"Jadi, koleksi ini inspirasinya dari laut. Kan laut kita isinya hewan-hewan langka yang sudah pada di eksploitasi mungkin karena kerakusan kita, manusia, laut kita sudah mulai dalam kondisi yang gak baik-baik saja," ujar ujar Chitra Subiyakto, Creative Director Sejauh Mata Memandang.
Sejauh Mata Memandang dan Garden of Mimosa Menjamu Hati di Rumah Kita

Sejauh Mata Memandang mempersembahkan rangkaian acara di penghujung sore spesial bulan Ramadan di Rumah Kita, Menteng, Jakarta Pusat. Jenama tekstil slow fashion ini menghadirkan presentasi koleksi Raya, berbagai kegiatan bincang sore dan peluncuran koleksi perhiasan Garden of Mimosa.
Koleksi Sejauh Mata Memandang spesial hari raya sendiri mengadaptasi desain hewan laut untuk mengajak publik lebih sadar akan harmoni terhadap alam. Sementara, koleksi perdana Garden of Mimosa, label perhiasan yang dirancang penyanyi jazz pop Muthia Nadhira diangkat dari lirik lagu yang ditulis kreator Ferry Irwandi.
Untuk melihat lebih dekat kedua karya Sejauh Mata Memandang dan Garden of Mimosa, Pop up store bertajuk Menjamu Hati dapat dikunjungi setiap Hari Kamis hingga Minggu, pukul 11.00–18.00 WIB. Pop up store ini akan hadir hingga 15 Maret 2026. Selama periode waktu tersebut, ada beberapa aktivitas menyenangkan yang bisa diikuti dengan cara mendaftarkan diri. Simak informasi lengkapnya!
1. Sejauh Mata Memandang mempersembahkan rangkaian event untuk merawat diri

Acara yang digelar pada sore hari selama bulan Ramadan ini mengangkat tema refleksi personal, kesadaran finansial serta perawatan berbasis pendekatan berkelanjutan. Seluruh rangkaian event menjadi perjalanan reflektif melalui tiga tahap, yakni Melihat, Memahami, dan Merawat.
Ketiga tahap ini direalisasikan dalam menjadi sebuah pengalaman untuk bagi peserta untuk memahami nilai diri. Pada tahap Melihat, Sejauh Mata Memandang mengajak pengunjung untuk menilik dan mengenal lebih dekat koleksi raya dari Sejauh Mata Memandang dan koleksi perdana perhiasan Garden of Mimosa. Interaksi ini menjadi media untuk lebih memahami proses kreatif di balik setiap karya.
Selanjutnya, Sejauh Mata Memandang akan menggelar intimate event bertajuk "Memahami" pada 28 Februari 2026. Diskusi interaktif ini akan mengajak peserta untuk bisa belajar memahami relasi dengan rezeki dan pengambilan keputusan yang selaras dengan nilai hidup. Dialog "Bincang Sore: Financial Healing Money Bestie" hadir bersama perancang keuangan Aliyah Natasya.
Terakhir, pada 1 Maret Sejauh Mata Memandang mengajak mempersembahkan sesi “Bincang Sore: The Sacred Pause” bersama Mira Madjid dari Bodhicitta Circle. Peserta akan diahak mewarat keseimbangan jiwa dan raga. Setelah melakukan praktik ini, peserta akan melanjutkan ritual Copper Gua Sha sebagai bagian dari perawatan diri yang berkelanjutan.
2. Koleki raya dari Sejauh Mata Memandang serukan pesan untuk menjaga ekosistem laut

Sejauh Mata Memandang memperkenalkan Larung sebagai koleksi raya terbarunya. Larung sendiri pertama kali dipresentasikan secara dalam gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 pada Selasa (28/10/25) lalu. Larung hadir sebagai refleksi mendalam atas kondisi laut Indonesia yang kian memprihatinkan. Setiap coraknya membawa pesan bagi manusia untuk merenungkan kembali harmoni hubungannya dengan alam.
Lewat karya ini, Chitra berupaya mengabadikan hewan laut yang mulai menghilang dari peredaran. Selain itu, secara personal Chitra juga merepresentasikan kecintaan dirinya terhadap laut dan hewan-hewan yang tumbuh di dalamnya.
"Dan saya suka binatang, jadi saya mengabadikan itu dalam sebuah karya supaya kita gak lupa sama hewan-hewan langka, karena mungkin sudah banyak yak gak bisa dilihat lagi," tambahnya, seraya memperkenalkan koleksi terbaru Sejuah Mata Memandang dengan desain biota laut.
3. Kenal lebih dekat dengan raya collection dari Sejauh Mata Memandang

