Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Kamu Pekerja Serbabisa yang Sangat Dibutuhkan di Dunia Kerja

5 min read
5 Tanda Kamu Pekerja Serbabisa yang Sangat Dibutuhkan di Dunia Kerja
ilustrasi semangat bekerja (magnific.com/nensuria)
  • Pekerja serbabisa ditandai minat luas, kemampuan menghubungkan pengetahuan lintas bidang, serta melihat hubungan tugas, pelanggan, tim, dan tujuan perusahaan.
  • Rasa ingin tahu di luar deskripsi kerja membantu generalist memahami berbagai divisi dan berkolaborasi, tetapi tetap perlu menghargai batas tanggung jawab rekan kerja.
  • Pengalaman berpindah peran atau industri membangun keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai pekerjaan, mendukung adaptasi, pemecahan masalah, dan inovasi saat kebutuhan kerja berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi, otomatisasi, dan munculnya berbagai jenis pekerjaan baru. Kondisi ini membuat kemampuan untuk menguasai lebih dari satu keterampilan bisa menjadi nilai tambah tersendiri.

Kamu mungkin selama ini merasa jalur kariermu terlalu beragam karena tertarik mencoba banyak hal sekaligus. Padahal, kemampuan berpindah peran dan memahami berbagai bidang ternyata bisa membantumu beradaptasi ketika kebutuhan pekerjaan berubah, lho.

Kalau beberapa tanda berikut terasa dekat dengan dirimu, bisa jadi kamu termasuk pekerja serbabisa atau generalist yang punya banyak keterampilan.

  1. 1. Kamu punya minat yang beragam

    ilustrasi graphic designer
    ilustrasi graphic designer (pexels.com/Jonathan Borba)

    Salah satu tanda pekerja serbabisa adalah punya ketertarikan terhadap banyak hal. Kamu mungkin tertarik mengikuti perkembangan teknologi, tapi di waktu lain juga menikmati kegiatan kreatif seperti menulis, desain, fotografi, atau membuat konten. Hobi dan minatmu pun cenderung sulit dimasukkan ke dalam satu kategori karena selalu ada hal baru yang ingin dipelajari.

    Menurut career coach Charlotte Delsignore, pekerja generalist biasanya memiliki banyak minat dan bisa disebut sebagai sosok yang menguasai berbagai hal. Ketertarikan tersebut ternyata dapat memberikan keuntungan dalam pekerjaan. Profesor Elizabeth A. Segal, PhD, juga menjelaskan bahwa keberagaman dapat mendorong inovasi dan kreativitas karena seseorang memiliki lebih banyak sudut pandang untuk melihat sebuah persoalan.

    Kemampuan ini bisa terasa berguna ketika kamu harus mencari solusi dari masalah yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Pengetahuan dari berbagai bidang memungkinkan kamu menghubungkan ide yang mungkin terlihat gak berkaitan. Alhasil, kamu punya peluang untuk menghasilkan pendekatan berbeda dibandingkan orang yang hanya terbiasa melihat masalah dari satu bidang.

  2. 2. Kamu mampu melihat gambaran besar

    ilustrasi meeting
    ilustrasi meeting (magnific.com/tirachardz)

    Pekerja serbabisa biasanya gak hanya melihat satu bagian dari sebuah pekerjaan. Kamu cenderung penasaran dengan bagaimana satu tugas berhubungan dengan pekerjaan tim lain, kebutuhan pelanggan, sampai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Kemampuan melihat hubungan tersebut membuatmu lebih mudah memahami kenapa sebuah keputusan perlu diambil.

    Delsignore menjelaskan bahwa generalist biasanya mampu menghubungkan ide atau konsep yang tampaknya gak berkaitan. Pola seperti ini membuatmu dapat melihat hubungan antara berbagai pekerjaan, industri, dan orang yang mungkin tidak langsung terlihat oleh orang lain. Jadi, ketika sebuah proyek mengalami kendala, kamu gak hanya terpaku pada satu masalah, tapi mencoba memahami persoalan dari konteks yang lebih luas.

    Melihat gambaran besar memang gak selalu terasa nyaman. Gregg Levoy menjelaskan bahwa melihat sesuatu dari perspektif yang lebih luas dapat membuat seseorang menyadari masih banyak hal yang belum diketahui atau dipahami. Namun, kesadaran tersebut juga bisa mendorongmu untuk terus belajar dan memperluas wawasan.

  3. 3. Kamu penasaran dengan pekerjaan di luar tugasmu

    ilustrasi suasana kantor
    ilustrasi suasana kantor (magnific.com/DC Studio)

    Kalau rasa penasaranmu gak berhenti pada job description, kamu mungkin punya karakter generalist. Misalnya, kamu bekerja di bidang pemasaran tapi tertarik memahami cara kerja produk, data pelanggan, desain, sampai strategi bisnis. Ketertarikan seperti ini membuatmu sering ingin tahu bagaimana pekerjaan orang lain berkontribusi terhadap tujuan perusahaan.

