,berarti akar tak dapat menyerap air.
Tanaman menjadi tetap mudah layu serta kering ketika matahari bersinar cerah. Cuma sebagian kecil air yang jatuh ke tanah. Apalagi bila tanaman lumayan tinggi. Itu pun barangkali hanya permukaan atas media tanam yang basah. Masih jauh dari jangkauan akar yang berada di bawah.
3. Penyiraman gak sesuai jenis tanaman

Semua tanaman butuh air. Akan tetapi, beda jenis tanaman lain pula kebutuhannya akan air. Tanaman air, misalnya, tak cukup cuma disiram, melainkan harus hidup di kolam atau pot besar berisi air. Kaktus tidak membutuhkan banyak air.
Sementara tanaman lain juga memiliki kebutuhan air yang bervariasi. Apalagi ketika tanaman masih kecil. Agar proses berkebunmu berhasil, kamu harus mempelajari dulu jenis tanaman yang akan dibeli.
Terkadang usia tanaman juga memengaruhi frekuensi penyiraman. Seiring tanaman bertambah besar, jangkauan akar lebih jauh ke dalam tanah atau menyebar, dan tahan terhadap segala cuaca, maka frekuensi penyiraman dapat dikurangi. Begitu pula kebutuhan air di masa pembenihan, pembesaran tanaman, mulai berbunga, dan berbuah bisa lain-lain.
4. Menyiram di siang hari saat cuaca sedang panas-panasnya

Merawat tanaman mau tak mau mengharuskanmu untuk lebih disiplin. Waktu terbaik buat melakukan penyiraman ialah pagi atau sore. Bukan ketika matahari sudah bersinar penuh dan udara sangat panas.
Tanaman akan mudah stres jika disiram di siang hari. Kamu dapat menyiram tanaman sekitar pukul 06.00 sampai 08.00. Tanaman menjadi lebih siap berfotosintesis. Atau sore setelah jam 16.00 untuk menyegarkan tanaman setelah seharian terpapar panas.
5. Pot minim lubang dan media tanam kurang gembur

Untukmu yang menanam di pot, perhatikan betul drainasenya. Pot besar dengan sedikit lubang di bagian bawah akan membuat kelebihan air di media tanam sulit keluar. Akibatnya, akar tergenang dan mudah busuk.
Boleh jadi ketika kamu meraba permukaan media tanam, seperti sudah kering. Dirimu menyiramnya kembali. Padahal, air di tengah dan di bawah pot masih banyak. Makin besar pot, makin banyak pula lubang yang diperlukan.
Pun media tanam harus bersifat gembur atau mudah menyerap dan membuang kelebihan air. Campuran tanah, sekam bakar, serta pupuk dengan perbandingan tepat lebih baik untuk menanam di pot. Kamu bisa membelinya di toko online maupun offline biar praktis.
Untukmu yang masih pemula, hindari kesalahan menyiram tanaman yang bikin layu bahkan mati. Jauhi menggeneralisasikan anjuran menyiram 1 hingga 2 kali sehari untuk segala tanaman. Frekuensi penyiraman ini juga lebih cocok ketika tidak turun hujan. Jika dalam sehari masih turun hujan, tanaman tak perlu disiram.