Koleksi Larung dari Sejauh Mata Memandang hadir dengan material tencel serta bahan-bahan ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami. Warna biru dan putih mendominasi koleksi Larung, menciptakan nuansa yang semakin dekat dengan laut.
Dalam rangkaian busananya, Sejauh Mata Memandang mengkreasikan scarf, outer, baju panjang, kebaya, dress, hingga camisole. Tersedia untuk perempuan, laki-laki hingga anak-anak. Desain timeless yang menjadi ciri jenama slow fashion ini terus diadaptasi agar bisa memperpanjang usia pakaian, sehingga tak menjadi sampah abadi, terutama di laut.
Untuk koleksi pria, Sejauh Mata Memandang turut merilis kemeja lengan pendek, kemeja lengan panjang, hingga maxi pants. Koleksi ini hadir dengan setidaknya 30 item fashion yang diimplementasikan dalam material yang lebih bertanggung jawab terhadap alam.
4. Peluncuran perdana Garden of Mimosa, desain filosofis dari penyanyi jazz pop

Pop up store "Menjamu Hati" juga memperkenalkan jenama perhiasan Garden of Mimosa yang merupakan karya dari penyanyi jazz pop Muthia. Nama Garden of Mimosa sendiri diambil dari album debutnya dengan judul serupa. Sebagai penyanyi jazz-pop, Muthia membawa filosofi bahwa perhiasan tak hanya sekadar aksesori, melainkan simbol yang menyimpan cerita dan menandai momen personal dalam hidup.
Dalam kesempatan tersebut, Muthia memperkenalkan koleksi perdana Garden of Mimosa bertajuk Tilas. Istri dari kreator Ferry Irwandi ini mengadaptasi kata dalam lirik lagu yang ditulis oleh suaminya.
"Tilas itu aku ambil dari lirik di lagu yang dibuat dari suami aku, judulnya Ini tentang Kamu, nah lagu itu yang jadi inspirasi buat semua desain ini. Kalau di lagunya itu ada lirik, 'tilas itu tetap jelas dan utuh, lelayang itu terus terbang dan rapuh', Makanya aku ambil kata-kata tilas untuk aku jadikan nama koleksinya," cerita Muthia.
Tilas sendiri merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang berarti bekas, jejak, atau peninggalan. Selain indah, kata ini juga memiliki makna yang mendalam.
"Tilas itu kayak jejak atau memori, kayak ingatan. Jadi sesuatu yang buat kita teringat sama sesuatu memorilah," tambahnya.
Ke depannya, Garden of Mimosa akan mengembangkan perhiasan klasik yang dibuat lebih simpel sehingga wearable untuk dipakai sehari-hari. Mengadaptasi ukiran yang penuh makna, namun mampu membuat look lebih versatile.
5. Koleksi Tilas dari Garden of Mimosa diangkat dari lirik lagu karya Ferry Irwandi

Koleksi Tilas berupaya menggambarkan cinta dan duka yang diceritakan dalam lagu. Tilas diadaptasi dalam bentuk cincin bertajuk Tilas Air Ring dan Tilas Lace Ring, sementara untuk anting ada Tilas Earring. Ketiganya tersedia dalam warna silver, rose gold, dan gold.
Muthia berkisah, desain Tilas Lace yang dibuat sendiri olehnya, merupakan realisasi dari lirik lagu Ini tentang Kamu yang ditulis Ferry Irwandi. Di mana, lagu tersebut mengisahkan seseorang yang telah memberikan segalanya, namun tidak menerima balasan yang setara.
"Maksudnya, dia sudah melakukan semuanya untuk orang lain, tapi dia gak mendapatkan apa hal yang seimbang buat dirinya, jadi ada ketimpangan, ada kontradiktif. Makanya di satu sisi itu desainnya kayak ada lace, di sisi lain kayak lebih polos karena untuk menggambarkan kontradiksi itu, dari apa yang dia sudah kasih dan apa yang dia dapatkan," jelas Muthia."
Koleksi Tilas Air Ring masih merepresentasikan lagu yang sama. Kali ini, kisah yang diangkat fokus pada luka dan kehilangan. Muthia melahirkan desain yang merefleksikan duka yang mendalam dalam lirik lagu Ini tentang Kamu.
"Pengin menggambarkan perasaan dia yang sebenernya itu udah fragile, karena ada Kata-kata 'Lelayang itu terus terbang dan rapuh' Jadi kayak harapan diri dia itu udah sampai kayak jasmani, tapi rohaninya udah melayang. Terus juga dia sudah gak punya harapan apa-apa. Jadi desainnya bergelombang untuk menggambarkan fragilitas itu," imbuhnya.
Untuk earring, mengadaptasi desain yang sama dengan Tilas Lace Ring. Setiap koleksi dari Garden of Mimosa dan raya collection Sejauh Mata Memandang bisa didapatkan secara offline maupun online. Jika berminat bisa mengunjung Rumah Kita di Menteng, Jakarta Pusat.


