    Menurut Delsignore, generalist secara alami cenderung ingin mempelajari hal di luar tanggung jawab utamanya karena merasa tertarik dengan berbagai topik. Namun, rasa penasaran seperti ini perlu dikelola dengan baik karena terkadang bisa membuat rekan kerja merasa kalau kamu terlalu mencampuri wilayah mereka. Artinya, rasa ingin tahu tetap perlu disertai kemampuan menghargai batas tanggung jawab masing-masing, ya.

    Liliana Pettenkofer juga menjelaskan bahwa pemahaman terhadap berbagai topik dapat menjadi keuntungan dalam perjalanan karier, apa pun bidang pekerjaan seseorang. Kamu jadi punya bekal untuk memahami percakapan lintas divisi dan lebih mudah berkolaborasi dengan orang dari latar belakang berbeda. Kemampuan tersebut dapat membantu ketika perusahaan membutuhkan seseorang yang bisa memahami lebih dari satu sisi pekerjaan.

  4. 4. Kamu sulit dikotakkan dalam satu peran

    ilustrasi lelah
    ilustrasi lelah (magnific.com/lookstudio)

    Ada orang yang merasa nyaman ketika memiliki satu spesialisasi dan menjalani jalur karier yang jelas. Sebaliknya, kamu mungkin merasa cepat bosan jika harus melakukan hal yang sama terus-menerus dalam satu posisi. Keinginan untuk mencoba tanggung jawab berbeda bisa menjadi tanda bahwa kamu lebih cocok dengan peran yang memberikan ruang untuk menggunakan banyak kemampuan.

    Delsignore menggambarkan generalist sebagai orang yang merasa gak nyaman ketika hanya dibatasi pada satu peran atau spesialisasi. Karakter seperti ini juga dapat menjelaskan kenapa sebagian generalist tertarik pada posisi kepemimpinan atau kewirausahaan. Peran tersebut biasanya memberikan kesempatan untuk menangani berbagai jenis persoalan dan menggunakan keterampilan yang berbeda.

    Meski begitu, bukan berarti kamu harus selalu menolak ketika perusahaan memberikan tanggung jawab yang spesifik. Amy Morin, LCSW, menjelaskan bahwa menghadapi ketakutan secara langsung dapat menjadi pendekatan yang lebih membantu daripada terus menghindarinya. Jadi, ketika suatu saat kamu harus menjalani peran tertentu, kemampuan beradaptasi tetap penting agar kamu bisa tetap berkembang tanpa kehilangan fleksibilitas.

  5. 5. Kamu pernah mencoba banyak pekerjaan

    ilustrasi presentasi
    ilustrasi presentasi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Coba lihat kembali perjalanan kariermu. Apakah kamu pernah berpindah posisi, mencoba bidang berbeda, atau bahkan masuk ke industri yang sama sekali berbeda? Kalau CV-mu terlihat seperti bergerak zig-zag, kondisi tersebut gak otomatis berarti perjalanan kariermu berantakan, lho.

    Delsignore mengatakan bahwa generalist sering kesulitan menentukan satu pekerjaan yang benar-benar cocok karena mereka senang mengeksplorasi banyak bidang. Sementara itu, Pettenkofer menjelaskan bahwa keterampilan yang dapat diterapkan pada berbagai posisi sangat penting untuk kesuksesan karier jangka panjang. Generalist cenderung memiliki lebih banyak transferable skills atau keterampilan yang bisa dibawa dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

    Pengalaman berpindah bidang juga memungkinkanmu mengumpulkan kemampuan yang mungkin gak didapatkan jika sejak awal hanya berada dalam satu jenis pekerjaan. Misalnya, pengalaman di bidang penjualan bisa membantu kemampuan komunikasi, sementara pengalaman mengelola proyek dapat melatih koordinasi dan pemecahan masalah. Kombinasi keterampilan seperti ini dapat menjadi modal ketika kamu harus mengambil tanggung jawab baru atau beradaptasi dengan perubahan di tempat kerja.

    Pada akhirnya, menjadi pekerja serbabisa bukan berarti kamu harus mengetahui segala hal. Nilai seorang generalist justru terletak pada kemampuan untuk belajar, menghubungkan berbagai pengetahuan, dan beradaptasi ketika situasi berubah.

    Laporan O.C. Tanner juga menunjukkan bahwa organisasi yang memiliki lebih banyak generalist 26 kali lebih mungkin berhasil berinovasi untuk mengatasi berbagai hambatan. Jadi, kalau perjalanan kariermu selama ini terlihat beragam, jangan buru-buru menganggapnya sebagai kekurangan. Kemampuan lintas bidang justru bisa menjadi modal penting untuk beradaptasi dan berkembang di dunia kerja yang terus berubah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More