7 Tipe Teman yang Sebenarnya Baik, Tapi Malah Sering Dijauhi

- Artikel ini membahas tujuh tipe teman yang sering dijauhi meski sebenarnya memiliki sifat positif, seperti jujur, disiplin, dan anti gosip.
- Beberapa di antaranya termasuk teman yang jarang nongkrong, blak-blakan menyampaikan kebenaran, hingga ambisius mengejar impian.
- Pesan utamanya: jangan langsung menilai negatif seseorang yang dijauhi, karena bisa jadi mereka justru punya karakter baik dan inspiratif.
Dijauhi teman kerap dikaitkan dengan sifat diri yang kurang baik. Orang menyebalkan bikin kawan-kawannya gak betah berada di sekitarnya. Namun, terkadang orang yang dijauhi teman gak salah.
Boleh jadi ia seperti anomali yang positif di tengah lingkungan yang kurang baik. Atau sekadar kawan-kawannya belum terbiasa menerima perbedaan karakter. Bila kamu melihat ada orang yang dijauhi, jangan langsung termakan ucapan mayoritas.
Sebaiknya kamu mencari tahu sendiri sifat-sifat orang tersebut. Dapat saja ia adalah orang yang sebenarnya baik, bahkan pantas menjadi sumber inspirasi. Memang tidak semua orang bisa menerima seseorang dengan tipe teman yang sebenarnya baik seperti di bawah ini.
1. Jarang nongkrong

Jarang nongkrong di umur 35 tahun ke atas dianggap wajar. Kebanyakan orang di usia ini memang sudah jarang nongkrong. Sebab sebagian besar telah berkeluarga. Kalaupun masih lajang, kesibukan bekerja umumnya tinggi.
Namun, seseorang yang jarang sekali nongkrong di umur belasan hingga dua puluhan tahun lebih dipandang aneh oleh kawan sebaya. Dia bakal dicap gak asyik, tidak seru, atau terlalu serius. Padahal, kedekatan teman nongkrong tak cuma saat main. Di sekolah atau kampus pun pasti mereka akrab. Ini seperti otomatis mengeliminasi pribadi yang gak suka nongkrong dari circle mereka.
2. Teman yang blak-blakan menyampaikan kebenaran

Jujur serta kritis menjadi sifatnya yang menonjol. Dia bukan tipe orang yang lebih suka berbasa-basi sampai menutupi fakta. Buatnya, lebih baik kebenaran meski pahit disampaikan daripada ditutupi apalagi dimanipulasi.
Sayangnya, tidak semua orang senang serta siap mendengarnya. Ini yang membuat mereka akhirnya menjauhi orang yang blak-blakan. Gaya komunikasinya kerap terlalu mengagetkan. Bukan lantaran suaranya membahana, melainkan realitas yang dipaparkannya tanpa tedeng aling-aling.
3. Teman yang menggebu-gebu kasih motivasi agar hidup lebih maju

Ia mungkin dijuluki sang motivator karena beberapa alasan. Pertama, dia memang seperti otomatis memotivasi siapa pun, bahkan tanpa diminta. Kedua, sebutan itu diberikan dengan nada mengejek. Seakan-akan ia orang paling bijak di dunia.
Juga tahu pasti apa yang akan terjadi pada orang lain bila menjalankan nasihatnya. Dia sebenarnya punya semangat dan optimisme tinggi dalam menjalani hidup. Biasanya pengalaman hidupnya juga banyak. Namun, di mata orang lai,n jatuhnya seperti suka menggurui.
4. Teman yang ketat dalam menegakkan aturan

Ia sosok yang berintegritas dan disiplin. Komitmennya terhadap peraturan amat tinggi. Dia sama sekali gak bisa diajak berkompromi, apalagi dalam keburukan. Ia pribadi yang sangat lurus di tengah orang-orang yang punya kepentingan masing-masing.
Saking taatnya pada peraturan, kawan-kawan menganggapnya pribadi yang kaku. Apalagi jika mereka berpandangan peraturan dibuat untuk dilanggar. Orang yang ketat soal peraturan seperti musuh mereka.
5. Teman yang terlihat ambisius dengan impiannya

Ketika orang punya impian, sifat ambisius memang diperlukan. Itu akan membuatnya lebih fokus serta bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Ia siap 100 persen untuk mengejar mimpinya dan mengantisipasi setiap rintangan.
Sayangnya, karakter ambisius ini cenderung kurang disukai oleh orang-orang. Bahkan ketika sifat tersebut tidak merugikan siapa-siapa. Pribadi ambisius seperti orang yang berani terus berjalan menuju tujuannya ketika kawan-kawannya berhenti sejenak atau selamanya. Dia menjadi terlihat egois dan kurang setia kawan.
6. Teman yang suka kroscek sana sini

Kroscek sebenarnya tindakan yang amat baik untuk memastikan sesuatu benar atau tidak. Jangan sampai kebenaran atau kabar yang cuma dari satu orang dipercayai dan ternyata kurang tepat. Namun, ketika hampir semua hal yang sampai padanya dikroscek dulu, sebagian orang menjadi tidak nyaman.
Mereka seakan-akan diragukan atau tidak dipercayai. Dalam hubungan kerja, misalnya, orang yang tiap perkataannya atau laporannya mesti dikroscek oleh orang lain akan tersinggung. Sekaligus khawatir sedikit saja terdapat hal yang tak sesuai, meski gak berpengaruh besar, akan membuatnya dikira berbohong.
7. Teman yang anti bergunjing

Orang yang paling tidak suka bergunjing malah akan menjadi bahan pergunjingan. Dia dijauhi karena keteguhan pendiriannya terasa sebagai ancaman bagi orang-orang yang siang dan malam bergosip. Ia bahkan menolak untuk sekadar mendengarkan berita yang dibawa oleh mereka.
Akibatnya, sifat positifnya justru dipandang sebagai keangkuhan. Dia terlihat enggan bergabung dengan mereka. Meski sebenarnya ia bakal asyik-asyik saja berteman seandainya mereka mau menghentikan kebiasaan bergunjing tersebut atau mengajaknya membicarakan hal-hal lain.
Hanya karena seseorang dijauhi oleh banyak temannya, tidak berarti ia pasti berwatak negatif. Sifat positifnya bisa diartikan berbeda oleh orang lain. Supaya kamu gak ikut tiba-tiba anti padanya lebih baik mencoba mengenalnya lebih dekat dan memperluas perspektifmu. Mana tahu, ia adalah tipe teman yang sebenarnya baik.


















