ilustrasi presentasi (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Coba lihat kembali perjalanan kariermu. Apakah kamu pernah berpindah posisi, mencoba bidang berbeda, atau bahkan masuk ke industri yang sama sekali berbeda? Kalau CV-mu terlihat seperti bergerak zig-zag, kondisi tersebut gak otomatis berarti perjalanan kariermu berantakan, lho.
Delsignore mengatakan bahwa generalist sering kesulitan menentukan satu pekerjaan yang benar-benar cocok karena mereka senang mengeksplorasi banyak bidang. Sementara itu, Pettenkofer menjelaskan bahwa keterampilan yang dapat diterapkan pada berbagai posisi sangat penting untuk kesuksesan karier jangka panjang. Generalist cenderung memiliki lebih banyak transferable skills atau keterampilan yang bisa dibawa dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.
Pengalaman berpindah bidang juga memungkinkanmu mengumpulkan kemampuan yang mungkin gak didapatkan jika sejak awal hanya berada dalam satu jenis pekerjaan. Misalnya, pengalaman di bidang penjualan bisa membantu kemampuan komunikasi, sementara pengalaman mengelola proyek dapat melatih koordinasi dan pemecahan masalah. Kombinasi keterampilan seperti ini dapat menjadi modal ketika kamu harus mengambil tanggung jawab baru atau beradaptasi dengan perubahan di tempat kerja.
Pada akhirnya, menjadi pekerja serbabisa bukan berarti kamu harus mengetahui segala hal. Nilai seorang generalist justru terletak pada kemampuan untuk belajar, menghubungkan berbagai pengetahuan, dan beradaptasi ketika situasi berubah.
Laporan O.C. Tanner juga menunjukkan bahwa organisasi yang memiliki lebih banyak generalist 26 kali lebih mungkin berhasil berinovasi untuk mengatasi berbagai hambatan. Jadi, kalau perjalanan kariermu selama ini terlihat beragam, jangan buru-buru menganggapnya sebagai kekurangan. Kemampuan lintas bidang justru bisa menjadi modal penting untuk beradaptasi dan berkembang di dunia kerja yang terus berubah.